alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Sunday, June 26, 2022

Menkes Perkirakan Puncak Varian Baru Omicron Tembus 25 Ribu Kasus per Hari

MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memperkirakan puncak kasus Covid-19 Omicron varian baru BA.4 dan BA.5 maksimum mencapai 25.000 kasus per hari. Hal ini berkaca pada pemantauan varian tersebut di negara lain.

“Kita percaya nanti akan ada kenaikan mungkin maksimumnya 25 ribu per hari,” kata Budi Gunadi Sadikin dalam keterangannya secara daring di sela acara Penyambutan Kenegaraan Presiden Republik Federal Jerman, di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (16/6).

Menkes menjelaskan di Afrika Selatan puncak kasus BA.4 dan BA.5 hanya sepertiga dari puncak kasus Covid-19 varian Omicron atau Delta sebelumnya. Padahal Afsel adalah negara pertama varian baru tersebut teridentifikasi.

Menurut Menkes, jika pada saat puncak varian Delta dan Omicron sebelumnya di Indonesia terjadi 60.000 kasus per hari, maka diperkirakan puncak Omicron varian BA.4 dan BA.5 hanya akan mencapai 20.000-25.000 kasus per hari.

Baca Juga :  Varian Omicron BA.4 dan BA.5 Meluas, di Indonesia Ada 8 Kasus

Dia mengatakan puncak kasus biasanya terjadi satu bulan setelah kasus pertama teridentifikasi. Dalam hal ini, diperkirakan puncak kasus BA.4 dan BA.5 di Indonesia kemungkinan terjadi pada pekan ketiga dan keempat Juli 2022. “Setelahnya akan turun kembali,” jelas Menkes.

Selain itu dia mengatakan bahwa tingkat kematian dari varian baru ini jauh lebih rendah, yakni hanya seperduabelas atau sepersepuluh dari Delta dan Omicron. (*)

MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memperkirakan puncak kasus Covid-19 Omicron varian baru BA.4 dan BA.5 maksimum mencapai 25.000 kasus per hari. Hal ini berkaca pada pemantauan varian tersebut di negara lain.

“Kita percaya nanti akan ada kenaikan mungkin maksimumnya 25 ribu per hari,” kata Budi Gunadi Sadikin dalam keterangannya secara daring di sela acara Penyambutan Kenegaraan Presiden Republik Federal Jerman, di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (16/6).

Menkes menjelaskan di Afrika Selatan puncak kasus BA.4 dan BA.5 hanya sepertiga dari puncak kasus Covid-19 varian Omicron atau Delta sebelumnya. Padahal Afsel adalah negara pertama varian baru tersebut teridentifikasi.

Menurut Menkes, jika pada saat puncak varian Delta dan Omicron sebelumnya di Indonesia terjadi 60.000 kasus per hari, maka diperkirakan puncak Omicron varian BA.4 dan BA.5 hanya akan mencapai 20.000-25.000 kasus per hari.

Baca Juga :  Suamiku Bergaji Tinggi, Aku Tak Dinafkahi

Dia mengatakan puncak kasus biasanya terjadi satu bulan setelah kasus pertama teridentifikasi. Dalam hal ini, diperkirakan puncak kasus BA.4 dan BA.5 di Indonesia kemungkinan terjadi pada pekan ketiga dan keempat Juli 2022. “Setelahnya akan turun kembali,” jelas Menkes.

Selain itu dia mengatakan bahwa tingkat kematian dari varian baru ini jauh lebih rendah, yakni hanya seperduabelas atau sepersepuluh dari Delta dan Omicron. (*)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/