alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Ikfina-Gus Barraa Batal Dilantik

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pelantikan Ikfina Fahmawati-Muhammad Al Barraa (Ikbar) sebagai Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto tertunda. Pengambilan sumpah yang sempat diagendakan Rabu (17/2), mendadak diurungkan. Rencananya, akan diundur Jumat (26/2).

Penjadwalan ulang itu disebut-sebut lantaran beberapa daerah yang melangsungkan pilkada serentak belum merampungkan berkas usulannnya. ’’Alasan yang disampaikan dirjen ada beberapa daerah yang berkas usulannya baru masuk,’’ ungkap Kabag Pemerintahan Setdakab Mojokerto Rakhmat Suhariyono, kemarin.

Sesuai hasil rapat koordinasi (rakor) secara vidcon (video conference) bersama Dirjen Otda Kemendagri kemarin (15/2), disebutkan, dari 270 kepala daerah dan wakil kepala daerah administrasinya belum rampung seratus persen. Mengingat semangat serentak membuat pelantikan pun akhirnya ditunda dan digelar Jumat (26/2) mendatang. Kendati begitu, jadwal ini bersifat tentatif atau dapat berubah.

Baca Juga :  Padukan Konsep Barbers & Coffee Shop

Konsep pelantikannya juga berbeda dari sebelumnya. Jika sebelumnya berlangsung di Gedung Negara Grahadi dengan penjadwalan tiga gelombang, skema pengambilan sumpah oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, saat ini dirancang serentak. Namun, pelaksanaannya dilakukan secara virtual di daerah masing-masing. ’’Sedangkan, pelantikan tetap oleh gubernur yang berada di provinsi. Tata cara dan teknis pelantikan akan kita sampaikan kemudian,’’ tuturnya.

Dengan diundurnya pelantikan tersebut secara otomatis terjadi kekosongan pimpinan seiring berakhirnya masa jabatan Bupati Mojokerto Pungkasiadi pada 17 Februari. Untuk mengisi kekosongan pimpinan, gubernur akan menunjuk Pj Sekadakab Mojokerto Didik Chusnul Yakin sebagai pelaksanan harian (plh). Hal itu berdasarkan ketentuan pasal 131 ayat 4 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2008 tentang Perubahan Ketiga atas PP Nomor 6 Tahun 2005 tentang Pemilihan, Pengesahan Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.

Baca Juga :  Senandung Kidung Rembulan di Kolam Segaran

Dalam pasal ini ditegaskan, jika terjadi kekosongan jabatan kepala daerah dan wakil kepala daerah sebagaimana dimaksud dalam pasal 3, sekretaris daerah akan melaksanakan tugas sehari-hari kepala daerah sampai dengan bupati terpilih dilantik. ’’Plh ini mengisi kekosongan pimpinan untuk melaksanakan tugas sehari-hari. Batasannya tidak boleh mengambil kebijakan yang prinsip dan strategis,’’ tegas Rakhmat.

Ditengah berakhirnya masa jabatan kepala daerah hasil pilkada 2015 lalu, Rabu besok (17/2) juga bakal dilaksanakan serah terima penyerahan memory dari Bupati Pungkasiadi kepada Plh Bupati.

Sebagai tindak lanjut rakor bersama bersama Dirjen Otda Kemendagri, hari ini pihaknya juga berencanan ke BiroPemprov Jatim untuk melakukan konsultasi. 

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pelantikan Ikfina Fahmawati-Muhammad Al Barraa (Ikbar) sebagai Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto tertunda. Pengambilan sumpah yang sempat diagendakan Rabu (17/2), mendadak diurungkan. Rencananya, akan diundur Jumat (26/2).

Penjadwalan ulang itu disebut-sebut lantaran beberapa daerah yang melangsungkan pilkada serentak belum merampungkan berkas usulannnya. ’’Alasan yang disampaikan dirjen ada beberapa daerah yang berkas usulannya baru masuk,’’ ungkap Kabag Pemerintahan Setdakab Mojokerto Rakhmat Suhariyono, kemarin.

Sesuai hasil rapat koordinasi (rakor) secara vidcon (video conference) bersama Dirjen Otda Kemendagri kemarin (15/2), disebutkan, dari 270 kepala daerah dan wakil kepala daerah administrasinya belum rampung seratus persen. Mengingat semangat serentak membuat pelantikan pun akhirnya ditunda dan digelar Jumat (26/2) mendatang. Kendati begitu, jadwal ini bersifat tentatif atau dapat berubah.

Baca Juga :  KPU Kabupaten Mojokerto Temukan Ratusan Pemilih Ganda

Konsep pelantikannya juga berbeda dari sebelumnya. Jika sebelumnya berlangsung di Gedung Negara Grahadi dengan penjadwalan tiga gelombang, skema pengambilan sumpah oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, saat ini dirancang serentak. Namun, pelaksanaannya dilakukan secara virtual di daerah masing-masing. ’’Sedangkan, pelantikan tetap oleh gubernur yang berada di provinsi. Tata cara dan teknis pelantikan akan kita sampaikan kemudian,’’ tuturnya.

Dengan diundurnya pelantikan tersebut secara otomatis terjadi kekosongan pimpinan seiring berakhirnya masa jabatan Bupati Mojokerto Pungkasiadi pada 17 Februari. Untuk mengisi kekosongan pimpinan, gubernur akan menunjuk Pj Sekadakab Mojokerto Didik Chusnul Yakin sebagai pelaksanan harian (plh). Hal itu berdasarkan ketentuan pasal 131 ayat 4 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2008 tentang Perubahan Ketiga atas PP Nomor 6 Tahun 2005 tentang Pemilihan, Pengesahan Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.

Baca Juga :  Penjarahan Senjata Opas Pabrik Gula Dipelopori Tokoh GP Ansor

Dalam pasal ini ditegaskan, jika terjadi kekosongan jabatan kepala daerah dan wakil kepala daerah sebagaimana dimaksud dalam pasal 3, sekretaris daerah akan melaksanakan tugas sehari-hari kepala daerah sampai dengan bupati terpilih dilantik. ’’Plh ini mengisi kekosongan pimpinan untuk melaksanakan tugas sehari-hari. Batasannya tidak boleh mengambil kebijakan yang prinsip dan strategis,’’ tegas Rakhmat.

- Advertisement -

Ditengah berakhirnya masa jabatan kepala daerah hasil pilkada 2015 lalu, Rabu besok (17/2) juga bakal dilaksanakan serah terima penyerahan memory dari Bupati Pungkasiadi kepada Plh Bupati.

Sebagai tindak lanjut rakor bersama bersama Dirjen Otda Kemendagri, hari ini pihaknya juga berencanan ke BiroPemprov Jatim untuk melakukan konsultasi. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/