alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Dua Tahun Berdiri, Sudah Luncurkan Dua Buku

LITERASI menjadi salah satu indikator sebuah peradaban. Melaluinya, karya-karya terbaik seseorang lahir. Merespons ini, beberapa mahasiswa yang gemar membaca di Hongkong membentuk Komunitas Penulis Kreatif (KPKers) tahun 2008.

Memulai di Indonesia pada tahun 2013, jaringannya menyebar ke seluruh provinsi dan kota, termasuk di Mojokerto. Yakni, sejak Oktober 2016. 

Mengumpulkan orang-orang dengan kegemaran yang sama ke dalam suatu komunitas tertentu bukan perkara yang mudah. Hal ini yang dialami Eny Martha, koordinator Komunitas Penulis Kreatif (KPKers) Mojokerto.

Dia yang ditunjuk langsung oleh koordinator KPKers Jawa Timur mengaku mengalami beberapa kendala dalam perintisan awal. Mengingat pihaknya yang orang asli Lamongan, tidak banyak memiliki jaringan di Mojokerto.

Sempat mengalami dilema, apalagi sebelumnya dia sudah memiliki komunitas suka menulis di Lamongan. Ia akhirnya menanyakan kegundahan hatinya melalui status di beranda media sosial facebook (FB).

Dari komentar yang ada, Eny mengambil kesimpulan banyak yang meyakini potensi menulis akan lebih banyak dijumpai di Mojokerto. Selain itu, suami yang adalah orang Mojokerto membuatnya mantap mengambil keputusan untuk membuka KPKers di Mojokerto.

’’Saya menikah Agustus 2016, pada Oktober 2016 komunitas ini terbentuk. Sebenarnya ingin launching tepat di Hari Sumpah Pemuda, makanya memilih Oktober,’’ katanya.

Menurutnya, acara perdana pembukaan KPKers Mojokerto adalah pembentukan pengurus, bersosialisasi, serta belajar menulis di Perpusatakaan Kota. Anggota awal hanya berjumlah lima orang. Namun, berjalan dua tahun, anggota aktif sudah mencapai 25 orang. ’’Mereka kebanyakan anak sekolah, mahasiswa, ataupun pekerja,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Ikfina-Barra Optimis Hanya Lawan Independen

Kebanyakan anggota yang masih mahasiswa, memilih kuliah di luar kota. Sehingga, komunitas ini tidak secara rutin mengadakan acara tatap muka. Semuanya tergantung kesepakatan bersama yang diputuskan melalui jejaring sosial seperti WhatsApp (WA) grup.

Melalui obrolan di dalam grup, mahasiswa yang sudah kuliah di luar kota tetap berkontribusi aktif menyalurkan ide-ide mereka. Pertemuan secara langsung dimanfaatkan untuk saling sharing pengalaman menulis, belajar menulis, ataupun bertanya jawab. Bisa dilakukan di rumah salah satu anggota, di perpustakaan atau yang paling sering di ruang terbuka hijau (RTH).

Saat tidak bertatap muka, komunitas tetap aktif belajar menulis melalui kelas online. Ini bisa dilakukan melalui grup di WA ataupun FB. Dengan mengundang pembicara dari pengurus komunitas tingkat Asia, pusat, maupun Jawa Timur.

Bahkan kelas online ini dikemas seperti kelas di lingkungan dunia pendidikan pada umumnya. Memiliki kurikulum dan tugas yang wajib dikerjakan setiap anggota yang tergabung mengikuti kelas.

’’Terjadwal, biasanya mulai jam 19.00. Ada absennya juga, jika dua kali tidak absen akan dikeluarkan dari grup. Kalau tugas dikumpulkan lewat email ke pengurus pusat,’’ beber wanita yang juga aktif mengembangkan usaha di bidang makanan.

Baca Juga :  Setting Defender Muda

Selama dua tahun berdiri, KPKers Mojokerto berhasil membuat dua karya buku. Pertama adalah buku yang berisi kumpulan puisi tentang kecintaan akan nusantara oleh para pemuda, berjudul ’’Orasi Pemuda Nusantara’’. ’’Ini karya awal, ditulis 16 anggota termasuk saya. Lauching saat perayaan Sumpah Pemuda tahun lalu,’’ imbuhnya.

Buku kedua merupakan kumpulan cerita pendek, diterbitkan dengan judul ’’Mojokerto 1001 Cerita’’ dan ditulis oleh 21 anggota. Bercerita tentang Mojokerto yang kaya akan cerita. Baik sejarah, budaya maupun serba-serbi kehidupan pemudanya. Buku tersebut di-launching di perpustakaan Kabupaten Mojokerto pada tanggal 11 Februari 2018.

Di tingkat Asia, dimulai dari Hongkong. KPKers kini memiliki jaringan di Malaysia dan Singapura, dengan pusatnya tetap di Bandung. Untuk tingkat Jawa Timur selain Mojokerto, ada Surabaya, Kediri, Sidoarjo, Ngawi, dan beberapa lainnya.

’’Sudah mulai merambat ke kota-kota lain seluruh Indonesia. Tapi sampai saat ini di setiap provinsi yang ada sudah terbentuk komunitasnya,’’ tambah ibu satu anak ini.

Di akhir perbincangan dengan Jawa Pos Radar Mojokerto, Eny menyampaikan harapannya untuk semakin banyak masyarakat utamanya anak-anak muda mau bergabung dalam komunitas menulis ini.

Tujuannya agar mereka punya wadah mengembangkan diri sebagai generasi penerus yang memperjuangkan literasi. Kaerna seperti diketahui bersama, tingkat literasi Indonesia di tingkat Asia ataupun dunia masih sangat rendah. (ros)

LITERASI menjadi salah satu indikator sebuah peradaban. Melaluinya, karya-karya terbaik seseorang lahir. Merespons ini, beberapa mahasiswa yang gemar membaca di Hongkong membentuk Komunitas Penulis Kreatif (KPKers) tahun 2008.

Memulai di Indonesia pada tahun 2013, jaringannya menyebar ke seluruh provinsi dan kota, termasuk di Mojokerto. Yakni, sejak Oktober 2016. 

Mengumpulkan orang-orang dengan kegemaran yang sama ke dalam suatu komunitas tertentu bukan perkara yang mudah. Hal ini yang dialami Eny Martha, koordinator Komunitas Penulis Kreatif (KPKers) Mojokerto.

Dia yang ditunjuk langsung oleh koordinator KPKers Jawa Timur mengaku mengalami beberapa kendala dalam perintisan awal. Mengingat pihaknya yang orang asli Lamongan, tidak banyak memiliki jaringan di Mojokerto.

- Advertisement -

Sempat mengalami dilema, apalagi sebelumnya dia sudah memiliki komunitas suka menulis di Lamongan. Ia akhirnya menanyakan kegundahan hatinya melalui status di beranda media sosial facebook (FB).

Dari komentar yang ada, Eny mengambil kesimpulan banyak yang meyakini potensi menulis akan lebih banyak dijumpai di Mojokerto. Selain itu, suami yang adalah orang Mojokerto membuatnya mantap mengambil keputusan untuk membuka KPKers di Mojokerto.

’’Saya menikah Agustus 2016, pada Oktober 2016 komunitas ini terbentuk. Sebenarnya ingin launching tepat di Hari Sumpah Pemuda, makanya memilih Oktober,’’ katanya.

Menurutnya, acara perdana pembukaan KPKers Mojokerto adalah pembentukan pengurus, bersosialisasi, serta belajar menulis di Perpusatakaan Kota. Anggota awal hanya berjumlah lima orang. Namun, berjalan dua tahun, anggota aktif sudah mencapai 25 orang. ’’Mereka kebanyakan anak sekolah, mahasiswa, ataupun pekerja,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Jaga Momentum Peningkatan Ekspor, Kemendag Pacu Produk Berdaya Saing

Kebanyakan anggota yang masih mahasiswa, memilih kuliah di luar kota. Sehingga, komunitas ini tidak secara rutin mengadakan acara tatap muka. Semuanya tergantung kesepakatan bersama yang diputuskan melalui jejaring sosial seperti WhatsApp (WA) grup.

Melalui obrolan di dalam grup, mahasiswa yang sudah kuliah di luar kota tetap berkontribusi aktif menyalurkan ide-ide mereka. Pertemuan secara langsung dimanfaatkan untuk saling sharing pengalaman menulis, belajar menulis, ataupun bertanya jawab. Bisa dilakukan di rumah salah satu anggota, di perpustakaan atau yang paling sering di ruang terbuka hijau (RTH).

Saat tidak bertatap muka, komunitas tetap aktif belajar menulis melalui kelas online. Ini bisa dilakukan melalui grup di WA ataupun FB. Dengan mengundang pembicara dari pengurus komunitas tingkat Asia, pusat, maupun Jawa Timur.

Bahkan kelas online ini dikemas seperti kelas di lingkungan dunia pendidikan pada umumnya. Memiliki kurikulum dan tugas yang wajib dikerjakan setiap anggota yang tergabung mengikuti kelas.

’’Terjadwal, biasanya mulai jam 19.00. Ada absennya juga, jika dua kali tidak absen akan dikeluarkan dari grup. Kalau tugas dikumpulkan lewat email ke pengurus pusat,’’ beber wanita yang juga aktif mengembangkan usaha di bidang makanan.

Baca Juga :  Ke Kamar Mandi Saja Anak Yatim Tak Berani, Takut Ada Hantu atau Pocong

Selama dua tahun berdiri, KPKers Mojokerto berhasil membuat dua karya buku. Pertama adalah buku yang berisi kumpulan puisi tentang kecintaan akan nusantara oleh para pemuda, berjudul ’’Orasi Pemuda Nusantara’’. ’’Ini karya awal, ditulis 16 anggota termasuk saya. Lauching saat perayaan Sumpah Pemuda tahun lalu,’’ imbuhnya.

Buku kedua merupakan kumpulan cerita pendek, diterbitkan dengan judul ’’Mojokerto 1001 Cerita’’ dan ditulis oleh 21 anggota. Bercerita tentang Mojokerto yang kaya akan cerita. Baik sejarah, budaya maupun serba-serbi kehidupan pemudanya. Buku tersebut di-launching di perpustakaan Kabupaten Mojokerto pada tanggal 11 Februari 2018.

Di tingkat Asia, dimulai dari Hongkong. KPKers kini memiliki jaringan di Malaysia dan Singapura, dengan pusatnya tetap di Bandung. Untuk tingkat Jawa Timur selain Mojokerto, ada Surabaya, Kediri, Sidoarjo, Ngawi, dan beberapa lainnya.

’’Sudah mulai merambat ke kota-kota lain seluruh Indonesia. Tapi sampai saat ini di setiap provinsi yang ada sudah terbentuk komunitasnya,’’ tambah ibu satu anak ini.

Di akhir perbincangan dengan Jawa Pos Radar Mojokerto, Eny menyampaikan harapannya untuk semakin banyak masyarakat utamanya anak-anak muda mau bergabung dalam komunitas menulis ini.

Tujuannya agar mereka punya wadah mengembangkan diri sebagai generasi penerus yang memperjuangkan literasi. Kaerna seperti diketahui bersama, tingkat literasi Indonesia di tingkat Asia ataupun dunia masih sangat rendah. (ros)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/