alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Febriansyah Masih Dominan

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kemampuan salah satu lifter andalan Kota Mojokerto ternyata masih diperhitungkan di level Jatim. Febriansyah Syahputra, satu dari empat lifter yang diturunkan di kejurprov angkat berat Jatim 2021, 8-11 Desember kemarin kembali meraup dua medali emas sekaligus.

ABG 20 tahun ini sukses mengemas dua keping emas setelah mengangkat beban dengan total 460 kilogram (kg) di kelas 59 kg putra. Atas hasil itu, Febri berturut-turut meraup emas di dua kali Kejurprov, yakni tahun 2019 dan 2021.

Emas pertama diraih Febri saat angkatan squat mampu meraup 150 kg dan benchpres meraup angkatan sebanyak 130 kg. Sehingga subtotal angkatannya menjadi 280 kg atau yang terbaik dari 14 lifter yang turun. Pun demikian ketika tiga angkatan baik squat, benchpres dan deadlift ditotal menjadi satu, Febri mampu meraih yang terbaik pertama dengan total 460 kg. ’’Dan angkatan deadlift-nya senilai 180 kg bisa mendongkrak total keseluruhan menjadi 460 kg,’’ terang Ketua Pengkot Pabersi Mojokerto, Indro Tjahyono.

Baca Juga :  Pantai Kutanya Jawa, Magnet bagi Peselancar

Meski meraup emas, namun Indro mengaku penampilan anak asuhnya belum terlalu prima. Pasalnya, jumlah angkatan semua atletnya terlihat merosot tajam jika dibandingkan perolehan saat latihan sehari-hari. Hal ini diakui Indro tak lepas dari fisik anak asuhnya belum ideal saat turun akibat kelebihan berat badan. Sehingga butuh tenaga dan upaya lebih untuk bisa menurunkan berat badan dalam tempo hanya satu minggu. Hal ini yang dirasa cukup menguras energi dan mempengaruhi performa lifter.

’’Contoh saja Febriansyah, kurang satu minggu pertandingan berat badannya masih 64 kg. Jadi dia harus berusaha lagi menurunkan 5 kg untuk bisa trun di kelas 59 kg, sehingga tenaganya drop sewaktu pertandingan. Untung saja hasilnya masih yang terbaik,’’ tandasnya. Selain Febri, Pengkot Pabersi juga menurunkan tiga lifter pemula lain, akan tetapi performanya belum cukup bersaing. Ketiganya adalah Dhawa yang turun di kelas 74 kg, Nano di kelas 59 kg, dan Singgi di kelas 83 kg.

Baca Juga :  Ikfina; Jadi Kepala Daerah itu, Tak Pantas Mencalonkan

’’Terutama Dhawa yang terlihat kalah bersaing. Padahal di Kejurprov di Ngawi 2 tahun lalu, bisa mendapat 2 medali Perak. Mudah-mudahan di porprov tahun depan bisa memperbaikinya,’’ pungkasnya. (far/fen)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kemampuan salah satu lifter andalan Kota Mojokerto ternyata masih diperhitungkan di level Jatim. Febriansyah Syahputra, satu dari empat lifter yang diturunkan di kejurprov angkat berat Jatim 2021, 8-11 Desember kemarin kembali meraup dua medali emas sekaligus.

ABG 20 tahun ini sukses mengemas dua keping emas setelah mengangkat beban dengan total 460 kilogram (kg) di kelas 59 kg putra. Atas hasil itu, Febri berturut-turut meraup emas di dua kali Kejurprov, yakni tahun 2019 dan 2021.

Emas pertama diraih Febri saat angkatan squat mampu meraup 150 kg dan benchpres meraup angkatan sebanyak 130 kg. Sehingga subtotal angkatannya menjadi 280 kg atau yang terbaik dari 14 lifter yang turun. Pun demikian ketika tiga angkatan baik squat, benchpres dan deadlift ditotal menjadi satu, Febri mampu meraih yang terbaik pertama dengan total 460 kg. ’’Dan angkatan deadlift-nya senilai 180 kg bisa mendongkrak total keseluruhan menjadi 460 kg,’’ terang Ketua Pengkot Pabersi Mojokerto, Indro Tjahyono.

Baca Juga :  Pantai Kutanya Jawa, Magnet bagi Peselancar

Meski meraup emas, namun Indro mengaku penampilan anak asuhnya belum terlalu prima. Pasalnya, jumlah angkatan semua atletnya terlihat merosot tajam jika dibandingkan perolehan saat latihan sehari-hari. Hal ini diakui Indro tak lepas dari fisik anak asuhnya belum ideal saat turun akibat kelebihan berat badan. Sehingga butuh tenaga dan upaya lebih untuk bisa menurunkan berat badan dalam tempo hanya satu minggu. Hal ini yang dirasa cukup menguras energi dan mempengaruhi performa lifter.

’’Contoh saja Febriansyah, kurang satu minggu pertandingan berat badannya masih 64 kg. Jadi dia harus berusaha lagi menurunkan 5 kg untuk bisa trun di kelas 59 kg, sehingga tenaganya drop sewaktu pertandingan. Untung saja hasilnya masih yang terbaik,’’ tandasnya. Selain Febri, Pengkot Pabersi juga menurunkan tiga lifter pemula lain, akan tetapi performanya belum cukup bersaing. Ketiganya adalah Dhawa yang turun di kelas 74 kg, Nano di kelas 59 kg, dan Singgi di kelas 83 kg.

Baca Juga :  Tumbuhkan Jiwa Nasionalis Religius dengan Kegiatan Keagamaan

’’Terutama Dhawa yang terlihat kalah bersaing. Padahal di Kejurprov di Ngawi 2 tahun lalu, bisa mendapat 2 medali Perak. Mudah-mudahan di porprov tahun depan bisa memperbaikinya,’’ pungkasnya. (far/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/