alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Monday, May 23, 2022

Nikmatnya Menyatu dengan Alam

Berada di pelosok sebuah jalan kecil Desa Tamiajeng, Trawas, tak membuat Kedai Kopi Teras Treteh kehilangan pengunjung. Kedai ini selalu dipadati pengunjung. Terutama saat weekend tiba. Kebanyakan mereka penasaran dengan view indah, serta menu khas yang disuguhkan.

KENDATI baru dibuka dua bulan lalu, namun nama kedai kopi ini sudah menjadi hits. Selain karena kopinya yang terkenal nikmat, view punggung Gunung Pawitra atau Gunung Penanggungan yang terpampang jelas membuat kedai ini ramai didatangi pengunjung.

Apalagi, kebanyakan para pengunjung berasal dari luar kota. Tak butuh lama, beragam foto keindahan Teras Treteh bertebaran di laman medsos pengunjung. Bahkan, sang pemilik, Khoirul Anam mengaku tak menyangka kedainya akan dengan cepat begitu terkenal.

Baca Juga :  Konsep Industrial dan Artistik, Bikin Ngopi Makin Asyik

”Sebenarnya saya belum siap membuka kedai ini. Karena pengerjaan belum tuntas semua. Namun, karena dorongan teman-teman, akhirnya pada bulan Oktober, kedai ini mulai saya buka,” terang pria yang akrab disapa Buyung ini.

Bentuk kedai ini sebenarnya sangat sederhana. Hanya terdapat sebuah dapur dan bangunan beratap dengan beberapa meja kursi pengunjung. Namun, berkat desain yang pas, Teras Treteh sukses menarik pengunjung.

Agar pengunjung merasakan kesan menyatu dengan alam, Buyung juga menempatkan beberapa tenda kecil di pelataran kedainya. Selain view yang indah dan hawa sejuk khas daerah di kaki gunung, mantan jebolan beberapa hotel ternama ini juga menyajikan bermacam menu menarik.

Namun dengan jeli, ia menawarkan sajian menu khas pedesaan. Termasuk menu yang jarang ditemui di tempat lain. Seperti minuman sari rempah-rempah serta singkong asli hasil kebun sekitarnya. Nama Teras Treteh juga serasa khas ala desa ini.

Baca Juga :  Yang Loco Latte atau Pancake, Kakak..?

Menurut Buyung, nama Treteh berasal dari penyebutan warga setempat terhadap lokasi kedai ini. ”Nama Treteh itu berasal dari nama pohon yang dulu ada di sekitar sini.

Karena itu warga sekitar sini menyebutnya dengan nama sawah treteh. Inilah kenapa saya juga menamakan kedai ini dengan nama Teras Treteh,” tandasnya. (nto)     

 

 

 

 

Berada di pelosok sebuah jalan kecil Desa Tamiajeng, Trawas, tak membuat Kedai Kopi Teras Treteh kehilangan pengunjung. Kedai ini selalu dipadati pengunjung. Terutama saat weekend tiba. Kebanyakan mereka penasaran dengan view indah, serta menu khas yang disuguhkan.

KENDATI baru dibuka dua bulan lalu, namun nama kedai kopi ini sudah menjadi hits. Selain karena kopinya yang terkenal nikmat, view punggung Gunung Pawitra atau Gunung Penanggungan yang terpampang jelas membuat kedai ini ramai didatangi pengunjung.

Apalagi, kebanyakan para pengunjung berasal dari luar kota. Tak butuh lama, beragam foto keindahan Teras Treteh bertebaran di laman medsos pengunjung. Bahkan, sang pemilik, Khoirul Anam mengaku tak menyangka kedainya akan dengan cepat begitu terkenal.

Baca Juga :  Sajikan Kopi Terbaik Dunia di Tengah Indahnya Panorama Alam

”Sebenarnya saya belum siap membuka kedai ini. Karena pengerjaan belum tuntas semua. Namun, karena dorongan teman-teman, akhirnya pada bulan Oktober, kedai ini mulai saya buka,” terang pria yang akrab disapa Buyung ini.

Bentuk kedai ini sebenarnya sangat sederhana. Hanya terdapat sebuah dapur dan bangunan beratap dengan beberapa meja kursi pengunjung. Namun, berkat desain yang pas, Teras Treteh sukses menarik pengunjung.

Agar pengunjung merasakan kesan menyatu dengan alam, Buyung juga menempatkan beberapa tenda kecil di pelataran kedainya. Selain view yang indah dan hawa sejuk khas daerah di kaki gunung, mantan jebolan beberapa hotel ternama ini juga menyajikan bermacam menu menarik.

- Advertisement -

Namun dengan jeli, ia menawarkan sajian menu khas pedesaan. Termasuk menu yang jarang ditemui di tempat lain. Seperti minuman sari rempah-rempah serta singkong asli hasil kebun sekitarnya. Nama Teras Treteh juga serasa khas ala desa ini.

Baca Juga :  Jelajah Nusantara lewat Secangkir Kopi

Menurut Buyung, nama Treteh berasal dari penyebutan warga setempat terhadap lokasi kedai ini. ”Nama Treteh itu berasal dari nama pohon yang dulu ada di sekitar sini.

Karena itu warga sekitar sini menyebutnya dengan nama sawah treteh. Inilah kenapa saya juga menamakan kedai ini dengan nama Teras Treteh,” tandasnya. (nto)     

 

 

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/