alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Ikfina-Gus Barra, Running demi Perjuangan

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati (cabup-wabup) Ikfina Fahmawati-Muhammad Al Barra (Ikbar) mengaku sempat pesimistis dan ogah running di pilkada nanti. Namun, berkat dorongan yang kuat, membuat pasangan ini harus rela mengorbankan segalanya.

Kemarin (13/2) hal itu diungkapkan Ikfina saat melakukan lawatan ke kantor Jawa Pos Radar Mojokerto, Jalan RA Basuni 96, Desa Jampirogo, Kecamatan Sooko. Dalam pertemuan itu, istri mantan bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa (MKP), itu menceritakan cukup detail asal mula dirinya maju di pilbup 2020 nanti. ’’Bapak banyak sekali tamu. Mereka berkunjung dan meminta saya untuk maju,’’ ujarnya.

Semula, dorongan itu dianggap angin lalu saja. Bagi Ikfina, Mojokerto sudah memiliki pemimpin baru dan ia akan fokus dengan urusan keluarganya yang tengah diterpa berbagai musibah besar. ’’Ya sudah lah. Biarkan Mojokerto sudah ada yang mikir,’’ imbuh perempuan kelahiran Ponorogo ini.

Namun, dorongan itu kian kuat saat suaminya meminta agar ia ikut running di pilbup. Dengan alasan, demi perjuangan membangun Mojokerto. ’’Saya sempat tidak percaya. Karena untuk menjadi bupati tak pantas mencalonkan diri. Seharusnya dicalonkan,’’ tambah Ikfina.

Baca Juga :  Uji Coba Jadi Tahap Seleksi Akhir

Dengan dicalonkan, maka nantinya seorang bupati tak akan berjalan sesuai keinginannya semata. Namun, tetap ada kontrol dan back up. ’’Implikasinya, ketika dicalonkan, ada back up. Kalau ada kesalahan, ada yang mengingatkan,’’ paparnya. Dorongan itu, kata Ikfina, juga tak lepas dari peran Jawa Pos Radar Mojokerto. Saat itu, Jawa Pos Radar Mojokerto kerap memunculkan sosok Ikfina yang belum memiliki kepastian maju di pilbup. ”Kata bapak (MKP, Red) ini demi perjuangan,” tegasnya. Sementara itu, Muhammad Al Barra yang didampingi sejumlah santrinya, cukup banyak menceritakan peran media di abad 21 ini di sejumlah negara.

Bagi dia, media memiliki peran penting di era demokrasi seperti ini. ’’Media tak hanya sekadar sebagai sarana informasi. Tapi juga harus menjadi sarana komunikasi dan edukasi,’’ katanya. Ia pun mengulik situasi keamanan di berbagai negara yang karut-marut akibat ulah media yang tak bertanggung jawab.

Baca Juga :  Jelang Pilkada, PDIP Terbelah, Ratusan Pengurus dan Kader Dukung Ikbar

Provokasi yang terus menerus, membuat berbagai belahan negeri padang pasir tak aman. Alumnus Al Azhar, Mesir, ini menambahkan, media juga memegang peranan penting untuk membangun daerah. ’’Kalau nanti diberi amanah Allah, kami sangat berharap Jawa Pos Radar Mojokerto bisa menjadi partner yang baik bagi kami,’’ tambah Gus Barra.

Meski mengaku masih baru terjun ke dunia politik, namun pria 33 tahun menginjak November nanti, sangat lihai memaparkan berbagai strateginya membangun wilayah eks Majapahit ini. Diantaranya tentang program membangun wisata.

Di berbagai negara, wisata menjadi primadona dan program yang sangat seksi. ’’Nah, di sini perlu ada yang memikirkan dan perlu peran media,’’ tandas putra pengasuh Pondok Pesantren (PP) Amanatul Ummah, Pacet, KH Asep Saifuddin Chalim ini.

Sementara itu, Direktur Jawa Pos Radar Mojokerto Andung Kurniawan menyatakan, Jawa Pos Radar Mojokerto tak sekadar fokus di media cetak. Saat ini tengah menggarap digital dan berbagai program pembangunan ekonomi kerakyatan. 

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati (cabup-wabup) Ikfina Fahmawati-Muhammad Al Barra (Ikbar) mengaku sempat pesimistis dan ogah running di pilkada nanti. Namun, berkat dorongan yang kuat, membuat pasangan ini harus rela mengorbankan segalanya.

Kemarin (13/2) hal itu diungkapkan Ikfina saat melakukan lawatan ke kantor Jawa Pos Radar Mojokerto, Jalan RA Basuni 96, Desa Jampirogo, Kecamatan Sooko. Dalam pertemuan itu, istri mantan bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa (MKP), itu menceritakan cukup detail asal mula dirinya maju di pilbup 2020 nanti. ’’Bapak banyak sekali tamu. Mereka berkunjung dan meminta saya untuk maju,’’ ujarnya.

Semula, dorongan itu dianggap angin lalu saja. Bagi Ikfina, Mojokerto sudah memiliki pemimpin baru dan ia akan fokus dengan urusan keluarganya yang tengah diterpa berbagai musibah besar. ’’Ya sudah lah. Biarkan Mojokerto sudah ada yang mikir,’’ imbuh perempuan kelahiran Ponorogo ini.

Namun, dorongan itu kian kuat saat suaminya meminta agar ia ikut running di pilbup. Dengan alasan, demi perjuangan membangun Mojokerto. ’’Saya sempat tidak percaya. Karena untuk menjadi bupati tak pantas mencalonkan diri. Seharusnya dicalonkan,’’ tambah Ikfina.

Baca Juga :  Angkat Kuliner Sambel Wader Jadi Motif Khas

Dengan dicalonkan, maka nantinya seorang bupati tak akan berjalan sesuai keinginannya semata. Namun, tetap ada kontrol dan back up. ’’Implikasinya, ketika dicalonkan, ada back up. Kalau ada kesalahan, ada yang mengingatkan,’’ paparnya. Dorongan itu, kata Ikfina, juga tak lepas dari peran Jawa Pos Radar Mojokerto. Saat itu, Jawa Pos Radar Mojokerto kerap memunculkan sosok Ikfina yang belum memiliki kepastian maju di pilbup. ”Kata bapak (MKP, Red) ini demi perjuangan,” tegasnya. Sementara itu, Muhammad Al Barra yang didampingi sejumlah santrinya, cukup banyak menceritakan peran media di abad 21 ini di sejumlah negara.

Bagi dia, media memiliki peran penting di era demokrasi seperti ini. ’’Media tak hanya sekadar sebagai sarana informasi. Tapi juga harus menjadi sarana komunikasi dan edukasi,’’ katanya. Ia pun mengulik situasi keamanan di berbagai negara yang karut-marut akibat ulah media yang tak bertanggung jawab.

Baca Juga :  Target Partisipasi Berpotensi Meleset
- Advertisement -

Provokasi yang terus menerus, membuat berbagai belahan negeri padang pasir tak aman. Alumnus Al Azhar, Mesir, ini menambahkan, media juga memegang peranan penting untuk membangun daerah. ’’Kalau nanti diberi amanah Allah, kami sangat berharap Jawa Pos Radar Mojokerto bisa menjadi partner yang baik bagi kami,’’ tambah Gus Barra.

Meski mengaku masih baru terjun ke dunia politik, namun pria 33 tahun menginjak November nanti, sangat lihai memaparkan berbagai strateginya membangun wilayah eks Majapahit ini. Diantaranya tentang program membangun wisata.

Di berbagai negara, wisata menjadi primadona dan program yang sangat seksi. ’’Nah, di sini perlu ada yang memikirkan dan perlu peran media,’’ tandas putra pengasuh Pondok Pesantren (PP) Amanatul Ummah, Pacet, KH Asep Saifuddin Chalim ini.

Sementara itu, Direktur Jawa Pos Radar Mojokerto Andung Kurniawan menyatakan, Jawa Pos Radar Mojokerto tak sekadar fokus di media cetak. Saat ini tengah menggarap digital dan berbagai program pembangunan ekonomi kerakyatan. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/