alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Sumber Inspirasi Lintas Generasi

Terdapat tiga museum yang beroperasi di Mojokerto. Ketiganya memiliki ciri dan keunikan tersendiri sebagai sumber inspirasi lintas generasi. 

PERTAMA, Museum Trowulan begitu orang-orang menyebutnya. Terletak di Desa/Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto, museum ini bernama resmi Unit Pengelolaan Pusat Informasi Majapahit (PIM). Berada dalam naungan Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur.

Kemarin, sejumlah wisatawan tampak mengunjungi museum ini. Kebanyakan berasal dari luar Mojokerto. Mereka datang bersama rombongan keluarga. ’’Kalau pagi, sering anak-anak sekolah yang datang. Sejak buka Jumat (8/1) kemarin, mulai banyak kunjungan,’’ ujar petugas loket.

Dulunya, museum ini berada di kantor BPCB Jawa Timur Jalan Raya Mojokerto-Mojoagung. Cikal bakalnya justru berada di samping timur Pendapa Bupati Mojokerto Jalan Ahmad Yani Kota Mojokerto. Didirikan ketika zaman kolonial oleh Bupati Mojokerto saat itu, RAA Kromodjojo Adinegoro. Hasil prakarsa dengan arsitek Belanda Ir Hendry Maclaine Pont.

Baca Juga :  Pilkades di Banyulegi, Dawarblandong Berpotensi Diulang

Museum yang berjarak selemparan batu dari Kolam Segaran ini memiliki ribuan temuan arkeologis. Baik berupa koleksi batu, logam, terakota, dan keramik. Hingga kini koleksinya terus bertambah seiring dengan bertambahnya temuan dari masyarakat maupun penggalian arkeologis.

Selama pandemi, museum ini sempat tutup sejak Maret 2020. Penutupan imbas pembatasan aktivitas masyarakat itu dimanfaatkan untuk renovasi sejumlah sarana dan prasarana. ’’Renovasi untuk perbaikan karena nanti ada tambah koleksi baru,’’ ujar Kepala BPCB Jawa Timur, Zakaria Kasimin.

Bangunan utama PIM memuat koleksi yang dibagi dalam tiga ruang koleksi. Yakni, koleksi batu (stone), koleksi masa Islam, dan koleksi Panji. Pada tiap ruangannya memuat aneka benda kebudayaan mulai alat masak, membuat jamu, arca, barang kesenian, hingga sumur.

Baca Juga :  Terima Kasih Tenaga Medisku

Kedua, Museum Gubug Wayang yang terletak di Jalan Kartini Kota Mojokerto. Museum milik privat ini mengoleksi aneka jenis wayang dari berbagai daerah dan zaman. Dari museum ini diketahui hikayat dan sejarah wayang sebagai benda seni dan kebudayaan.

Ketiga adalah Museum Rolak Songo. Lokasinya di Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. Berada di dekat Bendungan Rolak Songo, museum ini satu area dengan kantor PT Jasa Tirta. Barang koleksi museum ini berupa bangunan pintu air zaman dulu yang berada di area timur. Kemudian terdapat pula foto-foto proses pembuatan bendungan Rolak Songo. (fen/abi)

Terdapat tiga museum yang beroperasi di Mojokerto. Ketiganya memiliki ciri dan keunikan tersendiri sebagai sumber inspirasi lintas generasi. 

PERTAMA, Museum Trowulan begitu orang-orang menyebutnya. Terletak di Desa/Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto, museum ini bernama resmi Unit Pengelolaan Pusat Informasi Majapahit (PIM). Berada dalam naungan Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur.

Kemarin, sejumlah wisatawan tampak mengunjungi museum ini. Kebanyakan berasal dari luar Mojokerto. Mereka datang bersama rombongan keluarga. ’’Kalau pagi, sering anak-anak sekolah yang datang. Sejak buka Jumat (8/1) kemarin, mulai banyak kunjungan,’’ ujar petugas loket.

Dulunya, museum ini berada di kantor BPCB Jawa Timur Jalan Raya Mojokerto-Mojoagung. Cikal bakalnya justru berada di samping timur Pendapa Bupati Mojokerto Jalan Ahmad Yani Kota Mojokerto. Didirikan ketika zaman kolonial oleh Bupati Mojokerto saat itu, RAA Kromodjojo Adinegoro. Hasil prakarsa dengan arsitek Belanda Ir Hendry Maclaine Pont.

Baca Juga :  Simbol Kerajaan dan Elegan

Museum yang berjarak selemparan batu dari Kolam Segaran ini memiliki ribuan temuan arkeologis. Baik berupa koleksi batu, logam, terakota, dan keramik. Hingga kini koleksinya terus bertambah seiring dengan bertambahnya temuan dari masyarakat maupun penggalian arkeologis.

Selama pandemi, museum ini sempat tutup sejak Maret 2020. Penutupan imbas pembatasan aktivitas masyarakat itu dimanfaatkan untuk renovasi sejumlah sarana dan prasarana. ’’Renovasi untuk perbaikan karena nanti ada tambah koleksi baru,’’ ujar Kepala BPCB Jawa Timur, Zakaria Kasimin.

- Advertisement -

Bangunan utama PIM memuat koleksi yang dibagi dalam tiga ruang koleksi. Yakni, koleksi batu (stone), koleksi masa Islam, dan koleksi Panji. Pada tiap ruangannya memuat aneka benda kebudayaan mulai alat masak, membuat jamu, arca, barang kesenian, hingga sumur.

Baca Juga :  Semakin Rajin, Permudah Kelahiran

Kedua, Museum Gubug Wayang yang terletak di Jalan Kartini Kota Mojokerto. Museum milik privat ini mengoleksi aneka jenis wayang dari berbagai daerah dan zaman. Dari museum ini diketahui hikayat dan sejarah wayang sebagai benda seni dan kebudayaan.

Ketiga adalah Museum Rolak Songo. Lokasinya di Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. Berada di dekat Bendungan Rolak Songo, museum ini satu area dengan kantor PT Jasa Tirta. Barang koleksi museum ini berupa bangunan pintu air zaman dulu yang berada di area timur. Kemudian terdapat pula foto-foto proses pembuatan bendungan Rolak Songo. (fen/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/