alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Anggaran KONI Nihil, Wali Kota Akomodir Tuntutan Pendemo

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Nihilnya anggaran olahraga selama kurun waktu 2019 memaksa KONI Kota Mojokerto kembali menuntut tanggung jawab Pemkot Mojokerto.

KONI bersama atlet dan insan olahraga kembali menggelar demo di depan pemkot untuk kali keduanya, Kamis (12/9).

Tak jauh beda dengan aksi pertama, permintaan alokasi anggaran pembinaan kembali mereka suarakan kepada para pejabat Kota Onde-Onde. Permintaan ini mengingat program pembinaan olahraga masih terus berjalan kurang dari empat bulan ke depan sampai akhir tahun nanti.

Tak hanya itu, KONI juga meminta pemda mengevaluasi kinerja pejabatnya yang dinilai kurang maksimal dalam memperjuangkan pembinaan olahraga. Khususnya di lingkup disporabudpar sebagai OPD yang membidangi langsung sistem keolahragaan.

’’Kita mendobrak seperti ini (demo di depan pemkot, red) supaya tidak terulang kembali di tahun berikutnya,’’ ujar Ketua KONI Kota Mojokerto Santoso Bekti Wibowo.

Baca Juga :  Pungutan Liar Meresahkan Pedagang, Berdalih untuk Penanganan Covid-19

Aksi kali kedua ini pun langsung mendapat tanggapan Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari. Ning Ita, sapaan akrabnya langsung mengajak hearing peserta aksi di dalam Gedung Nusantara Pemkot.

Dalam pertemuan tertutup itu, Ning Ita mengaku, mengakomodir tuntutan yang disampaikan KONI. Baik persoalan ngeblong-nya anggaran hingga arah pembinaan olahraga kedepan. Termasuk mengevaluasi kinerja semua pejabat eselon II sebagai jajaran utama pembantu kinerja pembangunan pemda.

’’Tentu menjadi pertimbangan kami sebagai PPK (Pejabat Pembina Kepegawaian). Akan kami evaluasi seluruh ASN sebagai kewenangan kami untuk melakukan pembinaan. Record ini akan kami lihat di BKD,’’ tuturnya.  

Dalam evaluasi nanti, wali kota berjanji memutuskan tindakan yang tepat sesuai hasil penilaian tim psikolog. Evaluasi ini sekaligus dalam rangka mendukung kinerja pembangunan di semua sektor pemerintahan. Termasuk di bidang olahraga yang dinilai memiliki potensi luar biasa untuk dikembangkan. ’’Ini akan jadi bahan pertimbangan bagi saya untuk memutuskan,’’ tambahnya.

Baca Juga :  KONI Kota Coret Ratusan Atlet

Disinggung soal anggaran, wali kota mengaku sudah berupaya semaksimal mungkin sesuai jalurnya. Termasuk disposisi anggaran lewat dana hibah sebesar Rp 2,5 miliar saat P-APBD 2019. Namun dalam mekanismenya, usulan tersebut diakui gagal teranggarkan. Hal ini setelah oleh tim anggaran pemkot dan badan anggaran DPRD menerima banyak pertimbangan dari kejaksaan soal ploting hibah yang dinilai tidak memiliki dasar perubahan.

’’Memang sudah kita lalui proses itu (pengajuan hibah KONI, red) sampai titik terakhir. Atas pertimbangan dari kejaksaan, itu tidak bisa dianggarkan di P-APBD. Tetapi akan tetap kita proses sejak awal untuk dianggarkan di APBD 2020. Insya Allah sudah sepakat antara eksekutif dan legislatif untuk direalisasikan karena mekanismenya sudah dilalui sesuai aturan,’’ pungkasnya.

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Nihilnya anggaran olahraga selama kurun waktu 2019 memaksa KONI Kota Mojokerto kembali menuntut tanggung jawab Pemkot Mojokerto.

KONI bersama atlet dan insan olahraga kembali menggelar demo di depan pemkot untuk kali keduanya, Kamis (12/9).

Tak jauh beda dengan aksi pertama, permintaan alokasi anggaran pembinaan kembali mereka suarakan kepada para pejabat Kota Onde-Onde. Permintaan ini mengingat program pembinaan olahraga masih terus berjalan kurang dari empat bulan ke depan sampai akhir tahun nanti.

Tak hanya itu, KONI juga meminta pemda mengevaluasi kinerja pejabatnya yang dinilai kurang maksimal dalam memperjuangkan pembinaan olahraga. Khususnya di lingkup disporabudpar sebagai OPD yang membidangi langsung sistem keolahragaan.

’’Kita mendobrak seperti ini (demo di depan pemkot, red) supaya tidak terulang kembali di tahun berikutnya,’’ ujar Ketua KONI Kota Mojokerto Santoso Bekti Wibowo.

Baca Juga :  Tagih Manajemen, Suporter PSMP Luruk KONI

Aksi kali kedua ini pun langsung mendapat tanggapan Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari. Ning Ita, sapaan akrabnya langsung mengajak hearing peserta aksi di dalam Gedung Nusantara Pemkot.

- Advertisement -

Dalam pertemuan tertutup itu, Ning Ita mengaku, mengakomodir tuntutan yang disampaikan KONI. Baik persoalan ngeblong-nya anggaran hingga arah pembinaan olahraga kedepan. Termasuk mengevaluasi kinerja semua pejabat eselon II sebagai jajaran utama pembantu kinerja pembangunan pemda.

’’Tentu menjadi pertimbangan kami sebagai PPK (Pejabat Pembina Kepegawaian). Akan kami evaluasi seluruh ASN sebagai kewenangan kami untuk melakukan pembinaan. Record ini akan kami lihat di BKD,’’ tuturnya.  

Dalam evaluasi nanti, wali kota berjanji memutuskan tindakan yang tepat sesuai hasil penilaian tim psikolog. Evaluasi ini sekaligus dalam rangka mendukung kinerja pembangunan di semua sektor pemerintahan. Termasuk di bidang olahraga yang dinilai memiliki potensi luar biasa untuk dikembangkan. ’’Ini akan jadi bahan pertimbangan bagi saya untuk memutuskan,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Makin Molek dengan Air Suspension

Disinggung soal anggaran, wali kota mengaku sudah berupaya semaksimal mungkin sesuai jalurnya. Termasuk disposisi anggaran lewat dana hibah sebesar Rp 2,5 miliar saat P-APBD 2019. Namun dalam mekanismenya, usulan tersebut diakui gagal teranggarkan. Hal ini setelah oleh tim anggaran pemkot dan badan anggaran DPRD menerima banyak pertimbangan dari kejaksaan soal ploting hibah yang dinilai tidak memiliki dasar perubahan.

’’Memang sudah kita lalui proses itu (pengajuan hibah KONI, red) sampai titik terakhir. Atas pertimbangan dari kejaksaan, itu tidak bisa dianggarkan di P-APBD. Tetapi akan tetap kita proses sejak awal untuk dianggarkan di APBD 2020. Insya Allah sudah sepakat antara eksekutif dan legislatif untuk direalisasikan karena mekanismenya sudah dilalui sesuai aturan,’’ pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/