alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Spot Baru Berburu Gemerlap Malam Perkotaan di Atas Awan

Kabupaten Mojokerto memiliki spot baru untuk berburu keindahan. Warga sekitar menyebutnya Puthuk Kembang. Meski tak begitu tinggi, namun lokasi ini menyajikan keindahan yang luar biasa saat malam hari.

BERADA di ketinggian 570 mdpl, lokasi yang memukau ini tak membutuhkan perjuangan berat. Penikmat spot baru ini tak harus berjalan dan berjibaku dengan kerasnya bebatuan pegunungan.

Namun, cukup memarkir kendaraan, dan berjarak sekitar 100 meter, sudah bisa memilih spot foto yang diharapkan. Ya, untuk mencapai lokasi ini, hanya membutuhkan perjuangan berjalan kaki sekitar 5 menit.

Belum sempat keringat mengucur, keindahan sudah di depan mata. Mata akan dimanjakan dengan view gemerlap lampu perkotaan. ’’Itu daerah Pasuruan dan yang sebelah sini, rumah-rumah di Mojokerto sendiri,’’ ujar Arif, warga setempat.

Baca Juga :  Mangkir Saat Ujian, Bawaslu Coret 13 Peserta

Spot foto memang cukup strategis. Bersih dari pepohonan, kawasan ini memberikan keleluasaan bagi pencinta fotografi. Mereka bisa mengambil gambar sesuai selera dan angle terbaik.

Sejak 7 Oktober lalu resmi dibuka, wisata yang dikelola warga dan pemerintah desa setempat ini sudah kebanjiran pengunjung. Terutama saat akhir pekan. Tak sedikit wisatawan lokal yang rela menginap dan mendirikan tenda di lokasi ini.

Soleh, salah satu pengunjung, mengatakan, anggota komunitasnya sengaja mencapai lokasi ini untuk memburu keindahan suasana perkotaan saat malam hari.

Ia pun rela menggeber kendaraannya hingga jelang puncak. ’’Suasananya romantis. Sangat indah saat malam hari,’’ tuturnya. Hasil jepretannya pun, dikira banyak orang mirip di wisata puncak paralayang, Batu.

Baca Juga :  Rombongan Guru TK-SMP Tilik Karya Seni

’’Karena, ketinggiannya hampir sama. Sangat menarik untuk dinikmati,’’ tegas pegawai Kabupaten Mojokerto ini. Meski tak sulit dijangkau, namun Soleh menyayangkan jalur menuju lokasi ini. Karena, jalanan masih belum disentuh pembangunan.

Ia khawatir, kendaraan yang menuju ke lokasi, terpeleset saat musim hujan. ’’Kalau tidak hujan, tidak masalah. Kalau hujan, pasti takut terpeleset,’’ pungkasnya. 

 

Kabupaten Mojokerto memiliki spot baru untuk berburu keindahan. Warga sekitar menyebutnya Puthuk Kembang. Meski tak begitu tinggi, namun lokasi ini menyajikan keindahan yang luar biasa saat malam hari.

BERADA di ketinggian 570 mdpl, lokasi yang memukau ini tak membutuhkan perjuangan berat. Penikmat spot baru ini tak harus berjalan dan berjibaku dengan kerasnya bebatuan pegunungan.

Namun, cukup memarkir kendaraan, dan berjarak sekitar 100 meter, sudah bisa memilih spot foto yang diharapkan. Ya, untuk mencapai lokasi ini, hanya membutuhkan perjuangan berjalan kaki sekitar 5 menit.

Belum sempat keringat mengucur, keindahan sudah di depan mata. Mata akan dimanjakan dengan view gemerlap lampu perkotaan. ’’Itu daerah Pasuruan dan yang sebelah sini, rumah-rumah di Mojokerto sendiri,’’ ujar Arif, warga setempat.

Baca Juga :  Mendag RI Lutfi Galang Pertemuan Menteri Ekonomi ASEAN

Spot foto memang cukup strategis. Bersih dari pepohonan, kawasan ini memberikan keleluasaan bagi pencinta fotografi. Mereka bisa mengambil gambar sesuai selera dan angle terbaik.

Sejak 7 Oktober lalu resmi dibuka, wisata yang dikelola warga dan pemerintah desa setempat ini sudah kebanjiran pengunjung. Terutama saat akhir pekan. Tak sedikit wisatawan lokal yang rela menginap dan mendirikan tenda di lokasi ini.

- Advertisement -

Soleh, salah satu pengunjung, mengatakan, anggota komunitasnya sengaja mencapai lokasi ini untuk memburu keindahan suasana perkotaan saat malam hari.

Ia pun rela menggeber kendaraannya hingga jelang puncak. ’’Suasananya romantis. Sangat indah saat malam hari,’’ tuturnya. Hasil jepretannya pun, dikira banyak orang mirip di wisata puncak paralayang, Batu.

Baca Juga :  Pasca Kasus Match Fixing, PSMP Kesulitan Hubungi Krisna Adi

’’Karena, ketinggiannya hampir sama. Sangat menarik untuk dinikmati,’’ tegas pegawai Kabupaten Mojokerto ini. Meski tak sulit dijangkau, namun Soleh menyayangkan jalur menuju lokasi ini. Karena, jalanan masih belum disentuh pembangunan.

Ia khawatir, kendaraan yang menuju ke lokasi, terpeleset saat musim hujan. ’’Kalau tidak hujan, tidak masalah. Kalau hujan, pasti takut terpeleset,’’ pungkasnya. 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/