alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Sensasi Qusthul Hindi dan Smooth Taste Raja Buah

Minuman olahan kopi terus bermunculan. Salah satunya diusung Omah Duren di Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. Di situ, minuman kopi dicampur dengan herbal qusthul hindi dan daging buah durian yang menyengat.

Kopi dengan kombinasi bahan herbal ini tergolong baru. Adalah herbal qusthul hindi yang diberikan pada kopi panas. Bahan herbal dari Jazirah Arab ini dipercaya membawa manfaat kesehatan. Maklum, di negeri gurun tersebut, herbal jenis ini kerap digunakan campuran untuk meningkatkan daya tahan dan vitalitas tubuh.

’’Ini bahan herbal dari Arab. Utamanya untuk obat penyakit paru dan lambung,’’ ujar Gus Fahmi, pemilik Omah Duren ditemui Jawa Pos Radar Mojokerto, kemarin.

Ia mengklaim, kopi qusthul hindi bikinannya yang baru kali pertama ada di Mojokerto. Percampuran dua bahan itu didapatkannya selepas mengikuti pelatihan barista yang digelar ormas kepemudaan di Jakarta beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  30 Jadwal Job Batal, Bikin Video YouTube di Warkop

Pria yang akrab disapa Kaji Duren ini, menjelaskan, kopi qusthul hindi menawarkan sensasi rasa pahit yang khas. Bahan herbal berupa tanaman dari Arab itu membawa manfaat kesehatan tersendiri. ’’Herbal ini juga bisa tingkatkan vitalitas pula. Karena itu, rasanya agak pahit. Jadi ketika dicampur kopi, sensasi pahit dan aromanya khas sekali,’’ jelas dia.

Bahan herbal ini, rincinya, merupakan tanaman yang pernah diwahyukan dalam kitab suci Alquran. Untuk itu, oleh kalangan tertentu, dipercaya membawa manfaat tersendiri. ’’Karena itu, saya beri nama Kopi Langitan. Karena ada pesan langit dalam bahan tersebut,’’ bebernya.

Sajian olahan kopi, lanjutnya, adalah kopi duren. Kombinasi kopi dengan durian, sebut dia, menawarkan sensasi kombinasi rasa pahit kopi dan smooth taste durian. ’’Kombinasi keduanya membuat penggemar kopi bisa merasakan dua karakter rasa yang berbeda,’’ tandas pria kelahiran Trenggalek ini.

Baca Juga :  Hindari Black Compaign dan Hate Speech

Begitu dirasakan, kopi durian terasa seduhan biji kopi yang lebih halus. Kemudian, muncul rasa manis dan pahit dari daging durian. ’’Baik kopi langitan maupun kopi duren cara penyeduhannya berbeda dengan kebanyakan. Jadi, kopi di-com dulu terpisah dari kedua bahan. Setelah tiga menit, kopi dicampur tanpa gula,’’ rinci dia.

Kedua kopi khas Omah Duren itu dibanderol Rp 10 ribu per gelas. Untuk menemani sajian kopi khas tersebut, di tempatnya juga kerap disandingkan dengan olahan ketan duren. Mulai, ketan durian sirup, ketan dawet durian, dan tape ketan durian. ’’Kopi langitan dan kopi duren ditemani aneka ketan durian yang dijual Rp 15 ribu per mangkuk. Jadi teman nongkrong yang asyik,’’ pungkasnya. (fen/abi)

 

Minuman olahan kopi terus bermunculan. Salah satunya diusung Omah Duren di Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. Di situ, minuman kopi dicampur dengan herbal qusthul hindi dan daging buah durian yang menyengat.

Kopi dengan kombinasi bahan herbal ini tergolong baru. Adalah herbal qusthul hindi yang diberikan pada kopi panas. Bahan herbal dari Jazirah Arab ini dipercaya membawa manfaat kesehatan. Maklum, di negeri gurun tersebut, herbal jenis ini kerap digunakan campuran untuk meningkatkan daya tahan dan vitalitas tubuh.

’’Ini bahan herbal dari Arab. Utamanya untuk obat penyakit paru dan lambung,’’ ujar Gus Fahmi, pemilik Omah Duren ditemui Jawa Pos Radar Mojokerto, kemarin.

Ia mengklaim, kopi qusthul hindi bikinannya yang baru kali pertama ada di Mojokerto. Percampuran dua bahan itu didapatkannya selepas mengikuti pelatihan barista yang digelar ormas kepemudaan di Jakarta beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Outift Jadi Identitas Diri

Pria yang akrab disapa Kaji Duren ini, menjelaskan, kopi qusthul hindi menawarkan sensasi rasa pahit yang khas. Bahan herbal berupa tanaman dari Arab itu membawa manfaat kesehatan tersendiri. ’’Herbal ini juga bisa tingkatkan vitalitas pula. Karena itu, rasanya agak pahit. Jadi ketika dicampur kopi, sensasi pahit dan aromanya khas sekali,’’ jelas dia.

Bahan herbal ini, rincinya, merupakan tanaman yang pernah diwahyukan dalam kitab suci Alquran. Untuk itu, oleh kalangan tertentu, dipercaya membawa manfaat tersendiri. ’’Karena itu, saya beri nama Kopi Langitan. Karena ada pesan langit dalam bahan tersebut,’’ bebernya.

- Advertisement -

Sajian olahan kopi, lanjutnya, adalah kopi duren. Kombinasi kopi dengan durian, sebut dia, menawarkan sensasi kombinasi rasa pahit kopi dan smooth taste durian. ’’Kombinasi keduanya membuat penggemar kopi bisa merasakan dua karakter rasa yang berbeda,’’ tandas pria kelahiran Trenggalek ini.

Baca Juga :  Tetap Dipertahankan, Pasca Gagal di Porprov

Begitu dirasakan, kopi durian terasa seduhan biji kopi yang lebih halus. Kemudian, muncul rasa manis dan pahit dari daging durian. ’’Baik kopi langitan maupun kopi duren cara penyeduhannya berbeda dengan kebanyakan. Jadi, kopi di-com dulu terpisah dari kedua bahan. Setelah tiga menit, kopi dicampur tanpa gula,’’ rinci dia.

Kedua kopi khas Omah Duren itu dibanderol Rp 10 ribu per gelas. Untuk menemani sajian kopi khas tersebut, di tempatnya juga kerap disandingkan dengan olahan ketan duren. Mulai, ketan durian sirup, ketan dawet durian, dan tape ketan durian. ’’Kopi langitan dan kopi duren ditemani aneka ketan durian yang dijual Rp 15 ribu per mangkuk. Jadi teman nongkrong yang asyik,’’ pungkasnya. (fen/abi)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/