alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Sunday, May 29, 2022

Harus Lebih Tenang dan Komunikatif

MOJOSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kemenangan telak 4-0 atas Ngawi FC dalam laga kedua babak penyisihan grup F Liga 3 regional Jatim di stadion Gajah Mada Mojosari kemarin kian membuka lebar pintu lolos AC Majapahit ke babak 32 besar. Pun demikian skuad Mojosari Putra yang kembali meraup 3 poin dari Bumi Wali FC di jam kedua dengan skor 2-1, turut menempel dominasi AC Majapahit.

Namun kemenangan kali kedua mereka itu masih belum cukup mengamankan posisinya. Meski sama-sama unggul margin satu laga dari dua tim pesaing, tiga poin di laga ketiga Sabtu (13/11) besok wajib direbut kembali guna mengamankan tiket lolos. Ketenangan dan komunikasi intensif saat bermain menjadi pegangan utama menapaki laga selanjutnya. Ya, dua tim tuan rumah sementara ini masih leading sebagai pemuncak dan runner up klasemen grup F dengan nilai sama, 6 poin.

Namun tim pelatih dari dua tim tuan rumah ini mengaku masih belum puas atas hasil yang sudah diraih. Meskipun dua tim pesaing, Ngawi FC dan Bumi Wali FC peluangnya lolos juga sangat tipis, evaluasi dari laga kemarin masih menjadi patokan untuk membenahi komposisi tim di laga berikutnya. ’’Kami memang punya style of play sendiri. Jadi lawan siapapun, kami juga memperhatikan kelemahan dan kelebihan lawan. Tapi yang lebih penting, pemain harus lebih tenang dan tidak panik untuk mencetak gol,’’ ujar pelatih AC Majapahit, Ambitie Dolus Cahyana.

Baca Juga :  Damaran Budaya, Wadah Budayawan Menggali Kebesaran Kerajaan Majapahit

Tidak hanya ketenangan, komunikasi intensif antarpemain di lapangan juga harus ditingkatkan bagi Mojosari Putra FC di laga ketiga nanti. Bahkan tim pelatih The Blues Army turut menyadari jika kemenangan anak asuhnya di laga kemarin tidak dibarengi dengan permainan maksimal. Hilangnya fungsi pengatur serangan di sektor gelandang menjadi kendala mereka tidak bisa menguasai permainan. Beruntung, Laskar Bumi Wali bermain kurang tenang dan justru sering berbuat kesalahan sendiri.

’’Memang kami kalah di gelandang. Memang itu formasi yang kami pakai selama ini dan itu masih wajar karena kami mengandalkan counter attack. Saya kira kami perbaiki cara komunikasinya anak-anak dan kekompakan secara tim,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Andalkan Gurih dari Rempah dan Olahan Ikan

Empat gol AC Majapahit di pertandingan jam pertama kemarin masing-masing disumbangkan Mohammad Wiranto saat laga baru berjalan dua menit. Disusul sepakan bebas sang kapten, Egi Wiranata dari luar kotak pinalti di menit 37.

AC Majapahit memperlebar skor menjadi 3-0 lewat sontekan pemain pengganti, Bagus Adi Prayitno di menit 61. Tiga menit tambahan waktu yang diberikan wasit, masih dimanfaatkan Andrian Arjuanto menambah gol sehingga skor 4-0 menjadi milik Laskar Guntur Geni.

Sementara skor 2-1 diraih Mojosari Putra FC lewat sundulan Saddam Husein pada menit 18. Dan salah antisipasi pemain belakang Bumi Wali FC saat menghalau sepakan keras Kartanto menit 38. Sebelumnya, The Blues Army tertinggal lebih dulu dari lawan di menit 15 hasil dari kesalahan kiper dalam mengantisipasi sepakan lawan. (far/fen)

MOJOSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kemenangan telak 4-0 atas Ngawi FC dalam laga kedua babak penyisihan grup F Liga 3 regional Jatim di stadion Gajah Mada Mojosari kemarin kian membuka lebar pintu lolos AC Majapahit ke babak 32 besar. Pun demikian skuad Mojosari Putra yang kembali meraup 3 poin dari Bumi Wali FC di jam kedua dengan skor 2-1, turut menempel dominasi AC Majapahit.

Namun kemenangan kali kedua mereka itu masih belum cukup mengamankan posisinya. Meski sama-sama unggul margin satu laga dari dua tim pesaing, tiga poin di laga ketiga Sabtu (13/11) besok wajib direbut kembali guna mengamankan tiket lolos. Ketenangan dan komunikasi intensif saat bermain menjadi pegangan utama menapaki laga selanjutnya. Ya, dua tim tuan rumah sementara ini masih leading sebagai pemuncak dan runner up klasemen grup F dengan nilai sama, 6 poin.

Namun tim pelatih dari dua tim tuan rumah ini mengaku masih belum puas atas hasil yang sudah diraih. Meskipun dua tim pesaing, Ngawi FC dan Bumi Wali FC peluangnya lolos juga sangat tipis, evaluasi dari laga kemarin masih menjadi patokan untuk membenahi komposisi tim di laga berikutnya. ’’Kami memang punya style of play sendiri. Jadi lawan siapapun, kami juga memperhatikan kelemahan dan kelebihan lawan. Tapi yang lebih penting, pemain harus lebih tenang dan tidak panik untuk mencetak gol,’’ ujar pelatih AC Majapahit, Ambitie Dolus Cahyana.

Baca Juga :  Misi Amankan Tiket 32 Besar

Tidak hanya ketenangan, komunikasi intensif antarpemain di lapangan juga harus ditingkatkan bagi Mojosari Putra FC di laga ketiga nanti. Bahkan tim pelatih The Blues Army turut menyadari jika kemenangan anak asuhnya di laga kemarin tidak dibarengi dengan permainan maksimal. Hilangnya fungsi pengatur serangan di sektor gelandang menjadi kendala mereka tidak bisa menguasai permainan. Beruntung, Laskar Bumi Wali bermain kurang tenang dan justru sering berbuat kesalahan sendiri.

’’Memang kami kalah di gelandang. Memang itu formasi yang kami pakai selama ini dan itu masih wajar karena kami mengandalkan counter attack. Saya kira kami perbaiki cara komunikasinya anak-anak dan kekompakan secara tim,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Diteken Joe Biden, Mendag: Produk Panel Surya RI Siap Bersaing di AS

Empat gol AC Majapahit di pertandingan jam pertama kemarin masing-masing disumbangkan Mohammad Wiranto saat laga baru berjalan dua menit. Disusul sepakan bebas sang kapten, Egi Wiranata dari luar kotak pinalti di menit 37.

- Advertisement -

AC Majapahit memperlebar skor menjadi 3-0 lewat sontekan pemain pengganti, Bagus Adi Prayitno di menit 61. Tiga menit tambahan waktu yang diberikan wasit, masih dimanfaatkan Andrian Arjuanto menambah gol sehingga skor 4-0 menjadi milik Laskar Guntur Geni.

Sementara skor 2-1 diraih Mojosari Putra FC lewat sundulan Saddam Husein pada menit 18. Dan salah antisipasi pemain belakang Bumi Wali FC saat menghalau sepakan keras Kartanto menit 38. Sebelumnya, The Blues Army tertinggal lebih dulu dari lawan di menit 15 hasil dari kesalahan kiper dalam mengantisipasi sepakan lawan. (far/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/