alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Yoko Ogah Maju lewat PDI-P

PURI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Mojokerto Yoko Priyono, memastikan tidak akan mengambil formulir penjaringan bacalon bupati atau wakil bupati di PDI Perjuangan. Alasannya, ia masih memegang etika dalam berpolitik.

Hal itu ditegaskan Yoko, kemarin. Menurutnya, PDI Perjuangan cukup potensial menjadi kendaraan dalam pilbup nanti. Akan tetapi, Pungkasiadi yang kini menjadi pucuk pimpinan di DPC PDI Perjuangan, membuat ia harus berpikir berbeda. ’’Pak Pung itu sebagai ketua DPC. Tidak mungkin saya harus ikut berebut rekom,’’ ungkapnya.

Bagi dia, mengambil formulir pendaftaran penjaringan di PDI Perjuangan, justru melanggar etika dalam berpolitik. ’’Saya pastikan tidak akan lewat PDI Perjuangan. Itu etika yang saya pegang teguh,’’ papar Yoko.

Baca Juga :  Packing Belum Tuntas, Distribusi Logistik Pemilu di Mojokerto Dicicil

Selain itu, mantan kepala Dinas Perizinan Kabupaten Mojokerto ini, menegaskan, ia yang sudah mendapat restu dari sejumlah parpol, harus menjaga kesantunan. Diakuinya, terdapat sejumlah parpol yang memberikan sinyal atas pencalonannya dalam pilbup 2020 nanti.

Sedikitnya enam partai politik yang sudah memberikan respons positif. Yakni, PPP, Gerindra, PAN, Nasdem, PKS, dan Hanura. Mereka sudah berulang-ulang melakukan komunikasi politik untuk mengusung Yoko. ’’Kalau saya mendaftar, tentu saya harus mendapat izin mereka. Tetapi, sampai sekarang, belum ada kabar,’’ tambahnya.

Jika enam parpol tersebut, maka Yoko akan mendapatkan ’’tiket’’ yang melimpah. Karena, sudah tembus hampir 40 persen dari batas minimal mengusung kandidat sebanyak 20 persen dari kuota kursi di DPRD.

Baca Juga :  Lolos 8 Besar, Challange The Lasmojo Lebih Berat

Yoko memastikan, jika dirinya tak mencalonkan melalui PDI Perjuangan bukan disebabkan minder dan sia-sia. ’’Bukan karena pesimistis. Saya hanya menjaga etika. Berpolitik itu harus santun,’’ pungkasnya.

Saat ini, PDI Perjuangan sudah terdapat tiga figur yang mendaftar. Mereka adalah Wabup Pungkasiadi dan Purwo Santoso. Keduanya akan berebut rekom Calon Bupati. Sedangkan, Firman Effendi yang kini menjabat sebagai Ketua KONI Kabupaten Mojokerto selama dua periode tersebut, mencalonkan diri sebagai wakil bupati.

PURI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Mojokerto Yoko Priyono, memastikan tidak akan mengambil formulir penjaringan bacalon bupati atau wakil bupati di PDI Perjuangan. Alasannya, ia masih memegang etika dalam berpolitik.

Hal itu ditegaskan Yoko, kemarin. Menurutnya, PDI Perjuangan cukup potensial menjadi kendaraan dalam pilbup nanti. Akan tetapi, Pungkasiadi yang kini menjadi pucuk pimpinan di DPC PDI Perjuangan, membuat ia harus berpikir berbeda. ’’Pak Pung itu sebagai ketua DPC. Tidak mungkin saya harus ikut berebut rekom,’’ ungkapnya.

Bagi dia, mengambil formulir pendaftaran penjaringan di PDI Perjuangan, justru melanggar etika dalam berpolitik. ’’Saya pastikan tidak akan lewat PDI Perjuangan. Itu etika yang saya pegang teguh,’’ papar Yoko.

Baca Juga :  Siap Belajar dari Kasus yang Ada, Minta ASN Bekerja Sesuai Aturan

Selain itu, mantan kepala Dinas Perizinan Kabupaten Mojokerto ini, menegaskan, ia yang sudah mendapat restu dari sejumlah parpol, harus menjaga kesantunan. Diakuinya, terdapat sejumlah parpol yang memberikan sinyal atas pencalonannya dalam pilbup 2020 nanti.

Sedikitnya enam partai politik yang sudah memberikan respons positif. Yakni, PPP, Gerindra, PAN, Nasdem, PKS, dan Hanura. Mereka sudah berulang-ulang melakukan komunikasi politik untuk mengusung Yoko. ’’Kalau saya mendaftar, tentu saya harus mendapat izin mereka. Tetapi, sampai sekarang, belum ada kabar,’’ tambahnya.

Jika enam parpol tersebut, maka Yoko akan mendapatkan ’’tiket’’ yang melimpah. Karena, sudah tembus hampir 40 persen dari batas minimal mengusung kandidat sebanyak 20 persen dari kuota kursi di DPRD.

Baca Juga :  Rusak Estetika, Warga Turunkan Paksa APK Caleg
- Advertisement -

Yoko memastikan, jika dirinya tak mencalonkan melalui PDI Perjuangan bukan disebabkan minder dan sia-sia. ’’Bukan karena pesimistis. Saya hanya menjaga etika. Berpolitik itu harus santun,’’ pungkasnya.

Saat ini, PDI Perjuangan sudah terdapat tiga figur yang mendaftar. Mereka adalah Wabup Pungkasiadi dan Purwo Santoso. Keduanya akan berebut rekom Calon Bupati. Sedangkan, Firman Effendi yang kini menjabat sebagai Ketua KONI Kabupaten Mojokerto selama dua periode tersebut, mencalonkan diri sebagai wakil bupati.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/