alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 17, 2022

Gerimis Melodi Syahdu Penanggungan

HAWA sejuk langsung menyergap begitu menginjakkan kaki di Grand Whiz Hotel Trawas, Desa Belik, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Di area tersebut, bermukim Jungle Cafe. Sebuah cafe estetik dengan ’’hidangan utama’’ panorama Gunung Penanggungan.

Jawa Pos Radar Mojokerto berkesempatan mengunjungi kafe yang berada di ketinggian 600 Mdpl itu, kemarin. Di situ, langsung tergambar nyata keindahan gunung yang biasa disebut Pawitra. Detail gunung yang dianggap suci nan keramat itu terlihat jelas. Lekuk lereng gunung, rumah-rumah orang di desa terpencil. Suara azan dari masjid di kejauhan terdengar sayup-sayup.

Kafe berkonsep outdoor itu dilengkapi puluhan tenda bagi pengunjung. Juga, spot foto selfie dan instagramable. Yang paling menarik adalah spot dek pengunjung. Di situ, pengunjung bisa langsung menikmati kemolekan Gunung Penanggungan dengan mata telanjang. Lantaran berada di sudut lereng perbukitan.

Baca Juga :  28 Tahun Terbaring di Kamar, Komunikasi Hanya lewat HT

Tak berapa lama, gerimis turun. Tapi tak usah khawatir. Pengunjung tak perlu berlindung dengan berbalik ke hotel. Melainkan cukup menurunkan plastik transparan penutup tenda. Kegiatan nongkrong atau kongko bersama kolega aman berlanjut. ’’Kalau saat ini memang sering turun hujan sejak pagi. Tapi, di tenda sudah kami siapkan plastik pelindung,’’ ungkap Danny Budiman, founder Jungle Cafe, ditemui di lokasi.

Untuk menemani waktu bersantai sembari menikmati kemolekan Gunung Penanggungan, disiapkan beragam outlet kuliner. Menyajikan aneka menu jajanan hingga makanan berat. Meski begitu, harganya cukup terjangkau dan ramah di kantong anak muda atau pelajar sekalipun. ’’Setiap hari kami sajikan live music. Kami buka mulai pukul 09.00 hingga 18.00,’’ terang pria yang juga General Manajer Grand Whiz Area Jatim ini.

Baca Juga :  Dukung Situs Kumitir Jadi Wisata Internasional

Kafe yang dibuka sejak Februari setahun lalu ini layak dikunjungi. Masih berada dalam satu area dengan Grand Whiz Hotel Trawas, membuatnya jauh dari riuh Jalan Raya Trawas. Suasana tenang membuat rileks. Sejenak melepas kepenatan akan rutinitas. Memandang tenang Gunung Penanggungan bersama kopi hangat. (fen/abi)

HAWA sejuk langsung menyergap begitu menginjakkan kaki di Grand Whiz Hotel Trawas, Desa Belik, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Di area tersebut, bermukim Jungle Cafe. Sebuah cafe estetik dengan ’’hidangan utama’’ panorama Gunung Penanggungan.

Jawa Pos Radar Mojokerto berkesempatan mengunjungi kafe yang berada di ketinggian 600 Mdpl itu, kemarin. Di situ, langsung tergambar nyata keindahan gunung yang biasa disebut Pawitra. Detail gunung yang dianggap suci nan keramat itu terlihat jelas. Lekuk lereng gunung, rumah-rumah orang di desa terpencil. Suara azan dari masjid di kejauhan terdengar sayup-sayup.

Kafe berkonsep outdoor itu dilengkapi puluhan tenda bagi pengunjung. Juga, spot foto selfie dan instagramable. Yang paling menarik adalah spot dek pengunjung. Di situ, pengunjung bisa langsung menikmati kemolekan Gunung Penanggungan dengan mata telanjang. Lantaran berada di sudut lereng perbukitan.

Baca Juga :  Baru Terbentuk, Kick Boxing Sabet Juara Umum

Tak berapa lama, gerimis turun. Tapi tak usah khawatir. Pengunjung tak perlu berlindung dengan berbalik ke hotel. Melainkan cukup menurunkan plastik transparan penutup tenda. Kegiatan nongkrong atau kongko bersama kolega aman berlanjut. ’’Kalau saat ini memang sering turun hujan sejak pagi. Tapi, di tenda sudah kami siapkan plastik pelindung,’’ ungkap Danny Budiman, founder Jungle Cafe, ditemui di lokasi.

Untuk menemani waktu bersantai sembari menikmati kemolekan Gunung Penanggungan, disiapkan beragam outlet kuliner. Menyajikan aneka menu jajanan hingga makanan berat. Meski begitu, harganya cukup terjangkau dan ramah di kantong anak muda atau pelajar sekalipun. ’’Setiap hari kami sajikan live music. Kami buka mulai pukul 09.00 hingga 18.00,’’ terang pria yang juga General Manajer Grand Whiz Area Jatim ini.

Baca Juga :  Beringin Klaim Yoko Paling Berpeluang

Kafe yang dibuka sejak Februari setahun lalu ini layak dikunjungi. Masih berada dalam satu area dengan Grand Whiz Hotel Trawas, membuatnya jauh dari riuh Jalan Raya Trawas. Suasana tenang membuat rileks. Sejenak melepas kepenatan akan rutinitas. Memandang tenang Gunung Penanggungan bersama kopi hangat. (fen/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/