alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

KONI Kota Mojokerto Fokus Benahi Legalitas Cabor

MOJOKERTO – Sebulan setelah menjalani Muskot, pengurus KONI Kota Mojokerto yang terpilih langsung bergerak menjalankan roda organisasinya.

Kali ini, KONI lebih memfokuskan kinerjanya pada proses administrasi lebih dulu sebelum melangkah pada restrukturisasi pembinaan di cabor. Di mana, masih terdapat sejumlah cabor yang belum mengantongi legalitas resmi dalam menjalankan pembinaan.

Sehingga, butuh pembenahan khusus sebelum terjun ke kejuaraan resmi. Baik di tingkat provinsi maupun nasional. Termasuk Porprov yang sebentar lagi digelar di empat kota, Juli mendatang.

’’Ya kan sama saja muspro kalau pembinaannya meningkatkan tapi legalitasnya tidak ada. Maka atlet otomatis juga tidak resmi,’’ tutur Nanang Andhiyan, sekretaris KONI Kota Mojokerto.

Namun, KONI belum mengetahui berapa jumlah cabor yang sudah lewat masa baktinya, sehingga butuh restrukturisasi pengurus sebelum dilegalkan. Sampai saat ini, KONI masih menginventarisir pengurus cabor dan atlet yang dibina.

Baca Juga :  Ketua PPK Pilwali Terima Honor Rp 1,8 Juta Per Bulan

Termasuk cabor andalan yang beberapa kali memperoleh medali di ajang Kejurprov, Porprov, atau pun Kejurnas. ’’Proses Administrasi ini agar di Porprov nanti mereka tidak terganjal legalitas. Karena Porprov landasannya tetap pada proses administrasi di cabor hingga KONI,’’ tambahnya.

KONI juga menekankan untuk menghidupkan kembali sejumlah cabor yang sudah tidak lagi menjalani pembinaan. Di mana, banyak sekali talenta muda Kota Onde-Onde yang tidak tersalurkan bakatnya lantaran cabor atau pola pembinaannya hilang.

Sehingga, butuh perhatian khusus agar ada bakat atlet tidak hilang hingga mereka mampu merebut prestasi di sejumlah kejuaraan. ’’Makanya itu, sekarang ini kita cari dan saring mana cabor yang berpotensi merebut medali untuk kita berikan perhatian,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Eks Ketua Meninggal Dunia, Kasus KONI Tak Berhenti

Ditanya soal persiapan Porprov, KONI masih tetap akan memberikan porsi khusus. Termasuk proses Training Center (TC) hingga nanti pelaksanaan di empat kota. Namun sebelum itu, KONI masih harus menunggu juknis dan regulasi Porprov yang resmi dari KONI Jatim.

Sehingga dalam persiapannya, KONI dan cabor mampu konsentrasi penuh. Dan, dapat melahirkan talenta muda dalam menyumbangkan medali. ’’Sembari administrasi dirampungkan, kita juga sudah membahas bersama cabor. Nanti akan kita lihat mana cabor yang berpotensi meraih medali,’’ tegasnya.

Sebelumnya, KONI telah menggelar rapat pertama bersama pengurus cabor pada, Rabu (6/2). Dalam pertemuan itu, KONI sepakat merampungkan administrasi dan legalitas cabor sebagai kerja pertama. Penyelesaian itu sekaligus untuk persiapan cabor menuju Porprov 2019 yang tinggal 6 bulan lagi. 

 

MOJOKERTO – Sebulan setelah menjalani Muskot, pengurus KONI Kota Mojokerto yang terpilih langsung bergerak menjalankan roda organisasinya.

Kali ini, KONI lebih memfokuskan kinerjanya pada proses administrasi lebih dulu sebelum melangkah pada restrukturisasi pembinaan di cabor. Di mana, masih terdapat sejumlah cabor yang belum mengantongi legalitas resmi dalam menjalankan pembinaan.

Sehingga, butuh pembenahan khusus sebelum terjun ke kejuaraan resmi. Baik di tingkat provinsi maupun nasional. Termasuk Porprov yang sebentar lagi digelar di empat kota, Juli mendatang.

’’Ya kan sama saja muspro kalau pembinaannya meningkatkan tapi legalitasnya tidak ada. Maka atlet otomatis juga tidak resmi,’’ tutur Nanang Andhiyan, sekretaris KONI Kota Mojokerto.

Namun, KONI belum mengetahui berapa jumlah cabor yang sudah lewat masa baktinya, sehingga butuh restrukturisasi pengurus sebelum dilegalkan. Sampai saat ini, KONI masih menginventarisir pengurus cabor dan atlet yang dibina.

Baca Juga :  Kreasi Jelly Art dengan Ikan Lele, Solusi Kurangi Jajan Anak

Termasuk cabor andalan yang beberapa kali memperoleh medali di ajang Kejurprov, Porprov, atau pun Kejurnas. ’’Proses Administrasi ini agar di Porprov nanti mereka tidak terganjal legalitas. Karena Porprov landasannya tetap pada proses administrasi di cabor hingga KONI,’’ tambahnya.

- Advertisement -

KONI juga menekankan untuk menghidupkan kembali sejumlah cabor yang sudah tidak lagi menjalani pembinaan. Di mana, banyak sekali talenta muda Kota Onde-Onde yang tidak tersalurkan bakatnya lantaran cabor atau pola pembinaannya hilang.

Sehingga, butuh perhatian khusus agar ada bakat atlet tidak hilang hingga mereka mampu merebut prestasi di sejumlah kejuaraan. ’’Makanya itu, sekarang ini kita cari dan saring mana cabor yang berpotensi merebut medali untuk kita berikan perhatian,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Modal Optimistis Saja Tak Cukup

Ditanya soal persiapan Porprov, KONI masih tetap akan memberikan porsi khusus. Termasuk proses Training Center (TC) hingga nanti pelaksanaan di empat kota. Namun sebelum itu, KONI masih harus menunggu juknis dan regulasi Porprov yang resmi dari KONI Jatim.

Sehingga dalam persiapannya, KONI dan cabor mampu konsentrasi penuh. Dan, dapat melahirkan talenta muda dalam menyumbangkan medali. ’’Sembari administrasi dirampungkan, kita juga sudah membahas bersama cabor. Nanti akan kita lihat mana cabor yang berpotensi meraih medali,’’ tegasnya.

Sebelumnya, KONI telah menggelar rapat pertama bersama pengurus cabor pada, Rabu (6/2). Dalam pertemuan itu, KONI sepakat merampungkan administrasi dan legalitas cabor sebagai kerja pertama. Penyelesaian itu sekaligus untuk persiapan cabor menuju Porprov 2019 yang tinggal 6 bulan lagi. 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/