alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Optimistis Mojokerto Jadi Barometer Seni Rupa Jatim

PAMERAN seni rupa Jenggelek Tangi Melek #7 sukses digelar mulai 4 Januari hingga berakhir kemarin (10/1). Maestro lukis Indonesia, Mas Dibyo optimistis kesuksesan pameran seni rupa ini bakal menjadikan Mojokerto sebagai barometer nilai budaya di Jawa Timur.

Sejak dibuka Selasa (4/1) lalu, pameran ber-tagline Wis Wayahe ini berhasil menarik perhatian banyak pihak. Dua kepala daerah, Bupati Ikfina Fahmawati dan Wali Kota Ika Puspitasari turut mendatang sekaligus menikmati pameran.

Pameran juga dikunjungi ratusan orang. Tak hanya kalangan penikmat seni, melainkan kalangan pelajar, pengusaha, hingga ibu rumah tangga. Digelarnya pameran turut memuaskan dahaga event berkesenian yang terhambat dua tahun belakangan ini.

Selain kesuksesan penyelenggaraan, pameran yang diikuti puluhan seniman dari Mojokerto Raya dan luar daerah ini terbilang sukses prestasi. Sejumlah karya yang dipamerkan laku terjual.

Ketua Aliansi Seni Rupa Mojokerto (ASRM) Priyok Dinasti mengatakan Senin (10/1) sore, event besutan ASRM bersama JPRM ini resmi ditutup. Semua karya yang terpajang di aula JPRM mulai patung, lukisan serta foto dikembalikan pada para seniman. Adapun karya yang sudah laku saat pameran, sudah diambil kolektornya. ’’Pameran resmi kita tutup pukul 17.00 sore ini (kemarin). Lukisan yang sudah terjual juga sudah banyak diambil kolektornya dan yang tersisa rencananya malam ini (kemarin) kami kemas dan dikirim ke alamat masing-masing peserta,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Gaji Kades Berpotensi Menguras ADD

Priyok menuturkan rampungnya pelaksanaan event pameran seni rupa bertajuk Wis Wayahe ini, tak lepas dari kontribusi JPRM. Pasalnya, sudah bersedia memfasilitasi terselenggaranya pameran yang digelar sejak Selasa (4/10) lalu. Dia berharap, ke depan event ini bisa kembali terselenggara tentunya dengan tema baru dan lebih memacu semangat para seniman untuk terus berkarya. ’’Kami sangat berterima kasih dengan Jawa Pos Radar Mojokerto yang sudah berkenan memberi fasilitas aula untuk pameran seni rupa kali ini. Kami harap, event ini ke depannya akan terus berkembang dengan tema berbeda dan memacu semangat teman-teman untuk tetap berkarya,’’ bebernya.

Kesuksesan event yang diikuti sebanyak 37 peserta ini tak luput dari perhatian Maestro Lukis Indonesia Mas Dibyo. Sebelum bertolak ke Tuban (kediamannya), dirinya menyempatkan berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Mojokerto. Sekaligus memberikan wejangan pada para perupa agar tak mudah merasa puas dalam berkarya. ’’Teman-teman ini saya harap jangan mudah terkesan dan merasa puas dengan karya mereka. Meski event ini terbilang sukses, namun jangan lupa untuk selalu belajar dan terus meningkatkan karya mereka,’’ pesannya.

Baca Juga :  Minggu, Seniman Bakal Melukis On The Spot

Mas Dibyo mengaku optimistis lewat event ini, Mojokerto bisa menjadi barometer seni rupa di Jawa Timur. Sebab, pelaksanaan event yang didorong peran media serta kepala daerah ini memiliki respon bagus. Tak hanya itu, Mojokerto memiliki latar belakang historis dan nilai budaya Majapahit yang sangat kental. Sehingga mampu menyedot perhatian wisatawan dari luar daerah. ’’Saya optimis dan yakin Mojokerto suatu saat bisa menjadi barometer seni rupa di Jawa Timur. Berkat peran media dan dukungan dari kepala daerahnya. Apalagi dengan gaungan nilai budaya Majapahit yang dimiliki Mojokerto. Ini bakal menarik perhatian masyarakat luar untuk berkunjung ke sini,’’ tandasnya. (oce/fen)

PAMERAN seni rupa Jenggelek Tangi Melek #7 sukses digelar mulai 4 Januari hingga berakhir kemarin (10/1). Maestro lukis Indonesia, Mas Dibyo optimistis kesuksesan pameran seni rupa ini bakal menjadikan Mojokerto sebagai barometer nilai budaya di Jawa Timur.

Sejak dibuka Selasa (4/1) lalu, pameran ber-tagline Wis Wayahe ini berhasil menarik perhatian banyak pihak. Dua kepala daerah, Bupati Ikfina Fahmawati dan Wali Kota Ika Puspitasari turut mendatang sekaligus menikmati pameran.

Pameran juga dikunjungi ratusan orang. Tak hanya kalangan penikmat seni, melainkan kalangan pelajar, pengusaha, hingga ibu rumah tangga. Digelarnya pameran turut memuaskan dahaga event berkesenian yang terhambat dua tahun belakangan ini.

Selain kesuksesan penyelenggaraan, pameran yang diikuti puluhan seniman dari Mojokerto Raya dan luar daerah ini terbilang sukses prestasi. Sejumlah karya yang dipamerkan laku terjual.

Ketua Aliansi Seni Rupa Mojokerto (ASRM) Priyok Dinasti mengatakan Senin (10/1) sore, event besutan ASRM bersama JPRM ini resmi ditutup. Semua karya yang terpajang di aula JPRM mulai patung, lukisan serta foto dikembalikan pada para seniman. Adapun karya yang sudah laku saat pameran, sudah diambil kolektornya. ’’Pameran resmi kita tutup pukul 17.00 sore ini (kemarin). Lukisan yang sudah terjual juga sudah banyak diambil kolektornya dan yang tersisa rencananya malam ini (kemarin) kami kemas dan dikirim ke alamat masing-masing peserta,’’ ujarnya.

Baca Juga :  DPRD Kritik Aturan Kawasan tanpa Rokok

Priyok menuturkan rampungnya pelaksanaan event pameran seni rupa bertajuk Wis Wayahe ini, tak lepas dari kontribusi JPRM. Pasalnya, sudah bersedia memfasilitasi terselenggaranya pameran yang digelar sejak Selasa (4/10) lalu. Dia berharap, ke depan event ini bisa kembali terselenggara tentunya dengan tema baru dan lebih memacu semangat para seniman untuk terus berkarya. ’’Kami sangat berterima kasih dengan Jawa Pos Radar Mojokerto yang sudah berkenan memberi fasilitas aula untuk pameran seni rupa kali ini. Kami harap, event ini ke depannya akan terus berkembang dengan tema berbeda dan memacu semangat teman-teman untuk tetap berkarya,’’ bebernya.

- Advertisement -

Kesuksesan event yang diikuti sebanyak 37 peserta ini tak luput dari perhatian Maestro Lukis Indonesia Mas Dibyo. Sebelum bertolak ke Tuban (kediamannya), dirinya menyempatkan berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Mojokerto. Sekaligus memberikan wejangan pada para perupa agar tak mudah merasa puas dalam berkarya. ’’Teman-teman ini saya harap jangan mudah terkesan dan merasa puas dengan karya mereka. Meski event ini terbilang sukses, namun jangan lupa untuk selalu belajar dan terus meningkatkan karya mereka,’’ pesannya.

Baca Juga :  Terinsipirasi berkat Minum Airnya, Pesanan Tembus Jerman

Mas Dibyo mengaku optimistis lewat event ini, Mojokerto bisa menjadi barometer seni rupa di Jawa Timur. Sebab, pelaksanaan event yang didorong peran media serta kepala daerah ini memiliki respon bagus. Tak hanya itu, Mojokerto memiliki latar belakang historis dan nilai budaya Majapahit yang sangat kental. Sehingga mampu menyedot perhatian wisatawan dari luar daerah. ’’Saya optimis dan yakin Mojokerto suatu saat bisa menjadi barometer seni rupa di Jawa Timur. Berkat peran media dan dukungan dari kepala daerahnya. Apalagi dengan gaungan nilai budaya Majapahit yang dimiliki Mojokerto. Ini bakal menarik perhatian masyarakat luar untuk berkunjung ke sini,’’ tandasnya. (oce/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Tonjolkan Inner Beauty

Gudang Rongsokan Ludes Dilalap Api

Hanya Enam Cabor yang Memanfaatkan

Artikel Terbaru


/