alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 18, 2022

Dua Pesilat Dipulangkan

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Memasuki masa-masa persiapan akhir, cabor silat Kabupaten Mojokerto kian selektif dalam memilih atlet. Tidak hanya skill, administrasi juga menjadi faktor pertimbangan Pengkab IPSI Mojokerto dalam memilih pesilat yang akan diturunkan mulai kualifikasi hingga babak utama Porprov, Februari dan Juli nanti.

Saat ini, dua pesilat sudah lebih dulu dipulangkan. Lantaran domilisinya berada di luar Mojokerto. Adanya batasan waktu mutasi maksimal per 1 Juni 2022 menjadi alasan Pengkab IPSI tak bisa mempertahankan keduanya sebagai calon kontingen Porprov Kabupaten Mojokerto.

’’Sudah kami pulangkan 2 pesilat yang dari Banyuwangi. Karena ada aturan dari Porprov bahwa batas mutasi maksimal sampai 1 Juni 2020,’’ ujar Ketua Umum Pengkab IPSI Mojokerto, Samsul Muarifin kemarin.

Baca Juga :  Gelar Seleksi, Pengkab PASI Kirim 30 Sprinter

Dengan pemulangan itu, jumlah pesilat yang bertahan dalam Training Center (TC) yang semula 20 orang, menyisakan 14 pesilat putra/putri. Empat pesilat lain juga tereliminasi dengan sendirinya lantaran indisipliner dalam latihan. Faktor tersebut juga menjadi pertimbangan utama Pengkab IPSI dalam memilih atlet yang benar-benar berkualitas dan siap bertarung. ’’Ada juga beberapa yang tidak lagi dipertahankan karena faktor kedisiplinan. Mungkin terkendala beberapa hal,’’ tambahnya.

Saat ini, 14 pesilat masih terus menjadi program latihan selama TC di padepokan IPSI Desa/Kecamatan Gondang. Sepekan tiga kali diwajibkan hadir dan melahap menu latihan yang sudah disediakan.

Dari 14 pesilat itu, masih akan dikerucutkan kembali menjadi beberapa pesilat saja yang akan diturunkan di praporprov, Februari nanti. Artinya, tidak semua nomor dan kelas yang dilombakan di praporprov dan Porprov nanti diikuti pesilat asal Mojokerto. ’’Insya Allah minggu depan kami akan kerucutkan lagi jumlahnya. Dan mereka yang terpilih yang akan kami turunkan di praporprov Februari besok di Bojonegoro,’’ pungkasnya.

Baca Juga :  Hindari Black Compaign dan Hate Speech

Sebelumnya, Pengkab IPSI beberapa kali mencoret puluhan pesilat yang dianggap terbaik dikelasnya. Rencananya, pertengahan Januari nanti, pengkab IPSI hanya akan memilih 11 pesilat terbaik. Namun sebelum dicoret, beberapa pesilat sudah gugur lebih dulu karena faktor administrasi dan kedisiplinan. (far/ron)

 

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Memasuki masa-masa persiapan akhir, cabor silat Kabupaten Mojokerto kian selektif dalam memilih atlet. Tidak hanya skill, administrasi juga menjadi faktor pertimbangan Pengkab IPSI Mojokerto dalam memilih pesilat yang akan diturunkan mulai kualifikasi hingga babak utama Porprov, Februari dan Juli nanti.

Saat ini, dua pesilat sudah lebih dulu dipulangkan. Lantaran domilisinya berada di luar Mojokerto. Adanya batasan waktu mutasi maksimal per 1 Juni 2022 menjadi alasan Pengkab IPSI tak bisa mempertahankan keduanya sebagai calon kontingen Porprov Kabupaten Mojokerto.

’’Sudah kami pulangkan 2 pesilat yang dari Banyuwangi. Karena ada aturan dari Porprov bahwa batas mutasi maksimal sampai 1 Juni 2020,’’ ujar Ketua Umum Pengkab IPSI Mojokerto, Samsul Muarifin kemarin.

Baca Juga :  Seruput Perlahan dan Nikmati Sensasinya

Dengan pemulangan itu, jumlah pesilat yang bertahan dalam Training Center (TC) yang semula 20 orang, menyisakan 14 pesilat putra/putri. Empat pesilat lain juga tereliminasi dengan sendirinya lantaran indisipliner dalam latihan. Faktor tersebut juga menjadi pertimbangan utama Pengkab IPSI dalam memilih atlet yang benar-benar berkualitas dan siap bertarung. ’’Ada juga beberapa yang tidak lagi dipertahankan karena faktor kedisiplinan. Mungkin terkendala beberapa hal,’’ tambahnya.

Saat ini, 14 pesilat masih terus menjadi program latihan selama TC di padepokan IPSI Desa/Kecamatan Gondang. Sepekan tiga kali diwajibkan hadir dan melahap menu latihan yang sudah disediakan.

Dari 14 pesilat itu, masih akan dikerucutkan kembali menjadi beberapa pesilat saja yang akan diturunkan di praporprov, Februari nanti. Artinya, tidak semua nomor dan kelas yang dilombakan di praporprov dan Porprov nanti diikuti pesilat asal Mojokerto. ’’Insya Allah minggu depan kami akan kerucutkan lagi jumlahnya. Dan mereka yang terpilih yang akan kami turunkan di praporprov Februari besok di Bojonegoro,’’ pungkasnya.

Baca Juga :  Hindari Black Compaign dan Hate Speech
- Advertisement -

Sebelumnya, Pengkab IPSI beberapa kali mencoret puluhan pesilat yang dianggap terbaik dikelasnya. Rencananya, pertengahan Januari nanti, pengkab IPSI hanya akan memilih 11 pesilat terbaik. Namun sebelum dicoret, beberapa pesilat sudah gugur lebih dulu karena faktor administrasi dan kedisiplinan. (far/ron)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/