alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Diusung PDIP, Akrab Pilih Lanjutkan Program Petahana

MOJOKERTO – Pasangan Akmal Boedianto-Rambo Garudo menjadi bakal paslon kedua yang mendaftar di KPU. Pasangan berakronim AKRAB ini mengaku bakal melanjutkan pembangunan petahana jika dipercaya masyarakat untuk memimpin Kota Mojokerto.

Sebelum melakukan pendaftaran, pasangan mantan birokrat dengan dokter ini dideklarasikan di kantor DPC PDIP Jalan Tropodo Kelurahan, Meri Kecamatan Kranggan. Deklarasi dihadiri seluruh jajaran pengurus DPC, PAC hingga anak ranting dan simpatisan. Setelah itu, mereka bergerak bersama ke kantor KPU.

Rombongan paslon AKRAB ini diawali pendukung yang membawa spanduk bertuliskan paslon yang akan daftar Pilwali Kota Mojokerto 2018. Di belakangnya, terdapat pendukung yang berkostum kesenian dan budaya berupa kesenian Layung dan Reog Ponorogo. Paslon dibawa di atas kendaraan andong ditarik kuda berwarna cokelat.

Kepada awak media selepas menjalani pemeriksaan berkas, bakal calon wali kota pasangan AKRAB, Akmal Boedianto, mengatakan, akronim pasangannya adalah AKRAB. ’’Jadi maknanya luar biasa. Ini akronim Akmal Rambo. Kita punya keinginan agar bisa membuat suasana adem dan damai. Karena kita ingin pilkada ke suasana yang penuh keakraban,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Modal Optimistis Saja Tak Cukup

Akmal mengatakan, keikutsertaan dirinya bersama Rambo Garudo adalah untuk melanjutkan program pembangunan yang diusung petahana Kota Mojokerto. ’’Saya kira pemerintahan itu proses yang berkelanjutan. Yang ganti kan orangnya.

Pemerintah ini harus berkelanjutan. Kita ingin meneruskan program. Prinsipnya pemerintah itu harus berkeseinambungan. Kami membawa tambahan yang dimasukkan (dalam program pembangunan,’’ kata dia.

Ditambahkannya, terkait target perolehan suara, dirinya menyatakan semangat penuh untuk memenangkan pasangan AKRAB dalam Pilwali 2018. ’’Kami semangat untuk menang. (perolehan suara) 50 persen, kami target menang. Karena mesin partai sangat solid. Dan, kami percaya pada mereka,’’ tambah Akmal.

Ketua DPC PDIP Kota Mojokerto Febriana Meldyawati mengatakan, rekomendasi yang diberikan DPP PDIP kepada Kota Mojokerto merupakan instruksi partai yang wajib dikawal dan dijalankan. Pihaknya telah menegaskan dalam rapat pengenalan bacalon dan saat deklarasi paslon AKRAB. ’’Kita ini petugas lapangan. Begitu diberi perintah ya jalan,’’ katanya.

Baca Juga :  Hikmah di Tengah Ketidakbiasaan

Disinggung melibatkan peran petahana dalam paslon dari PDIP ini, Melda menegaskan, pihaknya bakal bersilaturahmi dengan seluruh senior partai. ’’Pasti kita silaturahmi dengan senior partai. Dengan senior partai, tokoh masyarakat, tokoh agama, semuanya,’’ jawabnya.

Soal dilibatkannya petahana Mas’ud Yunus dalam kampanye nanti, Melda menegaskan, pasti berkomunikasi dengan para senior partai. ’’Pasti komunikasi. Nanti tinggal bagaimana teknisnya. Saya kira komunikasi ini yang perlu,’’ tandas perempuan yang juga Ketua DPRD Kota Mojokerto ini

MOJOKERTO – Pasangan Akmal Boedianto-Rambo Garudo menjadi bakal paslon kedua yang mendaftar di KPU. Pasangan berakronim AKRAB ini mengaku bakal melanjutkan pembangunan petahana jika dipercaya masyarakat untuk memimpin Kota Mojokerto.

Sebelum melakukan pendaftaran, pasangan mantan birokrat dengan dokter ini dideklarasikan di kantor DPC PDIP Jalan Tropodo Kelurahan, Meri Kecamatan Kranggan. Deklarasi dihadiri seluruh jajaran pengurus DPC, PAC hingga anak ranting dan simpatisan. Setelah itu, mereka bergerak bersama ke kantor KPU.

Rombongan paslon AKRAB ini diawali pendukung yang membawa spanduk bertuliskan paslon yang akan daftar Pilwali Kota Mojokerto 2018. Di belakangnya, terdapat pendukung yang berkostum kesenian dan budaya berupa kesenian Layung dan Reog Ponorogo. Paslon dibawa di atas kendaraan andong ditarik kuda berwarna cokelat.

Kepada awak media selepas menjalani pemeriksaan berkas, bakal calon wali kota pasangan AKRAB, Akmal Boedianto, mengatakan, akronim pasangannya adalah AKRAB. ’’Jadi maknanya luar biasa. Ini akronim Akmal Rambo. Kita punya keinginan agar bisa membuat suasana adem dan damai. Karena kita ingin pilkada ke suasana yang penuh keakraban,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Tersebar di Lima Lapangan
- Advertisement -

Akmal mengatakan, keikutsertaan dirinya bersama Rambo Garudo adalah untuk melanjutkan program pembangunan yang diusung petahana Kota Mojokerto. ’’Saya kira pemerintahan itu proses yang berkelanjutan. Yang ganti kan orangnya.

Pemerintah ini harus berkelanjutan. Kita ingin meneruskan program. Prinsipnya pemerintah itu harus berkeseinambungan. Kami membawa tambahan yang dimasukkan (dalam program pembangunan,’’ kata dia.

Ditambahkannya, terkait target perolehan suara, dirinya menyatakan semangat penuh untuk memenangkan pasangan AKRAB dalam Pilwali 2018. ’’Kami semangat untuk menang. (perolehan suara) 50 persen, kami target menang. Karena mesin partai sangat solid. Dan, kami percaya pada mereka,’’ tambah Akmal.

Ketua DPC PDIP Kota Mojokerto Febriana Meldyawati mengatakan, rekomendasi yang diberikan DPP PDIP kepada Kota Mojokerto merupakan instruksi partai yang wajib dikawal dan dijalankan. Pihaknya telah menegaskan dalam rapat pengenalan bacalon dan saat deklarasi paslon AKRAB. ’’Kita ini petugas lapangan. Begitu diberi perintah ya jalan,’’ katanya.

Baca Juga :  Bertransformasi ke Digital

Disinggung melibatkan peran petahana dalam paslon dari PDIP ini, Melda menegaskan, pihaknya bakal bersilaturahmi dengan seluruh senior partai. ’’Pasti kita silaturahmi dengan senior partai. Dengan senior partai, tokoh masyarakat, tokoh agama, semuanya,’’ jawabnya.

Soal dilibatkannya petahana Mas’ud Yunus dalam kampanye nanti, Melda menegaskan, pasti berkomunikasi dengan para senior partai. ’’Pasti komunikasi. Nanti tinggal bagaimana teknisnya. Saya kira komunikasi ini yang perlu,’’ tandas perempuan yang juga Ketua DPRD Kota Mojokerto ini

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Terancam Hukuman Maksimal

PPDB SMA/SMK Dimulai


/