alexametrics
31.1 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Hindari Cantik Intan dengan Masker Organik

KULIT wajah tak sekadar butuh relaksasi. Namun, juga memerlukan nutrisi. Kini, banyak perempuan yang melakukan sentuhan perawatan dengan masker organik. Masker jenis ini dinilai lebih aman dari bahan kimia.

Seperti yang dilakukan Bella Rizki. Mahasiswi Universitas Brawijaya ini mengaku beralih dari masker kimia ke organik mulai awal kuliah tahun 2019 lalu. Alasannya, masker ini lebih alami dan membuat kulit wajah lebih natural. ’’Pertama alami. Habis maskeran itu enak. Biasanya kan kayak ada yang sensitif. Nah itu malah lembab. Terus ya kenyal,” katanya.

Berbeda dengan masker kimia. Penggunaan masker organik mampu menghilangkan masalah kulit wajah secara permanen. Sedangkan masker kimia hanya menghilangkan sementara saja. ’’Misal, kalau kimia gitu dipakai terus hilang tapi nanti tumbuh lagi. Kalau yang organik itu ilang ya ilang,” ujar perempuan kelahiran 2000 ini.

Masker organik juga tak menyebabkan ketergantungan. Pengguna tetap aman ketika produk tersebut tidak digunakan lagi. Hal ini tidak berlaku pada masker berbahan kimia yang menghilangkan masalah kulit hanya untuk sementara saja. Sehingga mengalami ketergantungan dan harus menggunakan terus-terusan.

Baca Juga :  Desima Dikalahkan Junior Sendiri di Kejurnas PBSI

’’Kalau organik itu berhenti pakai tetap baik-baik saja. Nggak ketergantungan kayak produk yang kimia. Justru kadang temanku itu awalnya normal, terus dia coba-coba masker kimia gitu sekarang malah sensitif, terus berminyak dan timbul jerawat. Memang glowing, tapi kayak kena obat gitu, ” terang Bella.

Komposisi dasar yang terbuat dari bahan alami membuat masker organik banyak diincar oleh para wanita. Bahan baku yang biasa dipakai adalah madu dan susu. Masker organik juga memiliki beberapa varian seperti kopi dan greentea, yang dapat dipilih menyesuaikan dengan permasalahan kulit. Bahan baku yang alami membuat masker organik memiliki risiko yang rendah ketika digunakan.

Cara pemakaian masker organik yang dioleskan ke wajah membuat nutrisinya langsung menyerap melalui pori-pori. Setiap varian, masker organik memiliki fungsi masing-masing seperti kopi untuk mengatasi kulit yang terbakar sinar matahari dan greentea untuk mengurangi jerawat.

Baca Juga :  Libatkan Atlet PON XX Papua

Hasil dari pemakaian masker organik terlihat lebih natural dan bagus di kulit wajah. Kulit wajah tidak menjadi tipis dan merah ketika terpapar sinar matahari. ’’Kalau yang kimia itu putih glowing-nya pucat dan berminyak. Kalau organik nggak. Justru mencerahkan kulit,” jelasnya.

Proses untuk menjadi cantik yang natural menurut Bella memang diakuinya tidak bisa berlangsung instan. Masker organik menjadi pilihan yang tepat karena perubahan yang dialami pelan-pelan tapi pasti. Kulit menjadi cerah maksimal dan tidak rusak.

’’Pengen yang natural itu nggak ada yang instan. Jadi mending proses pelan-pelan, tapi hasilnya pasti dan maksimal. Daripada cepat tapi nanti ketergantungan. Nanti malah balik lagi ke semula dan nggak sesuai ekspektasi,” pungkasnya.(yas)

KULIT wajah tak sekadar butuh relaksasi. Namun, juga memerlukan nutrisi. Kini, banyak perempuan yang melakukan sentuhan perawatan dengan masker organik. Masker jenis ini dinilai lebih aman dari bahan kimia.

Seperti yang dilakukan Bella Rizki. Mahasiswi Universitas Brawijaya ini mengaku beralih dari masker kimia ke organik mulai awal kuliah tahun 2019 lalu. Alasannya, masker ini lebih alami dan membuat kulit wajah lebih natural. ’’Pertama alami. Habis maskeran itu enak. Biasanya kan kayak ada yang sensitif. Nah itu malah lembab. Terus ya kenyal,” katanya.

Berbeda dengan masker kimia. Penggunaan masker organik mampu menghilangkan masalah kulit wajah secara permanen. Sedangkan masker kimia hanya menghilangkan sementara saja. ’’Misal, kalau kimia gitu dipakai terus hilang tapi nanti tumbuh lagi. Kalau yang organik itu ilang ya ilang,” ujar perempuan kelahiran 2000 ini.

Masker organik juga tak menyebabkan ketergantungan. Pengguna tetap aman ketika produk tersebut tidak digunakan lagi. Hal ini tidak berlaku pada masker berbahan kimia yang menghilangkan masalah kulit hanya untuk sementara saja. Sehingga mengalami ketergantungan dan harus menggunakan terus-terusan.

Baca Juga :  Ratusan Pengurus dan Kader PKB Ramai-Ramai Dukung Ikbar

’’Kalau organik itu berhenti pakai tetap baik-baik saja. Nggak ketergantungan kayak produk yang kimia. Justru kadang temanku itu awalnya normal, terus dia coba-coba masker kimia gitu sekarang malah sensitif, terus berminyak dan timbul jerawat. Memang glowing, tapi kayak kena obat gitu, ” terang Bella.

Komposisi dasar yang terbuat dari bahan alami membuat masker organik banyak diincar oleh para wanita. Bahan baku yang biasa dipakai adalah madu dan susu. Masker organik juga memiliki beberapa varian seperti kopi dan greentea, yang dapat dipilih menyesuaikan dengan permasalahan kulit. Bahan baku yang alami membuat masker organik memiliki risiko yang rendah ketika digunakan.

- Advertisement -

Cara pemakaian masker organik yang dioleskan ke wajah membuat nutrisinya langsung menyerap melalui pori-pori. Setiap varian, masker organik memiliki fungsi masing-masing seperti kopi untuk mengatasi kulit yang terbakar sinar matahari dan greentea untuk mengurangi jerawat.

Baca Juga :  Bola Tangan Pasang Target Final Kejurda

Hasil dari pemakaian masker organik terlihat lebih natural dan bagus di kulit wajah. Kulit wajah tidak menjadi tipis dan merah ketika terpapar sinar matahari. ’’Kalau yang kimia itu putih glowing-nya pucat dan berminyak. Kalau organik nggak. Justru mencerahkan kulit,” jelasnya.

Proses untuk menjadi cantik yang natural menurut Bella memang diakuinya tidak bisa berlangsung instan. Masker organik menjadi pilihan yang tepat karena perubahan yang dialami pelan-pelan tapi pasti. Kulit menjadi cerah maksimal dan tidak rusak.

’’Pengen yang natural itu nggak ada yang instan. Jadi mending proses pelan-pelan, tapi hasilnya pasti dan maksimal. Daripada cepat tapi nanti ketergantungan. Nanti malah balik lagi ke semula dan nggak sesuai ekspektasi,” pungkasnya.(yas)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/