alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Saturday, May 21, 2022

Handphone Disita Ibu, Disanksi Menggambar Vignette

Sebuah film kartun menjadi inspirasi Keisha Arlana Maydisha, siswi SMK asal Wisma Pungging Permai, Desa Tunggalpager. Dia pun memilih jalan untuk berkreasi sebagai komikus.

Setidaknya sudah ada enam cerita mampu dirampungkan dalam satu sketchbook dengan enam karakter berbeda.

PERCAYA diri dan rasa ingin tahu terbangun dari diri Keisha, salah satu pelajar SMKN 4 Malang ini. Berangkat dari menonton sebuah film kartun, diam-diam mendorong inspirasinya menjadi komikus.

’’Saya belajar menggambar secara otodidak tanpa les,’’ ungkap Keisha mengawali perbincangan dengan Jawa Pos Radar Mojokerto di rumahnya. Meski tidak mudah, namun proses panjang diiringi keinginan kuat dalam merangkai sebuah cerita, perlahan dia mampu menorehkan karya komik yang banyak digemari pembaca.

Dia menceritakan semula dirinya hanya menggambar tokoh kartun yang digemari. Dengan memanfaatkan media gunting, dia lalu menggoreskan tokoh My Little Pony dan Equestria Girls yang menjadi tontonannya sejak kecil itu untuk dijadikan mainan.

Hanya, di suatu waktu, dirinya yang sedang bermain dan tanpa sengaja melakukan kesalahan. Kondisi itu membuatnya terpaksa harus dihukum oleh sang ibu. ’’Handphone saya disita, dan hukumannya disuruh menggambar vignette,’’ katanya. Meski awalnya merasa berat.

Punisment itu akhirnya menjadi jalan dirinya bisa menjadi komikus. Sejak saat itu, Keisha selalu punya ide kreatif. Ide-ide itulah yang akhirnya dituangkan dalam cerita komik. ’’Sejujurnya saya tidak terlalu suka membaca komik. Dari kartun yang saya sukai menginspirasi saya untuk membuat komik karena lebih sederhana dan lebih melihatkan ekspresi wajah karakter,’’ urainya.

Baca Juga :  Suamiku Bergaji Tinggi, Aku Tak Dinafkahi

Meski awalnya hanya membuat karakter dua tokoh, namun seiring berjalannya waktu anak pertama dari pasangan Wahyudi dan Novi Shanty ini akhirnya mampu menggambar enam karakter sekaligus menjadi tokoh dalam cerita komiknya. Di antaranya Arlenee, Vertha, Axe, Sheryl, Victo, dan Ryanne.

Dalam ceritanya, terang dia, di sekolah menengah pertama (SMP) mereka berenam akan menghadapi ujian akhir semester (UAS). ’’Dan tantangan yang mereka hadapi juga banyak. Tak hanya ujian melainkan saudara-saudaranya yang santai dalam menghadapi ujian,’’ paparnya.

Contohnya, lanjut Keisha, Victo yang terus bolos ke warkop di dekat sekolah, Axe yang keterusan bermain game, Sheryl tidak membaca buku pelajaran melainkan buku fashion, dan Vertha yang suka menggambar.

Dari empat karakter yang terlalu santai menghadapi ujian, membuat Ryanne dan Arlenee dengan sabar berusaha membimbing. Hingga akhirnya Arlenee dan Ryanne menemukan sebuah ide dari apa yang disukai mereka. ’’Pada akhirnya mereka (Vertha, Axe, Sheryl, dan Victo) juga mau belajar.

Baca Juga :  Baby Massage, Bikin Buah Hati Lebih Rileks

Saat ujian telah tiba mereka semua mendapatkan nilai yang sangat bagus dengan belajar apa yang mereka sukai,’’ paparnya. Dari cerita ini, Keisha mengungkapkan, bahwa belajar tak harus meninggalkan sebuah hobi.

Sebaliknya, hobi juga tak harus menjadi penghalang orang untuk bisa belajar. Melainkan dengan hobi itu, semua bisa belajar. Tak hanya itu dari 36 halaman setidaknya ada lima cerita lain yang dibuat dalam enam karakter tersebut.

Meliputi, isi cerita tentang schedule problems, hang out, museum sains, liburan musim panas yang hancur, dan hari terakhir sekolah. ’’Enam cerita ini saya kumpulkan jadi satu sketchbook,’’ tegasnya.

Dia mengaku penulisan dan penggambaran komik ini dilakukan sejak kelas VIII. Pengerjaannya pun dilakukan di sela-sela kesibukan menuntaskan PR (pekerjaan rumah) atau tugas sekolah.

Namun, bukan berarti Keisha puas. Dari hasil komik tersebut, dia mencoba mengembangkan dengan membuat karya novel dengan ilustrasi tokoh-tokoh karakter dalam Midnight Train. Bedanya dalam novel yang dibuatnya dia hanya memunculkan empat karakter.

Masing-masing Arlenee, Vertha, Axe, dan Sheryl. ’’Novel ini saya buat di tengah belajar di rumah selama pandemi,’’ ujarnya. 

 

 

Sebuah film kartun menjadi inspirasi Keisha Arlana Maydisha, siswi SMK asal Wisma Pungging Permai, Desa Tunggalpager. Dia pun memilih jalan untuk berkreasi sebagai komikus.

Setidaknya sudah ada enam cerita mampu dirampungkan dalam satu sketchbook dengan enam karakter berbeda.

PERCAYA diri dan rasa ingin tahu terbangun dari diri Keisha, salah satu pelajar SMKN 4 Malang ini. Berangkat dari menonton sebuah film kartun, diam-diam mendorong inspirasinya menjadi komikus.

’’Saya belajar menggambar secara otodidak tanpa les,’’ ungkap Keisha mengawali perbincangan dengan Jawa Pos Radar Mojokerto di rumahnya. Meski tidak mudah, namun proses panjang diiringi keinginan kuat dalam merangkai sebuah cerita, perlahan dia mampu menorehkan karya komik yang banyak digemari pembaca.

Dia menceritakan semula dirinya hanya menggambar tokoh kartun yang digemari. Dengan memanfaatkan media gunting, dia lalu menggoreskan tokoh My Little Pony dan Equestria Girls yang menjadi tontonannya sejak kecil itu untuk dijadikan mainan.

Hanya, di suatu waktu, dirinya yang sedang bermain dan tanpa sengaja melakukan kesalahan. Kondisi itu membuatnya terpaksa harus dihukum oleh sang ibu. ’’Handphone saya disita, dan hukumannya disuruh menggambar vignette,’’ katanya. Meski awalnya merasa berat.

- Advertisement -

Punisment itu akhirnya menjadi jalan dirinya bisa menjadi komikus. Sejak saat itu, Keisha selalu punya ide kreatif. Ide-ide itulah yang akhirnya dituangkan dalam cerita komik. ’’Sejujurnya saya tidak terlalu suka membaca komik. Dari kartun yang saya sukai menginspirasi saya untuk membuat komik karena lebih sederhana dan lebih melihatkan ekspresi wajah karakter,’’ urainya.

Baca Juga :  Hadirkan Panorama Pedesaan, Kesegaran Airnya Tak Pernah Mengering

Meski awalnya hanya membuat karakter dua tokoh, namun seiring berjalannya waktu anak pertama dari pasangan Wahyudi dan Novi Shanty ini akhirnya mampu menggambar enam karakter sekaligus menjadi tokoh dalam cerita komiknya. Di antaranya Arlenee, Vertha, Axe, Sheryl, Victo, dan Ryanne.

Dalam ceritanya, terang dia, di sekolah menengah pertama (SMP) mereka berenam akan menghadapi ujian akhir semester (UAS). ’’Dan tantangan yang mereka hadapi juga banyak. Tak hanya ujian melainkan saudara-saudaranya yang santai dalam menghadapi ujian,’’ paparnya.

Contohnya, lanjut Keisha, Victo yang terus bolos ke warkop di dekat sekolah, Axe yang keterusan bermain game, Sheryl tidak membaca buku pelajaran melainkan buku fashion, dan Vertha yang suka menggambar.

Dari empat karakter yang terlalu santai menghadapi ujian, membuat Ryanne dan Arlenee dengan sabar berusaha membimbing. Hingga akhirnya Arlenee dan Ryanne menemukan sebuah ide dari apa yang disukai mereka. ’’Pada akhirnya mereka (Vertha, Axe, Sheryl, dan Victo) juga mau belajar.

Baca Juga :  Menang Tipis, Laskar Badai Biru Kurang Gereget

Saat ujian telah tiba mereka semua mendapatkan nilai yang sangat bagus dengan belajar apa yang mereka sukai,’’ paparnya. Dari cerita ini, Keisha mengungkapkan, bahwa belajar tak harus meninggalkan sebuah hobi.

Sebaliknya, hobi juga tak harus menjadi penghalang orang untuk bisa belajar. Melainkan dengan hobi itu, semua bisa belajar. Tak hanya itu dari 36 halaman setidaknya ada lima cerita lain yang dibuat dalam enam karakter tersebut.

Meliputi, isi cerita tentang schedule problems, hang out, museum sains, liburan musim panas yang hancur, dan hari terakhir sekolah. ’’Enam cerita ini saya kumpulkan jadi satu sketchbook,’’ tegasnya.

Dia mengaku penulisan dan penggambaran komik ini dilakukan sejak kelas VIII. Pengerjaannya pun dilakukan di sela-sela kesibukan menuntaskan PR (pekerjaan rumah) atau tugas sekolah.

Namun, bukan berarti Keisha puas. Dari hasil komik tersebut, dia mencoba mengembangkan dengan membuat karya novel dengan ilustrasi tokoh-tokoh karakter dalam Midnight Train. Bedanya dalam novel yang dibuatnya dia hanya memunculkan empat karakter.

Masing-masing Arlenee, Vertha, Axe, dan Sheryl. ’’Novel ini saya buat di tengah belajar di rumah selama pandemi,’’ ujarnya. 

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/