alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Saturday, May 28, 2022

Suguhkan Wisata Religi hingga Petilasan Patih Gajah Mada

JIKA beberapa desa lain hanya memiliki satu atau dua potensi wisata alam yang dikembangkan, lain halnya dengan Desa Lebakjabung, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Desa di tapal batas perbatasan Kabupaten Mojokerto dengan Kabupaten Jombang ini punya beragam potensi wisata yang dapat dikembangkan. Mulai dari wisata religi, alam, sejarah, hingga kuliner.

Kepala Desa Lebakjabung, Arif Rahman, menyebutkan, banyak potensi wisata yang bakal digali dari desa ini. Di antaranya wisata religi Makam Sayyid Abdurrahman atau Ki Ageng Jabung, wisata sejarah petilasan Jago Panji Laras, petilasan Gajah Mada, situs Watu Umpak, wisata alam river tubing Sungai Boro, serta kuliner khas Lebakjabung.

Peluang dari potensi wisata ini ditangkap pemerintah desa setempat dengan mencanangkan pembuatan lahan parkir di sekitar kantor desa. Di area ini direncanakan untuk menampung kendaraan pengunjung.

Serta beberapa kios untuk berjualan makanan dan minuman, sekaligus pusat oleh-oleh. ”Jadi kita bisa dapat pemasukan dari parkir dan kios,” terang Arif. Dari sekian banyak potensi tersebut, menurut Arif, baru beberapa yang kini sudah dirintis pengembangannya.

Baca Juga :  Tak Lolos di Rapimcab PPP, Pung Masuk Usulan ke DPP

Di antaranya wisata religi dan wisata alam. Termasuk Makam Ki Ageng Jabung dan River Tubing Selo Malang. ”Pada hari-hari tertentu, jumlah pengunjung di Makam Ki Ageng Jabung memang selalu besar,” kata Arif.

Demikian pula dengan pengunjung river tubing yang selalu membeludak di hari libur atau weekend. Potensi wisata lain yang bisa dikembangkan desa ini adalah dari wisata sejarah berupa petilasan Jago Panji Laras, Gajah Mada, situs Watu Umpak, dan kuliner khas desa ini, yakni nasi jagung.

Namun, ke depan, menurut Arif, pemerintah desa bakal menggarap wisata alam di aliran sungai desa setempat untuk arung jeram atau permainan river tubing. Letaknya berada di aliran sepanjang sungai pintu air Dam Payung.    

Baca Juga :  Rayahan Jumat Legi, Siasat Kuasai Barang Asing

Meski potensi ini terbilang besar pemanfaatannya bagi desa, namun dalam waktu dekat ini, rencana tersebut tampaknya belum bisa terealisasi. Selain terkendala anggaran, persyaratan perizinan dengan berbagai instansi terkait belum terlaksana.

”Kita sudah memetakan beberapa potensi wisata untuk bisa dijadikan paket wisata. Tentu saja wisata ini nanti untuk mendongkrak PADesa dan perekonomian masyarakat. Namun, saat ini masih ada beberapa kendala yang harus kita selesaikan terlebih dahulu,” imbuh dia.

Rencana pemerintah Desa Lebakjabung menggarap potensi wisata turut mendapat dukungan Camat Jatirejo Amin Sun. Menurut Amin, keinginan pemerintah desa tersebut sangat realistis untuk menggerakan perekonomian desa, termasuk sebagai penunjang PAD (pendapatan asli daerah).

”Kita sangat mendukung program pengembangan wisata desa Lebakjabung. Karena saat ini sudah terbukti, banyak program desa wisata yang mampu menggerakan perekonomian warga,” tandas Amin Sun. (dwi)

 

JIKA beberapa desa lain hanya memiliki satu atau dua potensi wisata alam yang dikembangkan, lain halnya dengan Desa Lebakjabung, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Desa di tapal batas perbatasan Kabupaten Mojokerto dengan Kabupaten Jombang ini punya beragam potensi wisata yang dapat dikembangkan. Mulai dari wisata religi, alam, sejarah, hingga kuliner.

Kepala Desa Lebakjabung, Arif Rahman, menyebutkan, banyak potensi wisata yang bakal digali dari desa ini. Di antaranya wisata religi Makam Sayyid Abdurrahman atau Ki Ageng Jabung, wisata sejarah petilasan Jago Panji Laras, petilasan Gajah Mada, situs Watu Umpak, wisata alam river tubing Sungai Boro, serta kuliner khas Lebakjabung.

Peluang dari potensi wisata ini ditangkap pemerintah desa setempat dengan mencanangkan pembuatan lahan parkir di sekitar kantor desa. Di area ini direncanakan untuk menampung kendaraan pengunjung.

Serta beberapa kios untuk berjualan makanan dan minuman, sekaligus pusat oleh-oleh. ”Jadi kita bisa dapat pemasukan dari parkir dan kios,” terang Arif. Dari sekian banyak potensi tersebut, menurut Arif, baru beberapa yang kini sudah dirintis pengembangannya.

Baca Juga :  Angkat Sektor Pariwisata, Dapat Pesanan dari Amerika

Di antaranya wisata religi dan wisata alam. Termasuk Makam Ki Ageng Jabung dan River Tubing Selo Malang. ”Pada hari-hari tertentu, jumlah pengunjung di Makam Ki Ageng Jabung memang selalu besar,” kata Arif.

- Advertisement -

Demikian pula dengan pengunjung river tubing yang selalu membeludak di hari libur atau weekend. Potensi wisata lain yang bisa dikembangkan desa ini adalah dari wisata sejarah berupa petilasan Jago Panji Laras, Gajah Mada, situs Watu Umpak, dan kuliner khas desa ini, yakni nasi jagung.

Namun, ke depan, menurut Arif, pemerintah desa bakal menggarap wisata alam di aliran sungai desa setempat untuk arung jeram atau permainan river tubing. Letaknya berada di aliran sepanjang sungai pintu air Dam Payung.    

Baca Juga :  Wow, Siswa MI Ciptakan Energi Listrik Bertenaga Garam

Meski potensi ini terbilang besar pemanfaatannya bagi desa, namun dalam waktu dekat ini, rencana tersebut tampaknya belum bisa terealisasi. Selain terkendala anggaran, persyaratan perizinan dengan berbagai instansi terkait belum terlaksana.

”Kita sudah memetakan beberapa potensi wisata untuk bisa dijadikan paket wisata. Tentu saja wisata ini nanti untuk mendongkrak PADesa dan perekonomian masyarakat. Namun, saat ini masih ada beberapa kendala yang harus kita selesaikan terlebih dahulu,” imbuh dia.

Rencana pemerintah Desa Lebakjabung menggarap potensi wisata turut mendapat dukungan Camat Jatirejo Amin Sun. Menurut Amin, keinginan pemerintah desa tersebut sangat realistis untuk menggerakan perekonomian desa, termasuk sebagai penunjang PAD (pendapatan asli daerah).

”Kita sangat mendukung program pengembangan wisata desa Lebakjabung. Karena saat ini sudah terbukti, banyak program desa wisata yang mampu menggerakan perekonomian warga,” tandas Amin Sun. (dwi)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/