alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

PPP Minta Paslon Banyak Berdoa

MOJOANYAR, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pernyataan KH Asep Saifudin Chalim atas turunnya rekomendasi tiga partai politik kepada bakal pasangan calon bupati-calon wakil bupati (bacabup-bacawabup) Ikfina Fahmawati-Muhammad Al Barra (Ikbar), memunculkan reaksi dari sejumlah parpol. Di antaranya adalah partai persatuan pembangunan (PPP).

Partai berlambang Kakbah ini menegaskan, hingga kemarin partainya belum mengeluarkan secara resmi rekomendasi kepada salah satu kandidat. ’’Belum ada. Perkiraannya pertengahan Maret nanti,’’ ungkap pengurus harian DPC PPP Kabupaten Mojokerto, Akhnu Affandi, kemarin.

Menurut Akhnu, berkas tiga bakal pasangan calon yang telah diusung DPC ke DPW, sampai saat ini masih belum dikirim ke tingkat DPP. ’’Saat ini, saatnya para calon itu berdoa. Biar rekom itu bisa segera turun,’’ jelasnya. Ketiga kandidat yang diusung DPC ke tingkat DPW itu adalah bapaslon Ikbar, Yoko Priyono-Choirunnisa (Yoni), dan bapaslon Pungkasiadi-Jauharoh.

Berbeda dengan PPP. Ketua DPC Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Muhammad Syaikhu Subhan menegaskan, DPP Hanura telah mengeluarkan ’’rekomendasi’’ pilbup kepada Ikbar. ’’Mereka dipercaya Hanura. Tapi harus melengkapi data-data yang diminta. Bentuknya surat tugas,’’ ungkapnya. Surat tugas itu, kata Syaikhu, memerintahkan bapaslon untuk melengkapi sejumlah data yang dibutuhkan.

Baca Juga :  Ikfina-Barra Optimis Hanya Lawan Independen

Meliputi, partai lain yang memberikan dukungan, jumlah kursi dukungan, tingkat popularitas, dan elektabilitas yang dibuktikan melalui survei, hingga potensi menang dalam pilkada. ’’Banyak sekali muatan. Karena surat tugas itu untuk mengetahui kans menangnya nanti,’’ tutur anggota DPRD Kabupaten Mojokerto ini.

Surat tugas itu, kata Syaikhu, juga akan dikeluarkan ke Yoko Priyono-Choirunnisa (Yoni). Sayangnya, hingga saat ini, bapaslon ini tak kunjung ke kantor DPP Hanura di Jakarta. ’’Pak Yoko belum konfirmasi kapan beliau bisa ke Jakarta,’’ tambah dia. Syaikhu menerangkan, saat ini hanya terdapat dua kandidat yang diusung DPC ke DPP. Mereka adalah Ikbar dan Yoni. Disorongnya dua nama ini karena hanya keduanya yang mampu melengkapi berkas persyaratan yang telah ditentukan tim penjaringan. ’’Berkas dua nama ini sudah ada di meja tim penjaringan pusat (TPP),’’ tegas Syaikhu.

Baca Juga :  Berdayakan Pemuda untuk Geluti Industri Kreatif

Lalu siapa yang berpeluang menerima rekomendasi Hanura di pilkada nanti? Syaikhu menegaskan, DPC tak memiliki hak untuk menentukan turunnya rekomendasi. ’’Semua itu sudah menjadi kewenangan TPP. Tugas kita hanya penjaringan saja,’’ tandas dia.

Sebelumnya diberitakan, Bapaslon Ikbar memastikan sudah mengantongi satu tiket utuh di pilkada nanti. Meski begitu, bapaslon ini memastikan masih membuka ruang koalisi bagi parpol lain. Ketiga parpol yang diklaim telah menjatuhkan rekomnya itu adalah Nasdem 3 kursi, Partai Hanura (2 kursi), serta PPP (5 kursi). Hal ini diungkapkan langsung orang tua Muhammad Al Barra, Kia Asep.

MOJOANYAR, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pernyataan KH Asep Saifudin Chalim atas turunnya rekomendasi tiga partai politik kepada bakal pasangan calon bupati-calon wakil bupati (bacabup-bacawabup) Ikfina Fahmawati-Muhammad Al Barra (Ikbar), memunculkan reaksi dari sejumlah parpol. Di antaranya adalah partai persatuan pembangunan (PPP).

Partai berlambang Kakbah ini menegaskan, hingga kemarin partainya belum mengeluarkan secara resmi rekomendasi kepada salah satu kandidat. ’’Belum ada. Perkiraannya pertengahan Maret nanti,’’ ungkap pengurus harian DPC PPP Kabupaten Mojokerto, Akhnu Affandi, kemarin.

Menurut Akhnu, berkas tiga bakal pasangan calon yang telah diusung DPC ke DPW, sampai saat ini masih belum dikirim ke tingkat DPP. ’’Saat ini, saatnya para calon itu berdoa. Biar rekom itu bisa segera turun,’’ jelasnya. Ketiga kandidat yang diusung DPC ke tingkat DPW itu adalah bapaslon Ikbar, Yoko Priyono-Choirunnisa (Yoni), dan bapaslon Pungkasiadi-Jauharoh.

Berbeda dengan PPP. Ketua DPC Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Muhammad Syaikhu Subhan menegaskan, DPP Hanura telah mengeluarkan ’’rekomendasi’’ pilbup kepada Ikbar. ’’Mereka dipercaya Hanura. Tapi harus melengkapi data-data yang diminta. Bentuknya surat tugas,’’ ungkapnya. Surat tugas itu, kata Syaikhu, memerintahkan bapaslon untuk melengkapi sejumlah data yang dibutuhkan.

Baca Juga :  Penetapan Paslon Disampaikan Virtual

Meliputi, partai lain yang memberikan dukungan, jumlah kursi dukungan, tingkat popularitas, dan elektabilitas yang dibuktikan melalui survei, hingga potensi menang dalam pilkada. ’’Banyak sekali muatan. Karena surat tugas itu untuk mengetahui kans menangnya nanti,’’ tutur anggota DPRD Kabupaten Mojokerto ini.

Surat tugas itu, kata Syaikhu, juga akan dikeluarkan ke Yoko Priyono-Choirunnisa (Yoni). Sayangnya, hingga saat ini, bapaslon ini tak kunjung ke kantor DPP Hanura di Jakarta. ’’Pak Yoko belum konfirmasi kapan beliau bisa ke Jakarta,’’ tambah dia. Syaikhu menerangkan, saat ini hanya terdapat dua kandidat yang diusung DPC ke DPP. Mereka adalah Ikbar dan Yoni. Disorongnya dua nama ini karena hanya keduanya yang mampu melengkapi berkas persyaratan yang telah ditentukan tim penjaringan. ’’Berkas dua nama ini sudah ada di meja tim penjaringan pusat (TPP),’’ tegas Syaikhu.

Baca Juga :  Anak Gagal Terpilih, Polisi Tutup Jalan
- Advertisement -

Lalu siapa yang berpeluang menerima rekomendasi Hanura di pilkada nanti? Syaikhu menegaskan, DPC tak memiliki hak untuk menentukan turunnya rekomendasi. ’’Semua itu sudah menjadi kewenangan TPP. Tugas kita hanya penjaringan saja,’’ tandas dia.

Sebelumnya diberitakan, Bapaslon Ikbar memastikan sudah mengantongi satu tiket utuh di pilkada nanti. Meski begitu, bapaslon ini memastikan masih membuka ruang koalisi bagi parpol lain. Ketiga parpol yang diklaim telah menjatuhkan rekomnya itu adalah Nasdem 3 kursi, Partai Hanura (2 kursi), serta PPP (5 kursi). Hal ini diungkapkan langsung orang tua Muhammad Al Barra, Kia Asep.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/