alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Dialihkan ke Gondang

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kegagalan merebut juara di sirkuit arung jeram junior Jatim November lalu tak lantas diratapi dengan kesedihan berlarut. Pengkab FAJI Mojokerto langsung menatap persiapan untuk kejuaraan berikutnya, yakni kejurda Open di Jember Januari nanti.

Empat atlet bahkan sudah di drill kembali dengan materi dan porsi latihan berat sepekan terakhir. Berbeda dengan sebelumnya, lokasi latihan dialihkan dari Sungai Mas di Desa Mlirip ke Dam Neneng, Desa Pohjejer, Kecamatan Gondang. Perpindahan ini sekaligus untuk adaptasi sebelum turun di Kejurprov Maret nanti. ’’Kami akan turun di Kejurda Open dulu sebagai acuan untuk menentukan target prestasi di Kejurprov. Saat ini, latihan difokuskan di Dam Neneng Pohjejer untuk menghadapi lomba di kategori R4,’’ tegas Ketua Harian Pengkab FAJI Mojokerto, Arif Kustanto kemarin.

Baca Juga :  Dapat Amnesti untuk Bergabung TNI

Arif menegaskan, waktu empat bulan ke depan dianggap sudah efektif untuk membenahi struktur pelatihan. Bahkan, pembenahan kian terbantu dengan meningkatnya kualitas elemen pendukung lain. Salah satunya keberadaan Tekad Purwantoro yang baru saja lulus dalam penataran juri nasional dan berhak mengantongi lisensi D. Dengan keberadaan Tekat Purwantoro, maka banyak pengetahuan baru yang bisa diterapkan dalam pola pembinaan atlet kedepan.

’’Kami mendelegasikan satu orang di pelatihan juri di Lampung dengan kategori lisensi D,’’ terangnya. Sebelumnya, Sirkuit atau selekda arung jeram Jatim yang digelar di Sungai Ngotok, Kota Mojokerto, 10 November tak mampu dimanfaatkan Pengkab FAJI Mojokerto dengan perolehan prestasi. Meski berstatus tuan rumah, namun empat atlet junior yang diturunkan gagal mendominasi kejuaraan. Prestasi tertinggi yang mereka raih hanya ada di peringkat 3 nomor sprint kategori Open Man.

Baca Juga :  Pilih Ombre Usai Izin Orang Rumah

’’Karena selekda kemarin adalah yang pertama kali kami ikuti, jadi hasilnya memang hanya ada di peringkat 3 di kategori open man. Untuk kategori lain, sudah kami evaluasi berdasarkan pengalaman di kejuaraan kemarin,’’ pungkasnya. (far/fen)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kegagalan merebut juara di sirkuit arung jeram junior Jatim November lalu tak lantas diratapi dengan kesedihan berlarut. Pengkab FAJI Mojokerto langsung menatap persiapan untuk kejuaraan berikutnya, yakni kejurda Open di Jember Januari nanti.

Empat atlet bahkan sudah di drill kembali dengan materi dan porsi latihan berat sepekan terakhir. Berbeda dengan sebelumnya, lokasi latihan dialihkan dari Sungai Mas di Desa Mlirip ke Dam Neneng, Desa Pohjejer, Kecamatan Gondang. Perpindahan ini sekaligus untuk adaptasi sebelum turun di Kejurprov Maret nanti. ’’Kami akan turun di Kejurda Open dulu sebagai acuan untuk menentukan target prestasi di Kejurprov. Saat ini, latihan difokuskan di Dam Neneng Pohjejer untuk menghadapi lomba di kategori R4,’’ tegas Ketua Harian Pengkab FAJI Mojokerto, Arif Kustanto kemarin.

Baca Juga :  Bojoku Kepincut Dunyone Tonggo

Arif menegaskan, waktu empat bulan ke depan dianggap sudah efektif untuk membenahi struktur pelatihan. Bahkan, pembenahan kian terbantu dengan meningkatnya kualitas elemen pendukung lain. Salah satunya keberadaan Tekad Purwantoro yang baru saja lulus dalam penataran juri nasional dan berhak mengantongi lisensi D. Dengan keberadaan Tekat Purwantoro, maka banyak pengetahuan baru yang bisa diterapkan dalam pola pembinaan atlet kedepan.

’’Kami mendelegasikan satu orang di pelatihan juri di Lampung dengan kategori lisensi D,’’ terangnya. Sebelumnya, Sirkuit atau selekda arung jeram Jatim yang digelar di Sungai Ngotok, Kota Mojokerto, 10 November tak mampu dimanfaatkan Pengkab FAJI Mojokerto dengan perolehan prestasi. Meski berstatus tuan rumah, namun empat atlet junior yang diturunkan gagal mendominasi kejuaraan. Prestasi tertinggi yang mereka raih hanya ada di peringkat 3 nomor sprint kategori Open Man.

Baca Juga :  Nyalon Bupati, Dua ASN Ini Bakal Dipanggil Bawaslu

’’Karena selekda kemarin adalah yang pertama kali kami ikuti, jadi hasilnya memang hanya ada di peringkat 3 di kategori open man. Untuk kategori lain, sudah kami evaluasi berdasarkan pengalaman di kejuaraan kemarin,’’ pungkasnya. (far/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Terancam Hukuman Maksimal

PPDB SMA/SMK Dimulai


/