alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Sunday, June 26, 2022

Awasi Distribusi Migor, Mendag Pastikan Program Tepat Sasaran

CEK PASAR: Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi meninjau implementasi sistem distribusi closed loop Program Minyak Goreng Curah Rakyat oleh Pelaku Usaha Jasa Logistik dan Eceran (PUJLE) di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (8/6). (Dok Biro Humas Kemendag RI)
JAKARTA-Pemerintah terus mengawasi distribusi minyak goreng curah ke masyarakat yang dilakukan pelaku usah jasa logistik dan eceran (PUJLE) menggunakan aplikasi.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi melakukan peninjauan sistem distribusi closed loop Program Minyak Goreng Curah Rakyat di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (8/6/2022).

“Melalui aplikasi teknologi digital, pemerintah memastikan distribusi minyak goreng curah dapat dikontrol. Konsumen yang akan membeli minyak goreng harus menunjukkan KTP dengan maksimal pembelian maksimal dua liter per hari. Ini untuk memastikan program minyak goreng curah tepat sasaran,” terang Mendag Lutfi.

Mendag Lutfi menyebut, di Indonesia terdapat sebanyak 17 ribu pasar rakyat. Artinya, dengan jumlah penjualan sebanyak 10 ribu titik, sistem closed loop sudah dapat menjangkau 65 persen pasar.

“Jadi di tempat dengan jumlah penduduk yang padat, diharapkan konsumen akan mendapatkan minyak goreng curah sesuai harga eceran tertinggi (HET) di jarak kurang lebih 2-5 km. Proses distribusi diawasi dan dijaga melalui aplikasi teknologi untuk memastikan rakyat yang membutuhkan mendapat minyak goreng curah dengan harga terjangkau,” jelasnya.

Baca Juga :  Kuliner Ikan Air Tawar dan Pasar Apung

Mendag Lutfi juga mengecek harga dan pasokan barang kebutuhan pokok. Harga sebagian barang kebutuhan pokok sudah berangsur turun jika dibandingkan Lebaran, kecuali untuk produk hortikultura.

“Kenaikan produk hortikultura, khususnya cabai, salah satunya disebabkan curah hujan yang masih tinggi di beberapa daerah. Diharapkan harga akan segera turun seiring panen yang diperkirakan dilaksanakan dalam beberapa minggu ke depan. Pemerintah terus memastikan kecukupan stok barang kebutuhan pokok agar masyarakat mendapat harga yang terjangkau,” tutup Mendag Lutfi.

Sebelumnya, Mendag Lutfi meninjau implementasi program di Pasar Kampung Ambon, Jakarta Timur, pada Selasa (7/6). Pada kunjungan ini, Mendag Lutfi mengecek langsung ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga dari program Minyak Goreng Curah Rakyat dalam jaringan closed loop PUJLE.

Baca Juga :  Temukan Unsur Pidana, Panwaslu Lempar Kasus Soermarjono ke Polisi

Wati Ana, salah seorang pedagang eceran minyak goreng di pasar Ciputat mengungkapkan, progam ini sangat bermanfaat bagi pedagang di pasar. Menurutnya, melalui proram ini, pasokan minyak goreng curah di tempatnya berjualan selalu tersedia dengan harga terjangkau sehingga dapat memenuhi permintaan pembeli.

Dede Rohman, salah seorang konsumen minyak goreng curah di Pasar Ciputat, menyampaikan, program ini sangat membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurutnya, harga minyak goreng curah yang terjangkau dapat mengurangi biaya produksi, sehingga anggaran dapat dialihkan untuk pemenuhan kebutuhan yang lain. Dia berharap program ini dapat terus berjalan. (*)

CEK PASAR: Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi meninjau implementasi sistem distribusi closed loop Program Minyak Goreng Curah Rakyat oleh Pelaku Usaha Jasa Logistik dan Eceran (PUJLE) di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (8/6). (Dok Biro Humas Kemendag RI)
JAKARTA-Pemerintah terus mengawasi distribusi minyak goreng curah ke masyarakat yang dilakukan pelaku usah jasa logistik dan eceran (PUJLE) menggunakan aplikasi.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi melakukan peninjauan sistem distribusi closed loop Program Minyak Goreng Curah Rakyat di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (8/6/2022).

“Melalui aplikasi teknologi digital, pemerintah memastikan distribusi minyak goreng curah dapat dikontrol. Konsumen yang akan membeli minyak goreng harus menunjukkan KTP dengan maksimal pembelian maksimal dua liter per hari. Ini untuk memastikan program minyak goreng curah tepat sasaran,” terang Mendag Lutfi.

Mendag Lutfi menyebut, di Indonesia terdapat sebanyak 17 ribu pasar rakyat. Artinya, dengan jumlah penjualan sebanyak 10 ribu titik, sistem closed loop sudah dapat menjangkau 65 persen pasar.

“Jadi di tempat dengan jumlah penduduk yang padat, diharapkan konsumen akan mendapatkan minyak goreng curah sesuai harga eceran tertinggi (HET) di jarak kurang lebih 2-5 km. Proses distribusi diawasi dan dijaga melalui aplikasi teknologi untuk memastikan rakyat yang membutuhkan mendapat minyak goreng curah dengan harga terjangkau,” jelasnya.

Baca Juga :  Gandeng Mabes Polri, Mendag Jaga Stabilisasi Harga Migor di Masyarakat

Mendag Lutfi juga mengecek harga dan pasokan barang kebutuhan pokok. Harga sebagian barang kebutuhan pokok sudah berangsur turun jika dibandingkan Lebaran, kecuali untuk produk hortikultura.

- Advertisement -

“Kenaikan produk hortikultura, khususnya cabai, salah satunya disebabkan curah hujan yang masih tinggi di beberapa daerah. Diharapkan harga akan segera turun seiring panen yang diperkirakan dilaksanakan dalam beberapa minggu ke depan. Pemerintah terus memastikan kecukupan stok barang kebutuhan pokok agar masyarakat mendapat harga yang terjangkau,” tutup Mendag Lutfi.

Sebelumnya, Mendag Lutfi meninjau implementasi program di Pasar Kampung Ambon, Jakarta Timur, pada Selasa (7/6). Pada kunjungan ini, Mendag Lutfi mengecek langsung ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga dari program Minyak Goreng Curah Rakyat dalam jaringan closed loop PUJLE.

Baca Juga :  Temukan Unsur Pidana, Panwaslu Lempar Kasus Soermarjono ke Polisi

Wati Ana, salah seorang pedagang eceran minyak goreng di pasar Ciputat mengungkapkan, progam ini sangat bermanfaat bagi pedagang di pasar. Menurutnya, melalui proram ini, pasokan minyak goreng curah di tempatnya berjualan selalu tersedia dengan harga terjangkau sehingga dapat memenuhi permintaan pembeli.

Dede Rohman, salah seorang konsumen minyak goreng curah di Pasar Ciputat, menyampaikan, program ini sangat membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurutnya, harga minyak goreng curah yang terjangkau dapat mengurangi biaya produksi, sehingga anggaran dapat dialihkan untuk pemenuhan kebutuhan yang lain. Dia berharap program ini dapat terus berjalan. (*)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/