alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Tuesday, June 28, 2022

Bupati Dorong Percepatan Vaksinasi Hewan Ternak Massal

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Dalam menanggulangi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menjelang Hari Raya Idul Adha, Pemerintah Kabupaten Mojokerto menggelar Rapat koordinasi (Rakor) Gugus Tugas Penanganan Wabah Penyakit Mulut dan Kuku pada hewan ternak, di kantor Bappeda, kemarin.

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menekankan penanggulangan wabah PMK hewan ternak. Salah satu cara yang dapat meminimalkan penyebaran wabah PMK saat ini dengan melakukan vaksinasi pada hewan ternak.

’’Makanya pemerintah juga ngebut bagaimana vaksin ini segera bisa dilaksanakan, dibuat, dan didistribusikan. Kita tidak bisa mendatangkan vaksin dari luar, tidak sama dengan Covid-19 kalau yang ini ada tujuh stereotip. Jadi vaksin itu diambil dari virus yang memang beredar di Jawa Timur, sehingga nanti benar-benar cocok,’’ ucapnya.

Baca Juga :  Kendali Bupati Mojokerto Masih di Tangan MKP

Lebih lanjut, Ikfina menambahkan, Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui Dinas Pertanian dalam menanggulangi wabah PMK akan melaksanakan vaksinasi pada hewan ternak mulai 10 Juni 2022.

’’Nanti sudah disiapkan, sudah akan mulai vaksin tanggal 10 Juni, maka nanti segera dilakukan pendataan jadwal vaksin apa yang dibutuhkan, pengamanan seperti apa, itu nanti harus jelas dikoordinasikan titik-titiknya di mana saja. Sehingga nanti teman-teman dari Polres, TNI maupun dari Kejaksaan Negeri tahu,’’ ujarnya.

Terkait pelaksanaan vaksinasi hewan ternak, orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kabupaten Mojokerto ini mengatakan, akan mengutamakan sapi perah yang akan mendapat prioritas vaksinasi. ’’Karena vaksinnya terbatas, jadi diutamakan sapi perah dulu, karena pada sapi perah ini putingnya itu keluar vesikelnya ini yang bahaya, jadi kalau untuk sapi perah tidak hanya mulut dan kuku, ternyata putingnya juga melepuh-melepuh ini akan mencemari susu yang dikeluarkan,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Rumah Utang Rakyat, Hindari Praktik Lintah Darat

Di akhir Rakor, Bupati yang didampingi Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Al-Barra dan Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto Teguh Gunarko ini menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian, TNI, dan Kejari untuk meminta dukungan terkait penutupan pasar hewan sampai proses vaksinasi hewan ternak di wilayah Kabupaten Mojokerto selesai. (prm/adv)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Dalam menanggulangi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menjelang Hari Raya Idul Adha, Pemerintah Kabupaten Mojokerto menggelar Rapat koordinasi (Rakor) Gugus Tugas Penanganan Wabah Penyakit Mulut dan Kuku pada hewan ternak, di kantor Bappeda, kemarin.

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menekankan penanggulangan wabah PMK hewan ternak. Salah satu cara yang dapat meminimalkan penyebaran wabah PMK saat ini dengan melakukan vaksinasi pada hewan ternak.

’’Makanya pemerintah juga ngebut bagaimana vaksin ini segera bisa dilaksanakan, dibuat, dan didistribusikan. Kita tidak bisa mendatangkan vaksin dari luar, tidak sama dengan Covid-19 kalau yang ini ada tujuh stereotip. Jadi vaksin itu diambil dari virus yang memang beredar di Jawa Timur, sehingga nanti benar-benar cocok,’’ ucapnya.

Baca Juga :  Panitia Pilkades Bantah Telah Main Mata

Lebih lanjut, Ikfina menambahkan, Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui Dinas Pertanian dalam menanggulangi wabah PMK akan melaksanakan vaksinasi pada hewan ternak mulai 10 Juni 2022.

’’Nanti sudah disiapkan, sudah akan mulai vaksin tanggal 10 Juni, maka nanti segera dilakukan pendataan jadwal vaksin apa yang dibutuhkan, pengamanan seperti apa, itu nanti harus jelas dikoordinasikan titik-titiknya di mana saja. Sehingga nanti teman-teman dari Polres, TNI maupun dari Kejaksaan Negeri tahu,’’ ujarnya.

Terkait pelaksanaan vaksinasi hewan ternak, orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kabupaten Mojokerto ini mengatakan, akan mengutamakan sapi perah yang akan mendapat prioritas vaksinasi. ’’Karena vaksinnya terbatas, jadi diutamakan sapi perah dulu, karena pada sapi perah ini putingnya itu keluar vesikelnya ini yang bahaya, jadi kalau untuk sapi perah tidak hanya mulut dan kuku, ternyata putingnya juga melepuh-melepuh ini akan mencemari susu yang dikeluarkan,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Serangan Virus PMK Meluas
- Advertisement -

Di akhir Rakor, Bupati yang didampingi Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Al-Barra dan Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto Teguh Gunarko ini menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian, TNI, dan Kejari untuk meminta dukungan terkait penutupan pasar hewan sampai proses vaksinasi hewan ternak di wilayah Kabupaten Mojokerto selesai. (prm/adv)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/