alexametrics
31.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 17, 2022

Upgrade Audio, Prestise di Ruang Bagasi

Audio memiliki peranan penting di mobil. Pengemudi akan lebih nyaman dengan dentuman suara di dalam kabin. Para modifikator pun kerap mengesampingkan biaya yang dibutuhkan untuk meng-upgrade kualitas audio mobilnya.

 

Di Mojokerto, mobil yang dilengkapi dengan perangkat audio itu sudah seabrek. Seperti, Xenia tahun 2004 milik Thomas Widodo. Kendaraan warna cokelat susu milik warga Perumahan Mutiara Garden, Lengkong, Mojoanyar, ini telah menghabiskan dana hingga puluhan juta. ’’Untuk hardware-nya saja, habis Rp 35 juta,’’ katanya.

Beraliran sound quality loud (SQL), kendaraan ini kerap membuat pemiliknya bangga. Berulang-ulang turun di ajang kontes dan selalu pulang dengan membawa penghargaan.

Menelan biaya yang tak sedikit, audio kendaraan ini mampu mengeluarkan suara yang sangat nyaman di telinga. Disetel dengan volume tinggi dan dentuman yang sangat keras, tetapi tetap memberi pengendara dan penumpang. ’’Suara tetap utuh dan detail,’’ imbuh pria yang akrab disapa Pakde Wid ini.

Meski mampu menghasilkan suara yang indah, tetapi Pakde Wid tak terlalu identik dengan salah satu merek saja. seperti, 2 unit sub woofer 12 inch yang menempel di bagasi belakangnya.

Baca Juga :  Anggota DPRD Dilarang Pakai Kaus

Ia menanam dari merek ternama Venom. Sedangkan, power sebanyak dua unit menggunakan 2 JBL, 1 set dome tweeter pro audio dari DB Drive, serta  satu unit capasitor Intersys.

Modifikator lainnya adalah Alex Mianto. Pemilik Jazz asal Lebaksoko, Pungging, ini pun mempercayakan perombakan audio ke a3greenaudio Kebomas, Gresik. Nyaris sama dengan perombakan Xenia milik Pakde Wid. Alex juga melepas seluruh perangkat audio bawaan kendaraan. Bahkan, seluruh interior dirombak dan dipenuhi dengan perangkat pengeras suara itu.

Alex harus merogoh kocek cukup dalam untuk memanjakan telinganya tersebut. Dan, dengan olahan yang apik, audio kendaraan ini telah berulang-ulang menggondol piala di sejumlah kontes otomotif di sejumlah kota.

Di sektor audio ini, Alex juga tak terpaku dengan satu merek saja. Namun, untuk memperoleh hasil maksimal, ia mengkolaborasikan sejumlah part audio. Seperti, di bagian speaker ia menggunakan Ads, power audio menggunakan PCA, dan sub woofer menggunakan Ads.

Baca Juga :  Pohon Angsana Tumbang Putuskan Kabel Listrik di Mojosari

Sementara itu, Riky Prasetya, pemilik DR Project Mojokerto mengatakan, upgrade audio menjadi tren yang apik di kalangan modifikator. Ia menilai, banyak pemilik mobil yang tak memperhitungkan biaya yang akan dihabiskan. ’’Karena mereka sudah hobi,’’ ungkapnya.

Audio yang tren itu tak hanya beraliran SQL. Namun, ada pula yang tak suka dengan dentuman keras. Melainkan, hanya menginginkan suara yang halus dan lembut. Mereka menyebutnya beraliran sound quality (SQ). Seperti Ayla milik Soni Eko Prasetiyo.

Soni menerangkan, di sistem audio beraliran SQ, seolah-olah mendengarkan langsung sebuah konser musik di dalam mobil. Tingkat kedetailan alat musik yang dimainkan terasa nyata dan berasal dari tempatnya masing-masing di panggung.

Konsep SQ yang dipasang di kendaraan ini, dilengkapi dengan head unit Kenwood DDx416BT  dengan 4 chanelfull range serta 2 middle bass serta sub woofer sebesar 10 inch. ’’ Dengan konsep ini, tentu bagasi masih luas. Karena tidak makan tempat,’’ beber dia. 

Audio memiliki peranan penting di mobil. Pengemudi akan lebih nyaman dengan dentuman suara di dalam kabin. Para modifikator pun kerap mengesampingkan biaya yang dibutuhkan untuk meng-upgrade kualitas audio mobilnya.

 

Di Mojokerto, mobil yang dilengkapi dengan perangkat audio itu sudah seabrek. Seperti, Xenia tahun 2004 milik Thomas Widodo. Kendaraan warna cokelat susu milik warga Perumahan Mutiara Garden, Lengkong, Mojoanyar, ini telah menghabiskan dana hingga puluhan juta. ’’Untuk hardware-nya saja, habis Rp 35 juta,’’ katanya.

Beraliran sound quality loud (SQL), kendaraan ini kerap membuat pemiliknya bangga. Berulang-ulang turun di ajang kontes dan selalu pulang dengan membawa penghargaan.

Menelan biaya yang tak sedikit, audio kendaraan ini mampu mengeluarkan suara yang sangat nyaman di telinga. Disetel dengan volume tinggi dan dentuman yang sangat keras, tetapi tetap memberi pengendara dan penumpang. ’’Suara tetap utuh dan detail,’’ imbuh pria yang akrab disapa Pakde Wid ini.

Meski mampu menghasilkan suara yang indah, tetapi Pakde Wid tak terlalu identik dengan salah satu merek saja. seperti, 2 unit sub woofer 12 inch yang menempel di bagasi belakangnya.

Baca Juga :  Pohon Angsana Tumbang Putuskan Kabel Listrik di Mojosari
- Advertisement -

Ia menanam dari merek ternama Venom. Sedangkan, power sebanyak dua unit menggunakan 2 JBL, 1 set dome tweeter pro audio dari DB Drive, serta  satu unit capasitor Intersys.

Modifikator lainnya adalah Alex Mianto. Pemilik Jazz asal Lebaksoko, Pungging, ini pun mempercayakan perombakan audio ke a3greenaudio Kebomas, Gresik. Nyaris sama dengan perombakan Xenia milik Pakde Wid. Alex juga melepas seluruh perangkat audio bawaan kendaraan. Bahkan, seluruh interior dirombak dan dipenuhi dengan perangkat pengeras suara itu.

Alex harus merogoh kocek cukup dalam untuk memanjakan telinganya tersebut. Dan, dengan olahan yang apik, audio kendaraan ini telah berulang-ulang menggondol piala di sejumlah kontes otomotif di sejumlah kota.

Di sektor audio ini, Alex juga tak terpaku dengan satu merek saja. Namun, untuk memperoleh hasil maksimal, ia mengkolaborasikan sejumlah part audio. Seperti, di bagian speaker ia menggunakan Ads, power audio menggunakan PCA, dan sub woofer menggunakan Ads.

Baca Juga :  Airlangga Minta Doa Ulama Sulsel agar UMKM Indonesia Bangkit Pasca Pandemi

Sementara itu, Riky Prasetya, pemilik DR Project Mojokerto mengatakan, upgrade audio menjadi tren yang apik di kalangan modifikator. Ia menilai, banyak pemilik mobil yang tak memperhitungkan biaya yang akan dihabiskan. ’’Karena mereka sudah hobi,’’ ungkapnya.

Audio yang tren itu tak hanya beraliran SQL. Namun, ada pula yang tak suka dengan dentuman keras. Melainkan, hanya menginginkan suara yang halus dan lembut. Mereka menyebutnya beraliran sound quality (SQ). Seperti Ayla milik Soni Eko Prasetiyo.

Soni menerangkan, di sistem audio beraliran SQ, seolah-olah mendengarkan langsung sebuah konser musik di dalam mobil. Tingkat kedetailan alat musik yang dimainkan terasa nyata dan berasal dari tempatnya masing-masing di panggung.

Konsep SQ yang dipasang di kendaraan ini, dilengkapi dengan head unit Kenwood DDx416BT  dengan 4 chanelfull range serta 2 middle bass serta sub woofer sebesar 10 inch. ’’ Dengan konsep ini, tentu bagasi masih luas. Karena tidak makan tempat,’’ beber dia. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/