alexametrics
31.1 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

KONI Batasi 170 Atlet

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Meski persiapan kurang lima bulan lagi, tak menghalangi langkah KONI Kabupaten Mojokerto dalam mematenkan jumlah atlet yang akan diturunkan di Porprov nanti. Akhir pekan ini, jumlah atlet dan cabor yang akan berlaga di ajang olahraga multievent level provinsi tersebut bakal ditentukan. Yakni tak kurang dari 170 atlet yang dipastikan layak bertarung.

Kepastian ini sekaligus sebagai warning KONI dalam menyiapkan anggaran untuk kebutuhan operasional kontingen sesuai program dan target prestasi yang dibebankan. Sebelumnya, KONI sudah menggelar menjaringan atlet lewat seleksi dua tahap. Tahap pertama terjaring 220 atlet dari 25 cabor yang menyetorkan pertengahan 2021 lalu.

Namun setelah diverifikasi dan dimonitor berdasarkan administrasi dan survei di lapangan, hanya terdapat 176 atlet dari 19 cabor yang aktif menggelar pemusatan latihan. Dari jumlah itu, tim monitoring dan evaluasi (monev) dari Bidang Pembinaan dan Prestasi (binpres) kembali menjaring atlet yang berdasarkan keaktifan dan kedisiplinan. Hasilnya, tak kurang dari 150 atlet yang dinyatakan siap bertarung.

Baca Juga :  KONI Pelototi TC Cabor

Meski terus berkurang, namun KONI menegaskan kualitas dan performa atlet yang dipilih tak diragukan lagi. Sebab, mereka terjaring berdasarkan hasil pantauan intensif tim monev. Yakni dengan mempertimbangan kekuatan skill maupun mental yang terus berkembang. ’’Kami melakukan sistem seleksi bertahap ini karena memang kami ingin persiapan ini terukur dan terstruktur. Jadi capaian prestasinya nanti juga sudah bisa diperkirakan,’’ terang Ketua Umum KONI Kabupaten Mojokerto, Suher Didieanto kemarin.

Suher juga memastikan jumlah atlet yang akan ditetapkan sebagai kontingen nanti tak lebih dari 170 atlet. Atau bertambah tak kurang dari 20 atlet dari jumlah yang tersedia saat ini. Tambahan ini nantinya bisa diisi cabor yang lolos dari babak praporprov. Yakni cabor beregu muali dari sepak bola, voli, silat, futsal, dan basket. Maret nanti, mereka akan melakoni babak kualifikasi lebih dulu sebelum melangkah ke babak utama Porprov.

Baca Juga :  Ruang Gerak PPK Dibatasi

’’Intinya saat ini masih dinamis. Mungkin minggu depan akan diumumkan oleh tim monev binpres. Jumlah atletnya bisa bertambah dan bisa berkurang, tapi kami batasi maksimal 170 atlet,’’ tegasnya.

Batasan itu diakui Suher tak lepas dari alokasi anggaran yang ia terima dari Pemkab Mojokerto. Di mana, selama tahun anggaran 2022, KONI hanya dijatah tak kurang dari Rp 2 miliar. Angka tersebut sudah ia bagi berdasarkan porsi kebutuhan, mulai dari persiapan dan pelaksanaan porprov sebanyak Rp 1,2 miliar, operasional dan rumah tangga KONI Rp 400 juta, dan sisanya untuk kebutuhan rutin pembinaan cabor.  Dengan anggaran dan jumlah atlet yang ditetapkan, Suher hanya bisa menjanjikan kenaikan prestasi dengan naik ke posisi 20 besar Jatim.

’’Anggaran kami tidak naik dan tidak kurang dari tahun-tahun nonporprov. Mungkin akan kami maksimalkan, termasuk juga akan meminta tambahan ke pemkab jika memang diperlukan,’’ pungkasnya. (far/fen)

 

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Meski persiapan kurang lima bulan lagi, tak menghalangi langkah KONI Kabupaten Mojokerto dalam mematenkan jumlah atlet yang akan diturunkan di Porprov nanti. Akhir pekan ini, jumlah atlet dan cabor yang akan berlaga di ajang olahraga multievent level provinsi tersebut bakal ditentukan. Yakni tak kurang dari 170 atlet yang dipastikan layak bertarung.

Kepastian ini sekaligus sebagai warning KONI dalam menyiapkan anggaran untuk kebutuhan operasional kontingen sesuai program dan target prestasi yang dibebankan. Sebelumnya, KONI sudah menggelar menjaringan atlet lewat seleksi dua tahap. Tahap pertama terjaring 220 atlet dari 25 cabor yang menyetorkan pertengahan 2021 lalu.

Namun setelah diverifikasi dan dimonitor berdasarkan administrasi dan survei di lapangan, hanya terdapat 176 atlet dari 19 cabor yang aktif menggelar pemusatan latihan. Dari jumlah itu, tim monitoring dan evaluasi (monev) dari Bidang Pembinaan dan Prestasi (binpres) kembali menjaring atlet yang berdasarkan keaktifan dan kedisiplinan. Hasilnya, tak kurang dari 150 atlet yang dinyatakan siap bertarung.

Baca Juga :  Liga Remaja Terancam Ditunda Tahun Depan

Meski terus berkurang, namun KONI menegaskan kualitas dan performa atlet yang dipilih tak diragukan lagi. Sebab, mereka terjaring berdasarkan hasil pantauan intensif tim monev. Yakni dengan mempertimbangan kekuatan skill maupun mental yang terus berkembang. ’’Kami melakukan sistem seleksi bertahap ini karena memang kami ingin persiapan ini terukur dan terstruktur. Jadi capaian prestasinya nanti juga sudah bisa diperkirakan,’’ terang Ketua Umum KONI Kabupaten Mojokerto, Suher Didieanto kemarin.

Suher juga memastikan jumlah atlet yang akan ditetapkan sebagai kontingen nanti tak lebih dari 170 atlet. Atau bertambah tak kurang dari 20 atlet dari jumlah yang tersedia saat ini. Tambahan ini nantinya bisa diisi cabor yang lolos dari babak praporprov. Yakni cabor beregu muali dari sepak bola, voli, silat, futsal, dan basket. Maret nanti, mereka akan melakoni babak kualifikasi lebih dulu sebelum melangkah ke babak utama Porprov.

Baca Juga :  Persem Bongkar Pasang Calon Pemain, Manajemen Pasrah Tim Seleksi

’’Intinya saat ini masih dinamis. Mungkin minggu depan akan diumumkan oleh tim monev binpres. Jumlah atletnya bisa bertambah dan bisa berkurang, tapi kami batasi maksimal 170 atlet,’’ tegasnya.

- Advertisement -

Batasan itu diakui Suher tak lepas dari alokasi anggaran yang ia terima dari Pemkab Mojokerto. Di mana, selama tahun anggaran 2022, KONI hanya dijatah tak kurang dari Rp 2 miliar. Angka tersebut sudah ia bagi berdasarkan porsi kebutuhan, mulai dari persiapan dan pelaksanaan porprov sebanyak Rp 1,2 miliar, operasional dan rumah tangga KONI Rp 400 juta, dan sisanya untuk kebutuhan rutin pembinaan cabor.  Dengan anggaran dan jumlah atlet yang ditetapkan, Suher hanya bisa menjanjikan kenaikan prestasi dengan naik ke posisi 20 besar Jatim.

’’Anggaran kami tidak naik dan tidak kurang dari tahun-tahun nonporprov. Mungkin akan kami maksimalkan, termasuk juga akan meminta tambahan ke pemkab jika memang diperlukan,’’ pungkasnya. (far/fen)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/