alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Sunday, May 29, 2022

Nasib PS Mojokerto Ada di Tangan Pengurus

MOJOKERTO – Terhentinya langkah tim PS Mojokerto Putra (PSMP) atas Borneo FC di babak 32 besar Piala Indonesia tak dapat dipungkiri menjadi kekecewaan paling dalam yang dirasakan segenap tim dan pelatih.

Di mana, langkah dan eksistensi The Lasmojo secara otomatis ikut terhenti di persepakbolaan Indonesia selama musim 2019 setelah gagal di Piala Indonesia. Situasi itu muncul setelah PSMP tak bisa mengelak dari sanksi larangan bermain yang diberikan Komdis PSSI akibat PSMP terlibat match fixing di Liga 2 musim 2018 lalu.

Meski telah melayangkan upaya banding atas sanksi, namun langkah tersebut nyatanya tak cukup meringankan sanksi. Komisi Banding (komding) sampai saat ini bahkan belum sekalipun merespons upaya pengurus itu meski telah beberapa kali dihubungi.

Baca Juga :  Jembatan Gantung, Suguhkan Panorama Gunung Anjasmoro dan Welirang

Sehingga banding terkesan jalan di tempat. Nah, situasi ini pun yang membuat manajemen mengembalikan hak pengelolaan tim kepada pengurus dan segenap direksi. Di mana, tugas dan kewajiban manajemen otomatis ikut berakhir setelah PSMP tak lagi berlaga selama setahun ke depan.

’’Ya kita kembalikan ke pengurus. Seperti apa nanti langkah berikutnya, itu terserah pengurus. Secara tertulis, pemain dan pelatih saat ini sudah tidak ada ikatan kontrak,’’ tutur Jamal Yastro mewakili manajemen kemarin.

Jamal pun berharap pengurus bisa memberikan tanggapan positif kepada para penggawa selama mereka berseragam merah-hitam di tahun 2018. Meski pada akhirnya PSMP menuai sanksi, namun kiprah dan perjuangan Laskar Majapahit tak dapat dipandang sebelah mata.

Di mana, perjuangan Indra Setiawan dkk selama setahun terakhir dinilai mampu menaikkan derajat tim. Hal itu dibuktikan dari prestasi terakhir PSMP yang mampu lolos ke babak delapan besar meski pada akhirnya gagal melaju ke semifinal hingga final.

Baca Juga :  Pengajuan QR Code Wisata Pemkab Ditolak

Raihan tersebut sama dengan perolehan musim 2017 lalu yang juga menembus delapan besar. ’’Ya kita sih berharap ada apresiasi dari manajemen dan pengurus soal. Diakui atau tidak, lolos posisi delapan besar adalah keberhasilan tersendiri,’’ tambahnya.

Seperti diketahui, langkah PSMP di Piala Indonesia harus berakhir setelah di leg kedua babak 32 besar gagal revans atas Borneo FC. PSMP, bahkan harus menerima kekalahan paling pahit sepanjang kiprah mereka di tahun 2018 hingga 2019 setelah laga berakhir dengan skor 0-6 untuk kemenangan Borneo FC.

 

MOJOKERTO – Terhentinya langkah tim PS Mojokerto Putra (PSMP) atas Borneo FC di babak 32 besar Piala Indonesia tak dapat dipungkiri menjadi kekecewaan paling dalam yang dirasakan segenap tim dan pelatih.

Di mana, langkah dan eksistensi The Lasmojo secara otomatis ikut terhenti di persepakbolaan Indonesia selama musim 2019 setelah gagal di Piala Indonesia. Situasi itu muncul setelah PSMP tak bisa mengelak dari sanksi larangan bermain yang diberikan Komdis PSSI akibat PSMP terlibat match fixing di Liga 2 musim 2018 lalu.

Meski telah melayangkan upaya banding atas sanksi, namun langkah tersebut nyatanya tak cukup meringankan sanksi. Komisi Banding (komding) sampai saat ini bahkan belum sekalipun merespons upaya pengurus itu meski telah beberapa kali dihubungi.

Baca Juga :  Lestarikan Budaya Lokal, Pemkot Gelar Damaran Budaya Bareng Ning Ita

Sehingga banding terkesan jalan di tempat. Nah, situasi ini pun yang membuat manajemen mengembalikan hak pengelolaan tim kepada pengurus dan segenap direksi. Di mana, tugas dan kewajiban manajemen otomatis ikut berakhir setelah PSMP tak lagi berlaga selama setahun ke depan.

’’Ya kita kembalikan ke pengurus. Seperti apa nanti langkah berikutnya, itu terserah pengurus. Secara tertulis, pemain dan pelatih saat ini sudah tidak ada ikatan kontrak,’’ tutur Jamal Yastro mewakili manajemen kemarin.

Jamal pun berharap pengurus bisa memberikan tanggapan positif kepada para penggawa selama mereka berseragam merah-hitam di tahun 2018. Meski pada akhirnya PSMP menuai sanksi, namun kiprah dan perjuangan Laskar Majapahit tak dapat dipandang sebelah mata.

- Advertisement -

Di mana, perjuangan Indra Setiawan dkk selama setahun terakhir dinilai mampu menaikkan derajat tim. Hal itu dibuktikan dari prestasi terakhir PSMP yang mampu lolos ke babak delapan besar meski pada akhirnya gagal melaju ke semifinal hingga final.

Baca Juga :  Latih Sulam Ibu-Ibu dan Difabel, Sisihkan Keuntungan untuk Pelatihan

Raihan tersebut sama dengan perolehan musim 2017 lalu yang juga menembus delapan besar. ’’Ya kita sih berharap ada apresiasi dari manajemen dan pengurus soal. Diakui atau tidak, lolos posisi delapan besar adalah keberhasilan tersendiri,’’ tambahnya.

Seperti diketahui, langkah PSMP di Piala Indonesia harus berakhir setelah di leg kedua babak 32 besar gagal revans atas Borneo FC. PSMP, bahkan harus menerima kekalahan paling pahit sepanjang kiprah mereka di tahun 2018 hingga 2019 setelah laga berakhir dengan skor 0-6 untuk kemenangan Borneo FC.

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/