alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Catat Sejarah Baru

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Rekor capaian medali di Kejurprov baru saja dipecahkan cabor judo Kota Mojokerto, Minggu (5/12). Delapan pejudo asuhan Pengkot PJSI Mojokerto merebut enam medali, yakni dua emas, empat perunggu, dan satu kategori atlet terbaik.

Jumlah tersebut menjadi torehan prestisius dibanding capaian kejurprov sebelumnya. Dua medali emas disumbang pejudo kembar, Hendra Aditya dan Hendri aditya, yang turun di nomor 60 kilogram (kg) U-21 dan 55 kg senior. Sedang, empat perunggu lain direbut Aldhi Rohmatullah nomor 60 kg U-16, Octa Widianti nomor +63 kg U-16, Rizal Akbar kelas 60 kg senior, Rizky Maulidiya kelas 45 kg senior.

Dari delapan pejudo yang diberangkatkan, dua atlet gagal meraup medali, yakni Bintang Agresia dan Rendy Ramadhan. Pelatih judo Kota Mojokerto, Muhammad Syaiful Raharjo mengatakan, perolehan medali sebanyak itu baru kali pertama dan yang terbaik sepanjang Pengkot PJSI Mojokerto berdiri. Tahun lalu, prestasi terbaik judo kota onde-onde direbut di kejurprov yakni dua keping medali perunggu yang juga direbut duo kembar, Hendra-Hendri Aditya.

Baca Juga :  142 TPS Pilgub Jatim di Kabupaten Mojokerto Rawan

’’Sejarah buat judo Kota Mojokerto yang mempunyai atlet terbaik. Sebelumnya, yang bisa dapat medali hanya atlet kembar saja. Itu pun meraih perunggu di Kejurprov Bojonegoro tahun 2019 lalu,’’ terangnya. Syaiful tak menampik, perolehan tersebut tak lepas pola dan sistem pembinaan yang dibenahi sejak tahun lalu.

Di mana, 8 atlet digembleng lewat sarana dan fasilitas latihan memadai. Termasuk, dengan sistem pelatihan yang mengadopsi puslatda dan puslatnas hasil studi banding beberapa waktu lalu. ’’Anak-anak sudah bisa menyadari dan beradaptasi dengan porsi dan latihan berat selama dua bulan sebelum kejurprov. Memang kami gas latihannya dengan durasi seminggu hingga enam kali,’’ tegasnya.

Atas hasil tersebut, keenam anak asuhnya kini berpotensi besar masuk kontingen judo porprov tahun depan. Pihaknya optimis, keenam atletnya mampu menyumbangkan banyak medali khususnya emas di ajang olahraga multievent empat tahunan itu.

Baca Juga :  Bocor, Pipa Jargas Semburkan Api

Dengan catatan, mereka mampu menjalani metode training center yang dirancang untuk enam bulan sisa waktu persiapan ke depan. ’’Dari delapan atlet itu, Insyallah 6 atlet akan kami mainkan di Porprov, termasuk 2 medali emas yang juga kami targetkan,’’ pungkasnya. (far/fen)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Rekor capaian medali di Kejurprov baru saja dipecahkan cabor judo Kota Mojokerto, Minggu (5/12). Delapan pejudo asuhan Pengkot PJSI Mojokerto merebut enam medali, yakni dua emas, empat perunggu, dan satu kategori atlet terbaik.

Jumlah tersebut menjadi torehan prestisius dibanding capaian kejurprov sebelumnya. Dua medali emas disumbang pejudo kembar, Hendra Aditya dan Hendri aditya, yang turun di nomor 60 kilogram (kg) U-21 dan 55 kg senior. Sedang, empat perunggu lain direbut Aldhi Rohmatullah nomor 60 kg U-16, Octa Widianti nomor +63 kg U-16, Rizal Akbar kelas 60 kg senior, Rizky Maulidiya kelas 45 kg senior.

Dari delapan pejudo yang diberangkatkan, dua atlet gagal meraup medali, yakni Bintang Agresia dan Rendy Ramadhan. Pelatih judo Kota Mojokerto, Muhammad Syaiful Raharjo mengatakan, perolehan medali sebanyak itu baru kali pertama dan yang terbaik sepanjang Pengkot PJSI Mojokerto berdiri. Tahun lalu, prestasi terbaik judo kota onde-onde direbut di kejurprov yakni dua keping medali perunggu yang juga direbut duo kembar, Hendra-Hendri Aditya.

Baca Juga :  Nataru, Karaoke Wajib Tutup

’’Sejarah buat judo Kota Mojokerto yang mempunyai atlet terbaik. Sebelumnya, yang bisa dapat medali hanya atlet kembar saja. Itu pun meraih perunggu di Kejurprov Bojonegoro tahun 2019 lalu,’’ terangnya. Syaiful tak menampik, perolehan tersebut tak lepas pola dan sistem pembinaan yang dibenahi sejak tahun lalu.

Di mana, 8 atlet digembleng lewat sarana dan fasilitas latihan memadai. Termasuk, dengan sistem pelatihan yang mengadopsi puslatda dan puslatnas hasil studi banding beberapa waktu lalu. ’’Anak-anak sudah bisa menyadari dan beradaptasi dengan porsi dan latihan berat selama dua bulan sebelum kejurprov. Memang kami gas latihannya dengan durasi seminggu hingga enam kali,’’ tegasnya.

Atas hasil tersebut, keenam anak asuhnya kini berpotensi besar masuk kontingen judo porprov tahun depan. Pihaknya optimis, keenam atletnya mampu menyumbangkan banyak medali khususnya emas di ajang olahraga multievent empat tahunan itu.

Baca Juga :  Dewan Segera Bentuk Panitia Pemilihan
- Advertisement -

Dengan catatan, mereka mampu menjalani metode training center yang dirancang untuk enam bulan sisa waktu persiapan ke depan. ’’Dari delapan atlet itu, Insyallah 6 atlet akan kami mainkan di Porprov, termasuk 2 medali emas yang juga kami targetkan,’’ pungkasnya. (far/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/