alexametrics
24.2 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

Cium Cecap Kopi Sensasi Wine

Kopi jenis excelsa nyatanya bisa disulap menjadi kopi dengan citarasa unik. Seperti di tangan Adityo Tri Wicaksono, kopi yang dihasilkan para petani lereng Gunung Anjasmoroini bisa dinikmati dengan sensasi wine.

Di Kedai Trilogy.express yang berlokasi di Pasar Dinoyo, pria kelahiran 1996 itu sudah lebih dari dua tahun mengolah kopi lokal untuk bisa disajikan berbeda kepada penikmat kopi. ’’Konsepnya memang saya ingin mengenalkan ke orang-orang, di Jatirejo ada kebun kopi. Dan kopinya bisa digunakan kedai kopi kelas atas, bukan hanya kelas giras,’’ ungkap Adityo.

Di kawasan Jatirejo, kini sudah ada tiga desa yang mayoritas penduduknya sebagai petani kopi. Yakni, Desa Tawangrejo, Rejosari, dan Jembul. Alhasil, kopi jenis excelsa yang dipanen para petani ini diolah berbeda memunculkan sensasi wine. Bukan berarti kopi ini mengandung alkohol seperti minuman wine yang dikenal selama ini. Namun, karena kopi ini diproses secara khusus paska panen, akhirnya bisa menghasilkan aroma dan cita rasa yang menyerupai wine. ’’Jadi perbedaan dengan kopi pada umumnya ini terdapat pada proses pasca panen,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Rasa Khas ’’Semeriwing’’ Mint Jadi Incaran

Jika pada proses natural umumnya, lanjut Adityo, penjemuran kopi dilakukan selama kurang lebih dua minggu. Namun, pada kopi wine penjemuran dilakukan selama 30-60 hari. Di Jatirejo, sistem pengeringannya tidak memanfaatkan mesin, melainkan dilakukan tradisional atau metode natural proses. Kopi yang sudah sortir petik merah, dijemur langsung di bawah sinar matahari. Dari lamanya proses penjemuran itulah, sebut, Adityo, menyebabkan rasa dan aroma wine bisa keluar. ’’Kalau wine itu khan terbuat dari anggur. Kalau kopi wine itu aroma dan rasa kopinya terdapat seperti ada campuran anggur wine. Ini yang membedakan dari lainnya,’’ jelas warga Desa Dukuhngarjo, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto ini.

Dengan kekhasannya ini, para penikmat kopi dijamin ketagihan. Karena setiap jenis kopi Jatirejo memiliki cita rasa yang berbeda. Para penikmat kopi rasanya juga kurang lengkap jika belum mencicipi kopi excelsa wine yang dipetik dari petaninya langsung ini. Di kalangan barista, kopi wine juga bisa disebut dengan coffe yang mengalami proses fermentasi sebelum menjadi biji kopi. Proses fermentasi itu terjadi pada saat penjemuran. ’’Aroma asam juga tercium dari biji kopi wine yang sudah di-roasting. Rasa kopinya asam dan segar,’’ tandasnya. (ori/fen)

Baca Juga :  Akses Transportasi Utama Seberangi Sungai Brantas

Kopi jenis excelsa nyatanya bisa disulap menjadi kopi dengan citarasa unik. Seperti di tangan Adityo Tri Wicaksono, kopi yang dihasilkan para petani lereng Gunung Anjasmoroini bisa dinikmati dengan sensasi wine.

Di Kedai Trilogy.express yang berlokasi di Pasar Dinoyo, pria kelahiran 1996 itu sudah lebih dari dua tahun mengolah kopi lokal untuk bisa disajikan berbeda kepada penikmat kopi. ’’Konsepnya memang saya ingin mengenalkan ke orang-orang, di Jatirejo ada kebun kopi. Dan kopinya bisa digunakan kedai kopi kelas atas, bukan hanya kelas giras,’’ ungkap Adityo.

Di kawasan Jatirejo, kini sudah ada tiga desa yang mayoritas penduduknya sebagai petani kopi. Yakni, Desa Tawangrejo, Rejosari, dan Jembul. Alhasil, kopi jenis excelsa yang dipanen para petani ini diolah berbeda memunculkan sensasi wine. Bukan berarti kopi ini mengandung alkohol seperti minuman wine yang dikenal selama ini. Namun, karena kopi ini diproses secara khusus paska panen, akhirnya bisa menghasilkan aroma dan cita rasa yang menyerupai wine. ’’Jadi perbedaan dengan kopi pada umumnya ini terdapat pada proses pasca panen,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Warna Smooth Lebih Comfortable

Jika pada proses natural umumnya, lanjut Adityo, penjemuran kopi dilakukan selama kurang lebih dua minggu. Namun, pada kopi wine penjemuran dilakukan selama 30-60 hari. Di Jatirejo, sistem pengeringannya tidak memanfaatkan mesin, melainkan dilakukan tradisional atau metode natural proses. Kopi yang sudah sortir petik merah, dijemur langsung di bawah sinar matahari. Dari lamanya proses penjemuran itulah, sebut, Adityo, menyebabkan rasa dan aroma wine bisa keluar. ’’Kalau wine itu khan terbuat dari anggur. Kalau kopi wine itu aroma dan rasa kopinya terdapat seperti ada campuran anggur wine. Ini yang membedakan dari lainnya,’’ jelas warga Desa Dukuhngarjo, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto ini.

Dengan kekhasannya ini, para penikmat kopi dijamin ketagihan. Karena setiap jenis kopi Jatirejo memiliki cita rasa yang berbeda. Para penikmat kopi rasanya juga kurang lengkap jika belum mencicipi kopi excelsa wine yang dipetik dari petaninya langsung ini. Di kalangan barista, kopi wine juga bisa disebut dengan coffe yang mengalami proses fermentasi sebelum menjadi biji kopi. Proses fermentasi itu terjadi pada saat penjemuran. ’’Aroma asam juga tercium dari biji kopi wine yang sudah di-roasting. Rasa kopinya asam dan segar,’’ tandasnya. (ori/fen)

Baca Juga :  Melukis Corona Effect, Bikin Komik untuk Edukasi

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/