alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Saturday, May 28, 2022

Bukan Menebar Ketakutan, Hanya Ingin Sampaikan Pesan

Sepekan terakhir, Polres Mojokerto gencar mengampanyekan bahaya coronavirus 2019 (Covid-19) di jalanan. Dengan menggunakan helm berbentuk virus korona, mereka tak lelah menyampaikan edukasi ke para pengguna jalan. Helm itu merupakan karya dari seorang semiman asal Trowulan.

IMRON ARLADO, Trowulan, Jawa Pos Radar Mojokerto

ADALAH Nanang Moeni. Pria asal Desa Jatisumber, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, ini mampu menciptakan helm berbentuk virus korona itu dengan bentuk yang unik hanya dalam waktu sehari saja. ’’Semula dapat pesanan dari Polres Mojokerto untuk menyampaikan pesan korona yang mudah diingat masyarakat,” katanya mengawali ceritanya, kemarin.

Pria berambut gondrong ini menambahkan, ia pun harus berpikir keras. Dan, akhirnya membuat helm dengan modifikasi khusus. Yakni, helm dengan pernak-pernik gabus hingga membentuk model virus korona. ”Setelah menemukan ide, akhirnya saya belanja. Dan, saya yakin, sehari bisa selesai,” jelasnya. Namun, langkahnya mendadak terhenti. Nanang mengaku kesulitan mendapat material yang dibutuhkan. Karena hampir seluruh toko yang menyediakan material tersebut tutup total.

Baca Juga :  Dua Tim Tatap Tingkat Jatim

Dia baru menemukan keesokan harinya setelah memutar cukup jauh. Nanang menyebutkan, di kondisi normal, bahan yang harus digunakan untuk membuat helm ala Covid-19 itu mudah ditemukan di pasaran. Di antaranya helm, spon sofa, lem, besi, dan cat. ’’Tapi karena saat itu semua ketakutan, akhirnya banyak sekali toko yang tutup. Akhirnya, saya sangat kesulitan menemukan bahan-bahannya,’’ beber Nanang.

Nanang akhirnya menemukan bahan di sebuah toko bangunan di kawasan perkampungan. Maklum, di perkampungan, masyarakat masih banyak yang membuka tokonya. Setelah semua lengkap, Nanang mulai bekerja. Nanang menciptakan bagian duri yang mirip landak itu, dengan menggunting spon tebal. Spon itu lalu ditancapkan di bagian luar helm dengan cara di bor. ’’Setelah semua terpasang, baru kemudian diwarnai,” jelasnya.

Untuk mendapatkan hasil yang bagus, Nanang menggunakan cat semprot. Sementara pemilihan warna merah yang dominan sebagai simbol perlawanan terhadap virus korona yang sedang mewabah di Indonesia dan dunia. Karya Nanang rupanya menjadi simbol baru. Tak sedikit pengguna jalan yang sadar terhadap bahaya korona. Namun, tak sedikit pun yang menebar cibiran. Nanang menceritakan, helm Covid-19 yang dibuatnya itu dianggap oleh sebagian orang justru menambah ketakutan bagi masyarakat luas. ’’Padahal, tujuan saya untuk memberikan edukasi. Kalau tidak perlu keluar rumah, cukup di rumah saja. Jangan di jalanan,” katanya.

Baca Juga :  Reunian Sekolah, Awas Kena CLBK Lho!

Tak sedikitpun ia berkeinginan, jika helm itu membangun rasa takut. ’’Saya hanya berharap bisa menyampaikan pesan dengan mudah. Mudah diingat. Bukan memberikan rasa takut,” terang dia. Nanang dikenal sebagai seniman yang sangat sensitif terhadap persoalan di sekelilingnya. Saat ini, ia juga berancang-ancang melelang sejumlah lukisannya. Hasil lelang itu akan dibelikan alat pelindung diri (APD) dan disumbangkan ke tenaga medis.

Sepekan terakhir, Polres Mojokerto gencar mengampanyekan bahaya coronavirus 2019 (Covid-19) di jalanan. Dengan menggunakan helm berbentuk virus korona, mereka tak lelah menyampaikan edukasi ke para pengguna jalan. Helm itu merupakan karya dari seorang semiman asal Trowulan.

IMRON ARLADO, Trowulan, Jawa Pos Radar Mojokerto

ADALAH Nanang Moeni. Pria asal Desa Jatisumber, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, ini mampu menciptakan helm berbentuk virus korona itu dengan bentuk yang unik hanya dalam waktu sehari saja. ’’Semula dapat pesanan dari Polres Mojokerto untuk menyampaikan pesan korona yang mudah diingat masyarakat,” katanya mengawali ceritanya, kemarin.

Pria berambut gondrong ini menambahkan, ia pun harus berpikir keras. Dan, akhirnya membuat helm dengan modifikasi khusus. Yakni, helm dengan pernak-pernik gabus hingga membentuk model virus korona. ”Setelah menemukan ide, akhirnya saya belanja. Dan, saya yakin, sehari bisa selesai,” jelasnya. Namun, langkahnya mendadak terhenti. Nanang mengaku kesulitan mendapat material yang dibutuhkan. Karena hampir seluruh toko yang menyediakan material tersebut tutup total.

Baca Juga :  Tanpa Physical Distancing, Pengunjung Dihibur Karaoke

Dia baru menemukan keesokan harinya setelah memutar cukup jauh. Nanang menyebutkan, di kondisi normal, bahan yang harus digunakan untuk membuat helm ala Covid-19 itu mudah ditemukan di pasaran. Di antaranya helm, spon sofa, lem, besi, dan cat. ’’Tapi karena saat itu semua ketakutan, akhirnya banyak sekali toko yang tutup. Akhirnya, saya sangat kesulitan menemukan bahan-bahannya,’’ beber Nanang.

Nanang akhirnya menemukan bahan di sebuah toko bangunan di kawasan perkampungan. Maklum, di perkampungan, masyarakat masih banyak yang membuka tokonya. Setelah semua lengkap, Nanang mulai bekerja. Nanang menciptakan bagian duri yang mirip landak itu, dengan menggunting spon tebal. Spon itu lalu ditancapkan di bagian luar helm dengan cara di bor. ’’Setelah semua terpasang, baru kemudian diwarnai,” jelasnya.

- Advertisement -

Untuk mendapatkan hasil yang bagus, Nanang menggunakan cat semprot. Sementara pemilihan warna merah yang dominan sebagai simbol perlawanan terhadap virus korona yang sedang mewabah di Indonesia dan dunia. Karya Nanang rupanya menjadi simbol baru. Tak sedikit pengguna jalan yang sadar terhadap bahaya korona. Namun, tak sedikit pun yang menebar cibiran. Nanang menceritakan, helm Covid-19 yang dibuatnya itu dianggap oleh sebagian orang justru menambah ketakutan bagi masyarakat luas. ’’Padahal, tujuan saya untuk memberikan edukasi. Kalau tidak perlu keluar rumah, cukup di rumah saja. Jangan di jalanan,” katanya.

Baca Juga :  Dinding Keramik Penuh Kaligrafi, Ada Makam Guru Majapahit

Tak sedikitpun ia berkeinginan, jika helm itu membangun rasa takut. ’’Saya hanya berharap bisa menyampaikan pesan dengan mudah. Mudah diingat. Bukan memberikan rasa takut,” terang dia. Nanang dikenal sebagai seniman yang sangat sensitif terhadap persoalan di sekelilingnya. Saat ini, ia juga berancang-ancang melelang sejumlah lukisannya. Hasil lelang itu akan dibelikan alat pelindung diri (APD) dan disumbangkan ke tenaga medis.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/