alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Monday, May 16, 2022

Syamsul Sebut Kusairin Sudah Gila

MOJOANYAR, Jawa Pos Radar Mojokerto – Polemik di dalam internal DPC PPP Kabupaten Mojokerto bakal terus memanas. Menyusul, kedua belah pihak masih saling ngotot dan keukeuh dengan pendirian masing-masing. Adalah sikap Ketua Majelis Pertimbangan Cabang (MPC) PPP Kabupaten Mojokerto Syamsul Huda, yang menebar ancaman bakal melapor sikap ketua DPC PPP Kusairian ke induk partainya.

Syamsul mengatakan, laporan yang akan dilayangkan itu setelah ia menemukan dugaan pengkhianatan terhadap hasil rapat pimpinan cabang (Rapimcab) PPP. ’’Rapimcab adalah keputusan tertinggi partai di tingkat cabang. Harusnya dihormati. Bukan dikhianati,” ungkapnya kemarin.

Di hasil rapimcab, kata Syamsul, hanya dua nama yang masuk dalam rekomendasi cabup-cawabup yang diusulkan ke DPP PPP untuk mendapat rekom di pilkada nanti. Yakni, pasangan bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati (bacabup-bacawabup) Ikfina Fahmawati-Muhammad Al Barra (Ikbar), dan Yoko Priyono-Choirunnisa (Yoko-Nisa). Namun, di tengah perjalanan, justru berubah menjadi tiga nama, dan nama petahana Pungkasiadi nangkring di daftar deretan kandidat.

Selain bertambahnya nama yang diusulkan, Syamsul menilai, sikap Kusairin yang menyebut dirinya tak lagi menjabat sebagai ketua MPC, dianggap sebagai pembohongan publik. Karena sampai detik ini, ia masih mengantongi SK pengangkatan dirinya, dan tak pernah dicabut.

Baca Juga :  Rekom PPP Molor

’’Saya sebagai ketua MPC sampai 2021 nanti,” ujarnya. Hingga saat ini, kata mantan anggota DPRD Kabupaten Mojokerto itu, ia masih sah sebagai ketua MPC. Karena tak pernah terjadi reshuffle di tubuh partai berlambang Kakbah tersebut.

Keyakinan ia tak pernah digeser sebagai ketua, juga terbukti saat kehadirannya di Rapimcab DPC PPP Kabupaten Mojokerto, di Trawas, pada 1 Februari lalu. ’’Waktu rapimcab, saya hadir dengan membawa undangan atas nama ketua MPC. Saya diundang resmi. Jadi, masih diakui. Kalau saya dianggap sudah bukan kader, maka Kusairin itu sudah gila,” selorohnya.

Untuk itu, Syamsul memastikan, bakal melaporkan polemik ini ke DPW dan DPP. ’’Laporan segera saya buat. Dan, akan saya jelaskan semuanya,” papar dia. Sementara itu, Ketua DPC PPP Kabupaten Mojokerto Kusairin menegaskan, saat ini, ketua MPC dipegang  KH Ramudi, asal Mojosari. Sedangkan, ketua Dewan Syariah diduduki KH Makhfuzi Ahmad. Sementara, Syamsul Huda tak masuk dalam struktur kepengurusan saat ini.

Baca Juga :  Jadwal Penyerahan Rekomendasi Meleset

Ia pun menyarankan, siapapun yang tak puas dengan hasil rapimcab, bisa melapor ke Mahkamah Partai. Lembaga inilah yang akan memutuskan dugaan-dugaan yang dilaporkan. ’’Siapapun boleh laporan. Masyarakat siapa saja boleh. Laporkan ke Mahkamah Partai kalau sampai ditemukan pelanggaran,” katanya.

Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto empat periode ini tetap berkeyakinan, tak ada pengkhianatan atau kesalahan yang dibuat selama proses rapimcab berlangsung. ’’Semua sudah sesuai aturan. Sesuai dengan tatib yang ada,” pungkas Kusairin.
Sebelumnya, polemik di tubuh PPP mulai mencuat jelang pengusulan hasil rapimcab ke DPP melalui DPW. Dari yang semula hanya muncul dua bakal paslon, mendadak bertambah menjadi tiga paslon. Disusupkannya satu nama petahana dalam usulan inilah, yang membuat MPC merah telinga. Unsur partai tersebut menilai DPC telah melanggar tata tertib (tatib) rapimcab dan AD/ART partai.

MOJOANYAR, Jawa Pos Radar Mojokerto – Polemik di dalam internal DPC PPP Kabupaten Mojokerto bakal terus memanas. Menyusul, kedua belah pihak masih saling ngotot dan keukeuh dengan pendirian masing-masing. Adalah sikap Ketua Majelis Pertimbangan Cabang (MPC) PPP Kabupaten Mojokerto Syamsul Huda, yang menebar ancaman bakal melapor sikap ketua DPC PPP Kusairian ke induk partainya.

Syamsul mengatakan, laporan yang akan dilayangkan itu setelah ia menemukan dugaan pengkhianatan terhadap hasil rapat pimpinan cabang (Rapimcab) PPP. ’’Rapimcab adalah keputusan tertinggi partai di tingkat cabang. Harusnya dihormati. Bukan dikhianati,” ungkapnya kemarin.

Di hasil rapimcab, kata Syamsul, hanya dua nama yang masuk dalam rekomendasi cabup-cawabup yang diusulkan ke DPP PPP untuk mendapat rekom di pilkada nanti. Yakni, pasangan bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati (bacabup-bacawabup) Ikfina Fahmawati-Muhammad Al Barra (Ikbar), dan Yoko Priyono-Choirunnisa (Yoko-Nisa). Namun, di tengah perjalanan, justru berubah menjadi tiga nama, dan nama petahana Pungkasiadi nangkring di daftar deretan kandidat.

Selain bertambahnya nama yang diusulkan, Syamsul menilai, sikap Kusairin yang menyebut dirinya tak lagi menjabat sebagai ketua MPC, dianggap sebagai pembohongan publik. Karena sampai detik ini, ia masih mengantongi SK pengangkatan dirinya, dan tak pernah dicabut.

Baca Juga :  Percasi Datangkan Pelatih Catur PON, Hari Darminto

’’Saya sebagai ketua MPC sampai 2021 nanti,” ujarnya. Hingga saat ini, kata mantan anggota DPRD Kabupaten Mojokerto itu, ia masih sah sebagai ketua MPC. Karena tak pernah terjadi reshuffle di tubuh partai berlambang Kakbah tersebut.

Keyakinan ia tak pernah digeser sebagai ketua, juga terbukti saat kehadirannya di Rapimcab DPC PPP Kabupaten Mojokerto, di Trawas, pada 1 Februari lalu. ’’Waktu rapimcab, saya hadir dengan membawa undangan atas nama ketua MPC. Saya diundang resmi. Jadi, masih diakui. Kalau saya dianggap sudah bukan kader, maka Kusairin itu sudah gila,” selorohnya.

- Advertisement -

Untuk itu, Syamsul memastikan, bakal melaporkan polemik ini ke DPW dan DPP. ’’Laporan segera saya buat. Dan, akan saya jelaskan semuanya,” papar dia. Sementara itu, Ketua DPC PPP Kabupaten Mojokerto Kusairin menegaskan, saat ini, ketua MPC dipegang  KH Ramudi, asal Mojosari. Sedangkan, ketua Dewan Syariah diduduki KH Makhfuzi Ahmad. Sementara, Syamsul Huda tak masuk dalam struktur kepengurusan saat ini.

Baca Juga :  16 PAC PPP Bermanuver dan Dukung Ikbar

Ia pun menyarankan, siapapun yang tak puas dengan hasil rapimcab, bisa melapor ke Mahkamah Partai. Lembaga inilah yang akan memutuskan dugaan-dugaan yang dilaporkan. ’’Siapapun boleh laporan. Masyarakat siapa saja boleh. Laporkan ke Mahkamah Partai kalau sampai ditemukan pelanggaran,” katanya.

Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto empat periode ini tetap berkeyakinan, tak ada pengkhianatan atau kesalahan yang dibuat selama proses rapimcab berlangsung. ’’Semua sudah sesuai aturan. Sesuai dengan tatib yang ada,” pungkas Kusairin.
Sebelumnya, polemik di tubuh PPP mulai mencuat jelang pengusulan hasil rapimcab ke DPP melalui DPW. Dari yang semula hanya muncul dua bakal paslon, mendadak bertambah menjadi tiga paslon. Disusupkannya satu nama petahana dalam usulan inilah, yang membuat MPC merah telinga. Unsur partai tersebut menilai DPC telah melanggar tata tertib (tatib) rapimcab dan AD/ART partai.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/