alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Monday, May 23, 2022

Packing Logistik Pemilu 2019, KPU Dituntut Harus Teliti

MOJOKERTO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mojokerto tengah menyiapkan logistik Pemilu 2019 yang berlangsung April nanti. Saat ini, hanya tersisa surat suara yang masih menunggu giliran proses pengiriman.

Ketua KPU Kabupaten Mojokerto Ayuhanafiq, mengatakan, saat ini KPU hanya menunggu kedatangan surat suara dan sederet formulir yang dibutuhkan. Namun, kebutuhan lainnya dalam pemilu sudah diterima utuh.

Di antaranya kotak dan bilik suara, tanda pengenal petugas, kabel segel, bantalan alat coblos, tinta, segel hingga sampul yang akan diisi dengan berbagai dokumen. ’’Semua sudah kami tata. Ketika semua sudah siap, tinggal membagi setiap kecamatan saja,’’ ujarnya kemarin.

Rabu (6/2) petugas tengah melakukan pembagian kertas segel di GOR Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto di Desa Sooko. Lokasi ini menjadi sentral penyimpanan logistik pemilu. Kertas segel ini ditata sangat detail. Setiap tempat pemungutan suara (TPS) akan mendapat jatah hingga 53 segel.

Baca Juga :  ’’Pinang’’ Ikfina lewat Mertua

Sekretaris KPU Kabupaten Mojokerto Heru Kendoyo, menambahkan, kertas segel ini dipakai oleh petugas TPS untuk menyegel surat suara sah, surat suara tidak sah, hingga surat suara yang tidak digunakan. Setiap dokumen akan dimasukkan dalam sampul yang akan ditutup oleh segel.

Heru menerangkan, selain kertas segel, KPU juga sudah menata cukup apik atas berbagai logistik. Semisal, tinta dan bantalan yang sudah disetting untuk mempermudah pendistribusian.

Meski semua logistik sudah dipastikan aman, namun Heru menyebut, KPU belum melakukan setting kotak dan bilik suara. Diperkirakan, petugas baru akan menyentuh dua item logistik itu akhir pekan nanti.

Setting kotak dan bilik suara nanti, sebut Heru, akan menelan waktu yang cukup panjang. Karena per satu bilik saja akan menelan waktu hingga lima menit. ’’Kami butuh waktu sekitar 15 hari untuk menyelesaikan,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Kemendag Gandeng Polri Akan Tindak Tegas Mafia Migor

Waktu itu dirasa cukup lantaran jumlah pekerja yang dikerahkan mencapai 16 orang. Mereka akan bekerja keras untuk menyelesaikan pemasangan sebelum surat suara diterima.

Perlu diketahui, di Kabupaten Mojokerto, jumlah kebutuhan logistik pada pemilu nanti akan mengalami pembekakan. Menyusul, munculnya PKPU 11 Tahun 2018 tentang Penyusunan Daftar Pemilih di Dalam Negeri dalam Penyelenggaraan Pemilihan Umum. Dalam aturan ini, jumlah pemilih setiap TPS dibatasi maksimal 300 pemilih saja.

Saat Pileg dan Pilpres 2019 nanti, jumlah TPS mencapai 3.221 titik. Angka ini mengalami kenaikan dua kali lipat dibanding Pilgub Jatim yang hanya 1.719 TPS saja. Dengan jumlah TPS tersebut, maka KPU membutuhkan 16.105 kotak suara. (ron/ris)

 

MOJOKERTO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mojokerto tengah menyiapkan logistik Pemilu 2019 yang berlangsung April nanti. Saat ini, hanya tersisa surat suara yang masih menunggu giliran proses pengiriman.

Ketua KPU Kabupaten Mojokerto Ayuhanafiq, mengatakan, saat ini KPU hanya menunggu kedatangan surat suara dan sederet formulir yang dibutuhkan. Namun, kebutuhan lainnya dalam pemilu sudah diterima utuh.

Di antaranya kotak dan bilik suara, tanda pengenal petugas, kabel segel, bantalan alat coblos, tinta, segel hingga sampul yang akan diisi dengan berbagai dokumen. ’’Semua sudah kami tata. Ketika semua sudah siap, tinggal membagi setiap kecamatan saja,’’ ujarnya kemarin.

Rabu (6/2) petugas tengah melakukan pembagian kertas segel di GOR Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto di Desa Sooko. Lokasi ini menjadi sentral penyimpanan logistik pemilu. Kertas segel ini ditata sangat detail. Setiap tempat pemungutan suara (TPS) akan mendapat jatah hingga 53 segel.

Baca Juga :  Emil Dardak Disambut Meriah dan Didoakan Menang Pilgub

Sekretaris KPU Kabupaten Mojokerto Heru Kendoyo, menambahkan, kertas segel ini dipakai oleh petugas TPS untuk menyegel surat suara sah, surat suara tidak sah, hingga surat suara yang tidak digunakan. Setiap dokumen akan dimasukkan dalam sampul yang akan ditutup oleh segel.

Heru menerangkan, selain kertas segel, KPU juga sudah menata cukup apik atas berbagai logistik. Semisal, tinta dan bantalan yang sudah disetting untuk mempermudah pendistribusian.

- Advertisement -

Meski semua logistik sudah dipastikan aman, namun Heru menyebut, KPU belum melakukan setting kotak dan bilik suara. Diperkirakan, petugas baru akan menyentuh dua item logistik itu akhir pekan nanti.

Setting kotak dan bilik suara nanti, sebut Heru, akan menelan waktu yang cukup panjang. Karena per satu bilik saja akan menelan waktu hingga lima menit. ’’Kami butuh waktu sekitar 15 hari untuk menyelesaikan,’’ tegasnya.

Baca Juga :  ’’Pinang’’ Ikfina lewat Mertua

Waktu itu dirasa cukup lantaran jumlah pekerja yang dikerahkan mencapai 16 orang. Mereka akan bekerja keras untuk menyelesaikan pemasangan sebelum surat suara diterima.

Perlu diketahui, di Kabupaten Mojokerto, jumlah kebutuhan logistik pada pemilu nanti akan mengalami pembekakan. Menyusul, munculnya PKPU 11 Tahun 2018 tentang Penyusunan Daftar Pemilih di Dalam Negeri dalam Penyelenggaraan Pemilihan Umum. Dalam aturan ini, jumlah pemilih setiap TPS dibatasi maksimal 300 pemilih saja.

Saat Pileg dan Pilpres 2019 nanti, jumlah TPS mencapai 3.221 titik. Angka ini mengalami kenaikan dua kali lipat dibanding Pilgub Jatim yang hanya 1.719 TPS saja. Dengan jumlah TPS tersebut, maka KPU membutuhkan 16.105 kotak suara. (ron/ris)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/