alexametrics
31.1 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Wajah Kota Dibingkai di Majaku Pintar

TERGERUSNYA pengetahuan anak-anak terhadap Kota Mojokerto, mendorong Riwayat Harjono berinovasi membuat Majaku Pintar. Media pembelajaran berupa papan sederhana itu dimanfaatkan guru kelas IV SDN Kranggan 1 ini untuk mengenalkan sekaligus menanamkan kecintaan terhadap Kota Onde-Onde.

Papan berukuran sekitar sekitar 1 meter x 60 sentimeter tersebut memuat sebanyak 50 item. Masing-masing terdiri dari bilangan, huruf, serta dilengkapi dengan beragam gambar tentang Kota Mojokerto. ”Melalui Majaku Pintar ini, saya ingin agar anak-anak benar-benar cinta pada Kota Mojokerto sendiri,” terang Riwayat Harjono.

Harapan ini bukan tanpa alasan. Harjono menceritakan, hal itu bermula dari kegelisahannya terhadap anak didiknya yang kurang mengenal Kota Mojokerto. Menurutnya, siswa justru lebih mengetahui ketampakan alam maupun ketampakan buatan dari daerah lain.

Padahal, kata dia, Kota Mojokerto merupakan kota memiliki banyak potensi dari berbagai sektor. Mulai dari kemajemukan agama, perekomian, pariwisata, hingga kesenian dan budaya. Hingga akhirnya, Harjono membingkainya seluruh potensi tersebut ke dalam Majaku Pintar. ”Saya mencoba menghadirkan Kota Mojokerto agar bisa diketahui anak-anak,” tandasnya.

Baca Juga :  Wes Jan Loro Ati Tenan Aku

Melalui papan melamin bekas yang ditemukan di aula sekolah tersebut, 50 item dalam Majaku Pintar diberi foto-foto yang mencerminkan Kota Mojokerto. Seperti Masjid Agung Al-Fattah, Kelenteng atau TITD Hok Sian Kiong, dan tempat ibadah lain untuk menggambarkan keberagaman agama di Kota Mojokerto.

Di samping itu, kerajinan miniatur perahu Majapahit, industri sepatu, serta olahan kuliner khas Kota Mojokerto juga ditampilkan sebagai potensi perekonomian. Termasuk sungai Brantas, kesenian tari, batik, fasilitas umum, dan tokoh kepahlawanan juga termuat di dalam item-item Majaku Pintar.

Harjono memanfaatkannya sebagai media pembelajaran. Karena itu, masing-masing item juga disertai dengan angka dan huruf. Bahkan, media tersebut dapat diterapkan dalam berbagai materi pelajaran. Baik matematika, IPA, IPS, hingga bahasa Indonesia. ”Jadi multifungsi dan multidimensional. Bagi siswa, Majaku Pinter juga bisa untuk bermain sambil belajar,” tandasnya.

Baca Juga :  Airlangga Lepas 20 Bus Program Mudik Gratis Partai Golkar

Dalam media papan tersebut terdapat box yang disebut Quis Maja. Semacam kotak misteri tersebut berisi kartu petunjuk untuk memainkan Majaku Pintar. Untuk game matematika, kotak akan diisi angka untuk memainkan bilangan kelipatan. Sedangkan untuk permainan mata pelajaran lainnya berisi huruf awalan untuk menebak pertanyaan yang ada di balik kartu.

Baik kartu dan item pada Majaku Pintar disimbolkan dengan buah maja. Harjono mengungkapkan, alasan dipilihnya buah tersebut untuk menanamkan filosofi bahwa Kota Mojokerto merupakan bagian dari Kerajaan Majapahit. ”Karena buah maja menjadi asal muasal dari penamaan Majapahit dan kini menjadi Mojokerto,” tandas finalis Teaching Challenge, Adu Kreativitas Mengajar 2021 Kota Mojokerto ini. (ram/ron)

TERGERUSNYA pengetahuan anak-anak terhadap Kota Mojokerto, mendorong Riwayat Harjono berinovasi membuat Majaku Pintar. Media pembelajaran berupa papan sederhana itu dimanfaatkan guru kelas IV SDN Kranggan 1 ini untuk mengenalkan sekaligus menanamkan kecintaan terhadap Kota Onde-Onde.

Papan berukuran sekitar sekitar 1 meter x 60 sentimeter tersebut memuat sebanyak 50 item. Masing-masing terdiri dari bilangan, huruf, serta dilengkapi dengan beragam gambar tentang Kota Mojokerto. ”Melalui Majaku Pintar ini, saya ingin agar anak-anak benar-benar cinta pada Kota Mojokerto sendiri,” terang Riwayat Harjono.

Harapan ini bukan tanpa alasan. Harjono menceritakan, hal itu bermula dari kegelisahannya terhadap anak didiknya yang kurang mengenal Kota Mojokerto. Menurutnya, siswa justru lebih mengetahui ketampakan alam maupun ketampakan buatan dari daerah lain.

Padahal, kata dia, Kota Mojokerto merupakan kota memiliki banyak potensi dari berbagai sektor. Mulai dari kemajemukan agama, perekomian, pariwisata, hingga kesenian dan budaya. Hingga akhirnya, Harjono membingkainya seluruh potensi tersebut ke dalam Majaku Pintar. ”Saya mencoba menghadirkan Kota Mojokerto agar bisa diketahui anak-anak,” tandasnya.

Baca Juga :  Panpel Stadion Gajah Mada Tuai Pujian

Melalui papan melamin bekas yang ditemukan di aula sekolah tersebut, 50 item dalam Majaku Pintar diberi foto-foto yang mencerminkan Kota Mojokerto. Seperti Masjid Agung Al-Fattah, Kelenteng atau TITD Hok Sian Kiong, dan tempat ibadah lain untuk menggambarkan keberagaman agama di Kota Mojokerto.

Di samping itu, kerajinan miniatur perahu Majapahit, industri sepatu, serta olahan kuliner khas Kota Mojokerto juga ditampilkan sebagai potensi perekonomian. Termasuk sungai Brantas, kesenian tari, batik, fasilitas umum, dan tokoh kepahlawanan juga termuat di dalam item-item Majaku Pintar.

- Advertisement -

Harjono memanfaatkannya sebagai media pembelajaran. Karena itu, masing-masing item juga disertai dengan angka dan huruf. Bahkan, media tersebut dapat diterapkan dalam berbagai materi pelajaran. Baik matematika, IPA, IPS, hingga bahasa Indonesia. ”Jadi multifungsi dan multidimensional. Bagi siswa, Majaku Pinter juga bisa untuk bermain sambil belajar,” tandasnya.

Baca Juga :  Airlangga Lepas 20 Bus Program Mudik Gratis Partai Golkar

Dalam media papan tersebut terdapat box yang disebut Quis Maja. Semacam kotak misteri tersebut berisi kartu petunjuk untuk memainkan Majaku Pintar. Untuk game matematika, kotak akan diisi angka untuk memainkan bilangan kelipatan. Sedangkan untuk permainan mata pelajaran lainnya berisi huruf awalan untuk menebak pertanyaan yang ada di balik kartu.

Baik kartu dan item pada Majaku Pintar disimbolkan dengan buah maja. Harjono mengungkapkan, alasan dipilihnya buah tersebut untuk menanamkan filosofi bahwa Kota Mojokerto merupakan bagian dari Kerajaan Majapahit. ”Karena buah maja menjadi asal muasal dari penamaan Majapahit dan kini menjadi Mojokerto,” tandas finalis Teaching Challenge, Adu Kreativitas Mengajar 2021 Kota Mojokerto ini. (ram/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/