alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Sunday, May 29, 2022

Gunung Penanggungan, Puncak Pawitra yang Menakjubkan

PUNCAK Gunung Penanggungan atau yang juga dikenal sebagai Puncak Pawitra, tercatat sebagai destinasi wisata pendakian paling ternama di kabupaten Mojokerto. Puncak setinggi 1.653 mdpl ini merupakan favorit para pendaki. Keindahan menakjubkan yang ditawarkan sepanjang rute hingga puncak, menjadi alasan para pendaki untuk menjajal menaklukkan jalur ini.

Untuk mencapai puncak, setidaknya ada beberapa jalur yang bisa dilalui. Yaitu rute lewat Tamiajeng, Jolotundo dan Ngoro. Namun jalur yang menjadi favorit para pendaki kebanyakan adalah jalur Tamiajeng dan Jolotundo. ’’Kalau jalur Ngoro sangat berat. Kemiringannya lumayan ekstrem,” kata Rachel Henriet Pezij salah satu pendaki dari Mojokerto.

Siswi salah satu SMA swasta ternama di Kota Mojokerto ini mengaku, lebih memilih jalur Tamiajeng sebagai rute menuju puncak. Selain tidak terlampau terjal, rute ini juga dianggap relatif lebih dekat. Dari pos pendakian di Desa Tamiajeng menuju puncak Pawitra, diperkirakan hanya butuh waktu kurang lebih 3 jam dalam kondisi normal.

Baca Juga :  Pembangunan Rel Ganda, Komisi II Bakal Panggil PT KAI

Keindahan rute ini sudah tampak sejak memasuki Pos 1. Jalur yang masih landai serta rindangnya deretan pohon pinus menjadikan perjalanan terasa lebih ringan. Apalagi, jelang pos 2. Di lokasi ini terdapat deretan penjual makanan dan minuman. Sangat ideal sebagai tempat melepas lelah.

Beranjak dari pos 2, rute mulai terasa cukup berat. Kontur tanah liat yang khas, membuat perjalanan mulai menantang ketangguhan fisik. Apalagi saat musim hujan. Jalanan berubah menjadi hamparan tanah yang licin. ’’Perlu kewaspadaan ekstra serta kemampuan fisik yang prima,” ujar Rachel.

Rute ke pos selanjutnya bisa dibilang tantangan sesungguhnya. Apalagi saat mendekati puncak bayangan atau area sebelum puncak Pawitra. Area yang luas ini sangat berdebu saat kemarau tiba. Namun sebaliknya. Akan berubah menjadi lumpur saat musim penghujan tiba.

Baca Juga :  Dulu Setahun Manggung 70 Kali, Kini Hanya Tiga Kali

Meski begitu, Puncak Bayangan menjadi lokasi yang pas untuk camping ground sebelum menuju puncak. Lahan yang sangat luas, mampu menampung puluhan tenda.     

Keindahan menakjubkan langsung tersaji begitu menginjakan kaki di puncak. Deretan gunung dan sekitarnya tampak jelas terlihat dari Puncak Pawitra. Mulai Gunung Welirang, Gunung Arjuno, Gunung Botak sampai Gunung Semeru.  Sementara di bawah terlihat jelas hamparan sawah serta pemukiman penduduk. ’’Meski melelahkan, namun indahnya pemandangan di puncak membuat kita selalu ingin kembali mendaki Puncak Pawitra,” tandas Rachel. (nto)

PUNCAK Gunung Penanggungan atau yang juga dikenal sebagai Puncak Pawitra, tercatat sebagai destinasi wisata pendakian paling ternama di kabupaten Mojokerto. Puncak setinggi 1.653 mdpl ini merupakan favorit para pendaki. Keindahan menakjubkan yang ditawarkan sepanjang rute hingga puncak, menjadi alasan para pendaki untuk menjajal menaklukkan jalur ini.

Untuk mencapai puncak, setidaknya ada beberapa jalur yang bisa dilalui. Yaitu rute lewat Tamiajeng, Jolotundo dan Ngoro. Namun jalur yang menjadi favorit para pendaki kebanyakan adalah jalur Tamiajeng dan Jolotundo. ’’Kalau jalur Ngoro sangat berat. Kemiringannya lumayan ekstrem,” kata Rachel Henriet Pezij salah satu pendaki dari Mojokerto.

Siswi salah satu SMA swasta ternama di Kota Mojokerto ini mengaku, lebih memilih jalur Tamiajeng sebagai rute menuju puncak. Selain tidak terlampau terjal, rute ini juga dianggap relatif lebih dekat. Dari pos pendakian di Desa Tamiajeng menuju puncak Pawitra, diperkirakan hanya butuh waktu kurang lebih 3 jam dalam kondisi normal.

Baca Juga :  Dulu Setahun Manggung 70 Kali, Kini Hanya Tiga Kali

Keindahan rute ini sudah tampak sejak memasuki Pos 1. Jalur yang masih landai serta rindangnya deretan pohon pinus menjadikan perjalanan terasa lebih ringan. Apalagi, jelang pos 2. Di lokasi ini terdapat deretan penjual makanan dan minuman. Sangat ideal sebagai tempat melepas lelah.

Beranjak dari pos 2, rute mulai terasa cukup berat. Kontur tanah liat yang khas, membuat perjalanan mulai menantang ketangguhan fisik. Apalagi saat musim hujan. Jalanan berubah menjadi hamparan tanah yang licin. ’’Perlu kewaspadaan ekstra serta kemampuan fisik yang prima,” ujar Rachel.

Rute ke pos selanjutnya bisa dibilang tantangan sesungguhnya. Apalagi saat mendekati puncak bayangan atau area sebelum puncak Pawitra. Area yang luas ini sangat berdebu saat kemarau tiba. Namun sebaliknya. Akan berubah menjadi lumpur saat musim penghujan tiba.

Baca Juga :  PuTik Gowes Bareng ke KPU
- Advertisement -

Meski begitu, Puncak Bayangan menjadi lokasi yang pas untuk camping ground sebelum menuju puncak. Lahan yang sangat luas, mampu menampung puluhan tenda.     

Keindahan menakjubkan langsung tersaji begitu menginjakan kaki di puncak. Deretan gunung dan sekitarnya tampak jelas terlihat dari Puncak Pawitra. Mulai Gunung Welirang, Gunung Arjuno, Gunung Botak sampai Gunung Semeru.  Sementara di bawah terlihat jelas hamparan sawah serta pemukiman penduduk. ’’Meski melelahkan, namun indahnya pemandangan di puncak membuat kita selalu ingin kembali mendaki Puncak Pawitra,” tandas Rachel. (nto)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/