alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Ratusan Pengurus dan Kader PKB Ramai-Ramai Dukung Ikbar

PACET, Jawa Pos Radar Mojokerto – Langkah DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengusung Titik Masudah sebagai pendamping petahana Pungkasiadi, di pilkada serentak Desember nanti, berbuah perpecahan. Minggu (5/7), ratusan kader partai bintang sembilan ini mengalihkan dukungannya ke Ikfina Fahmawati-Muhammad Al Barra (Ikbar).

Berlokasi di Institut KH Abdul Chalim, Jalan Raya Tirtowening, Bendunganjati, Kecamatan Pacet, ratusan kader dan berbagai Pengurus Anak Cabang  (PAC) hadir dalam deklarasi dukungan berbalut Istighotsah Kubro tersebut.

Sejumlah tokoh PKB nampak hadir di acara itu. Di antaranya, mantan Ketua DPC PKB Kabupaten Mojokerto periode 1999-2004 Ahmad Baidhowi, perempuan Bangsa PKB Kabupaten Mojokerto Nyai Nur Sholihah, hingga pengurus DPC PKB aktif, M. Thoyib.

’’Yang saya yakin, Pilkada 2020 nanti, saya yakin, bahwa pilihan ini tidak salah,’’ kata Baidhowi mengawali sambutannya. Keyakinan Baidhowi juga mendasar dari kesolidan parpol yang mengusung Ikbar. ’’Yang didukung dua partai itu (PDIP dan PKB), itu kalah. Tapi yang mendukung Bu Khofifah itu menang,’’ tegas mantan anggota DPRD Kabupaten Mojokerto ini.

Baca Juga :  Dilema Sampah, Minimnya Fasilitas dan Kesadaran

Di pilgub lalu, pasangan Gus Ipul-Puti Guntur diusung koalisi partai besar. Yakni, PDIP, PKB, Partai Gerindra, dan Partai Keadilan Sejahtera. Sedangkan, pasangan Khofifah-Emil diusung koalisi Partai Persatuan Pembangunan, Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai NasDem, dan Partai Hanura.

’’Insya Allah dengan wujudnya Cabup Ikfina dan Cawabup Gus Barra membawa Mojokerto menjadi lebih baik. Pilkada kali ini, lebih memberikan semangat kita untuk mencari pemimpin yang lebih baik,’’ pungkas dia.

Sementara itu, pengurus DPC PKB Kabupaten Mojokerto M. Toyib mengatakan, langkah memberikan dukungan ke Ikbar sebagai bentuk kekecewaan terhadap pengurus DPC. Karena, pengurus telah menyorong dan memberikan dukungannya ke kandidat dengan popularitas yang sangat rendah.

Baca Juga :  Tunggu Daftar di KPU, Gus Barra Jadi Khatib Salat Jumat

’’Kalau kecewa dengan partai, tidak. Kami justru sangat kecewa dengan sikap DPC,’’ ujarnya. Diakui dia, Titik Masudah bukanlah kader dengan popularitas yang tinggi. Pun di tingkat bawah. Nyaris tak ada yang kenal dengan sosok Bendahara Umum Muslimat NU ini.

Ketenaran Titik jauh di  bawah kakak kandungnya, Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah. Selain memberikan dukungan ke Ikbar, pengurus dan kader PKB ini resmi membentuk relawan ’’Sapu Lidhi’’ yang akan mengumpulkan suara dari level paling bawah. Mereka berasal dari kalangan Nahdliyin dan 80 persen di antaranya merupakan pengurus dari 18 PAC.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Ayni Zuroh belum berhasil dikonfirmasi atas keretakan di internalnya. Zuroh mulai kesulitan dikonfirmasi sejak tersiar kabar bergabungnya PKB dengan PDI Perjuangan. Begitu juga dengan Sekretaris DPC PKB Irsyad. Pesan singkat yang dikirim juga tak kunjung dijawab.

PACET, Jawa Pos Radar Mojokerto – Langkah DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengusung Titik Masudah sebagai pendamping petahana Pungkasiadi, di pilkada serentak Desember nanti, berbuah perpecahan. Minggu (5/7), ratusan kader partai bintang sembilan ini mengalihkan dukungannya ke Ikfina Fahmawati-Muhammad Al Barra (Ikbar).

Berlokasi di Institut KH Abdul Chalim, Jalan Raya Tirtowening, Bendunganjati, Kecamatan Pacet, ratusan kader dan berbagai Pengurus Anak Cabang  (PAC) hadir dalam deklarasi dukungan berbalut Istighotsah Kubro tersebut.

Sejumlah tokoh PKB nampak hadir di acara itu. Di antaranya, mantan Ketua DPC PKB Kabupaten Mojokerto periode 1999-2004 Ahmad Baidhowi, perempuan Bangsa PKB Kabupaten Mojokerto Nyai Nur Sholihah, hingga pengurus DPC PKB aktif, M. Thoyib.

’’Yang saya yakin, Pilkada 2020 nanti, saya yakin, bahwa pilihan ini tidak salah,’’ kata Baidhowi mengawali sambutannya. Keyakinan Baidhowi juga mendasar dari kesolidan parpol yang mengusung Ikbar. ’’Yang didukung dua partai itu (PDIP dan PKB), itu kalah. Tapi yang mendukung Bu Khofifah itu menang,’’ tegas mantan anggota DPRD Kabupaten Mojokerto ini.

Baca Juga :  Ikbar Didukung Mayoritas PAC PPP

Di pilgub lalu, pasangan Gus Ipul-Puti Guntur diusung koalisi partai besar. Yakni, PDIP, PKB, Partai Gerindra, dan Partai Keadilan Sejahtera. Sedangkan, pasangan Khofifah-Emil diusung koalisi Partai Persatuan Pembangunan, Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai NasDem, dan Partai Hanura.

’’Insya Allah dengan wujudnya Cabup Ikfina dan Cawabup Gus Barra membawa Mojokerto menjadi lebih baik. Pilkada kali ini, lebih memberikan semangat kita untuk mencari pemimpin yang lebih baik,’’ pungkas dia.

- Advertisement -

Sementara itu, pengurus DPC PKB Kabupaten Mojokerto M. Toyib mengatakan, langkah memberikan dukungan ke Ikbar sebagai bentuk kekecewaan terhadap pengurus DPC. Karena, pengurus telah menyorong dan memberikan dukungannya ke kandidat dengan popularitas yang sangat rendah.

Baca Juga :  Karya Seniman Mulai Terkumpul

’’Kalau kecewa dengan partai, tidak. Kami justru sangat kecewa dengan sikap DPC,’’ ujarnya. Diakui dia, Titik Masudah bukanlah kader dengan popularitas yang tinggi. Pun di tingkat bawah. Nyaris tak ada yang kenal dengan sosok Bendahara Umum Muslimat NU ini.

Ketenaran Titik jauh di  bawah kakak kandungnya, Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah. Selain memberikan dukungan ke Ikbar, pengurus dan kader PKB ini resmi membentuk relawan ’’Sapu Lidhi’’ yang akan mengumpulkan suara dari level paling bawah. Mereka berasal dari kalangan Nahdliyin dan 80 persen di antaranya merupakan pengurus dari 18 PAC.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Ayni Zuroh belum berhasil dikonfirmasi atas keretakan di internalnya. Zuroh mulai kesulitan dikonfirmasi sejak tersiar kabar bergabungnya PKB dengan PDI Perjuangan. Begitu juga dengan Sekretaris DPC PKB Irsyad. Pesan singkat yang dikirim juga tak kunjung dijawab.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/