alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Latihan Menembak Ditunda hingga Pasca UASBN

MOJOKERTO – Angan-angan cabor menembak Kabupaten Mojokerto untuk bisa bersaing di Porprov Jatim 2019 mendatang nampaknya butuh niat dan upaya lebih keras lagi. Pasalnya, tantangan keras mau tidak mau harus dihadapi sejumlah atlet sejak awal kejuaraan berjalan.

Tantangan tidak hanya soal persaingan kualitas permainan atlet, tapi juga kesiapan segenap tim dan ofisial sejak awal seleksi, proses latihan, hingga pelaksanaan pertandingan. Nah, tantangan itu yang kini tengah menguji 9 atlet menembak yang tergabung dalam klub Majapahit Shooting Club (MSC).

Pasalnya, program latihan yang telah dirancang sedemikian rupa sejak awal tahun lalu terpaksa berhenti sejenak. Mandeknya proses latihan itu tak lepas dari jadwal studi 9 atlet yang begitu padat.

Baca Juga :  Sego Bumbung Sambal Umbut, Lauk Ikan Asin Sambal Gejrot

Di mana, konsentrasi altet kini tengah dihadapkan pada jadwal ujian akhir sekolah berstandar nasional (UASBN) sebagai gerbang terakhir mereka sebelum lulus dari sekolah. Situasi ini yang mau tak mau membuat tim pelatih harus menunda program latihan sampai nanti UASBN berakhir April nanti.

’’Kalau program intensifnya memang kita tunda dulu, karena anak-anak harus fokus di sekolah. Nanti akan kita mulai lagi setelah ujian mereka selesai,’’ tutur Dhani Eka Kurniawan, pelatih sekaligus pimpinan klub MSC. Kendati tertunda, namun Dhani memastikan jika performa anak asuhnya masih bisa dijaga.Sebab, tim pelatih masih mewajibkan atlet untuk berlatih rutin setiap minggu.

Yakni, dua kali dalam sepekan, guna menjaga feeling, ketepatan, serta fokus menembak mereka. Latihan pun berlangsung serius dengan konsentrasi penuh di nomor dan kelas masing-masing.

Baca Juga :  Sampaikan Dakwah di Tengah Kemaksiatan

Mulai dari kelas bench rest 50 meter hingga kelas multyrange, 17 meter, 22 meter sampai 27 meter. ’’Anak-anak kita beri semua materinya. Nanti kita seleksi lagi supaya bisa fokus di masing-masing nomor,’’ tambahnya. Sembilan atlet yang terbina memang belum tentu bakal diturunkan semuanya.

Tim pelatih masih akan menyeleksi kembali 9 atlet yang terbaik di masing-masing nomor. Upaya seleksi itu tak lepas dari belum keluarnya regulasi kejuaraan oleh Perbakin Jatim. ’’Sementara ini masing-masing kelas diisi dua atlet. Ke depan akan kita kerucutkan lagi menjadi hanya satu atlet satu nomor,’’ pungkasnya. 

 

MOJOKERTO – Angan-angan cabor menembak Kabupaten Mojokerto untuk bisa bersaing di Porprov Jatim 2019 mendatang nampaknya butuh niat dan upaya lebih keras lagi. Pasalnya, tantangan keras mau tidak mau harus dihadapi sejumlah atlet sejak awal kejuaraan berjalan.

Tantangan tidak hanya soal persaingan kualitas permainan atlet, tapi juga kesiapan segenap tim dan ofisial sejak awal seleksi, proses latihan, hingga pelaksanaan pertandingan. Nah, tantangan itu yang kini tengah menguji 9 atlet menembak yang tergabung dalam klub Majapahit Shooting Club (MSC).

Pasalnya, program latihan yang telah dirancang sedemikian rupa sejak awal tahun lalu terpaksa berhenti sejenak. Mandeknya proses latihan itu tak lepas dari jadwal studi 9 atlet yang begitu padat.

Baca Juga :  Empat Pemain Anyar Resmi Berseragam Biru Muda

Di mana, konsentrasi altet kini tengah dihadapkan pada jadwal ujian akhir sekolah berstandar nasional (UASBN) sebagai gerbang terakhir mereka sebelum lulus dari sekolah. Situasi ini yang mau tak mau membuat tim pelatih harus menunda program latihan sampai nanti UASBN berakhir April nanti.

’’Kalau program intensifnya memang kita tunda dulu, karena anak-anak harus fokus di sekolah. Nanti akan kita mulai lagi setelah ujian mereka selesai,’’ tutur Dhani Eka Kurniawan, pelatih sekaligus pimpinan klub MSC. Kendati tertunda, namun Dhani memastikan jika performa anak asuhnya masih bisa dijaga.Sebab, tim pelatih masih mewajibkan atlet untuk berlatih rutin setiap minggu.

Yakni, dua kali dalam sepekan, guna menjaga feeling, ketepatan, serta fokus menembak mereka. Latihan pun berlangsung serius dengan konsentrasi penuh di nomor dan kelas masing-masing.

Baca Juga :  Kumpulan Penari Bikin Cover hingga Flashmob, Prihatin Dianggap LGBT
- Advertisement -

Mulai dari kelas bench rest 50 meter hingga kelas multyrange, 17 meter, 22 meter sampai 27 meter. ’’Anak-anak kita beri semua materinya. Nanti kita seleksi lagi supaya bisa fokus di masing-masing nomor,’’ tambahnya. Sembilan atlet yang terbina memang belum tentu bakal diturunkan semuanya.

Tim pelatih masih akan menyeleksi kembali 9 atlet yang terbaik di masing-masing nomor. Upaya seleksi itu tak lepas dari belum keluarnya regulasi kejuaraan oleh Perbakin Jatim. ’’Sementara ini masing-masing kelas diisi dua atlet. Ke depan akan kita kerucutkan lagi menjadi hanya satu atlet satu nomor,’’ pungkasnya. 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/