alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Tak Gubris Peringatan Bawaslu, APK Nakal Dipreteli

MOJOKERTO – Peringatan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terhadap sejumlah parpol yang melakukan pelanggaran pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK), diabaikan.

Selasa (4/12) lembaga ini bersama satpol PP langsung menyapu bersih alat peraga yang melanggar tersebut. Ketua Bawaslu Kota Mojokerto Ulil Absor, mengatakan, puluhan APK yang melanggar tersebut, dinilai melanggar ketentuan.

’’Mereka tidak mentaati aturan yang dikeluarkan KPU,’’ ungkapnya. Ulil mencontohkan, pemasangan APK harusnya tetap mengacu terhadap aturan. Yakni, berada di lokasi yang sudah ditentukan KPU melalui SK KPU Kota Mojokerto Nomor 91, 92, dan 93 tahun 2018.

Pelepasan yang dilakukan bawaslu ini, merupakan bentuk keseriusannya memelototi pelanggaran selama proses dan tahapan kampanye berlangsung. Diharapkan, nantinya akan menjadikan pemilu berjalan lebih demokratis.

Baca Juga :  Gaji Dewan Dipotong, lalu Didonasikan

Sementara itu, dalam penertiban kemarin, satpol PP berhasil melepas puluhan alat peraga yang tersebar di dua kecamatan. Yakni, Kranggan dan Prajurit Kulon.

Di Kranggan, petugas melepas baliho berukuran besar milik caleg Hanura di kawasan Tropodo, Kelurahan Meri. Alat peraga ini dilepas lantaran berada di bantaran sungai.

’’Kami hanya menjalankan rekomendasi bawaslu. Dan, ketika ada rekomedasi, harus kami jalankan karena kami sebagai eksekutor,’’ tegas Kabid Trantib Satpol PP Kota Mojokerto Hatta Amrulloh, singkat.

Perlu diketahui, bawaslu memberikan teguran tertulis terhadap 8 parpol. Mereka dianggap bandel lantaran memasang alat peraga kampanye (APK) di sejumlah area terlarang.

Delapan parpol itu di antaranya, Partai Golkar. Partai beringin ini tercatat sebagai parpol yang paling banyak melanggar pemasangan APK. Total pelanggaran APK mencapai 35 titik.

Baca Juga :  Pekerjakan 35 Orang, Sepekan Bisa Untung Rp 5 Juta

Sementara, peringkat kedua dilakukan Gerindra dengan APK melanggar sebanyak 17 titik. Sisanya dilakukan Demokrat dengan 9 APK, PDI Perjuangan dengan 8 APK, PKP sebanyak 6 APK, Perindo 4 APK, Hanura 3 APK dan Nasdem 2 APK. 

 

MOJOKERTO – Peringatan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terhadap sejumlah parpol yang melakukan pelanggaran pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK), diabaikan.

Selasa (4/12) lembaga ini bersama satpol PP langsung menyapu bersih alat peraga yang melanggar tersebut. Ketua Bawaslu Kota Mojokerto Ulil Absor, mengatakan, puluhan APK yang melanggar tersebut, dinilai melanggar ketentuan.

’’Mereka tidak mentaati aturan yang dikeluarkan KPU,’’ ungkapnya. Ulil mencontohkan, pemasangan APK harusnya tetap mengacu terhadap aturan. Yakni, berada di lokasi yang sudah ditentukan KPU melalui SK KPU Kota Mojokerto Nomor 91, 92, dan 93 tahun 2018.

Pelepasan yang dilakukan bawaslu ini, merupakan bentuk keseriusannya memelototi pelanggaran selama proses dan tahapan kampanye berlangsung. Diharapkan, nantinya akan menjadikan pemilu berjalan lebih demokratis.

Baca Juga :  The Lasmojo Tekuk Persigo Semeru FC di Piala Indonesia
- Advertisement -

Sementara itu, dalam penertiban kemarin, satpol PP berhasil melepas puluhan alat peraga yang tersebar di dua kecamatan. Yakni, Kranggan dan Prajurit Kulon.

Di Kranggan, petugas melepas baliho berukuran besar milik caleg Hanura di kawasan Tropodo, Kelurahan Meri. Alat peraga ini dilepas lantaran berada di bantaran sungai.

’’Kami hanya menjalankan rekomendasi bawaslu. Dan, ketika ada rekomedasi, harus kami jalankan karena kami sebagai eksekutor,’’ tegas Kabid Trantib Satpol PP Kota Mojokerto Hatta Amrulloh, singkat.

Perlu diketahui, bawaslu memberikan teguran tertulis terhadap 8 parpol. Mereka dianggap bandel lantaran memasang alat peraga kampanye (APK) di sejumlah area terlarang.

Delapan parpol itu di antaranya, Partai Golkar. Partai beringin ini tercatat sebagai parpol yang paling banyak melanggar pemasangan APK. Total pelanggaran APK mencapai 35 titik.

Baca Juga :  Tarif Rusun Terlalu Mahal, Dewan Usulkan Subsidi

Sementara, peringkat kedua dilakukan Gerindra dengan APK melanggar sebanyak 17 titik. Sisanya dilakukan Demokrat dengan 9 APK, PDI Perjuangan dengan 8 APK, PKP sebanyak 6 APK, Perindo 4 APK, Hanura 3 APK dan Nasdem 2 APK. 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/