alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 18, 2022

Dari Pekerja, Kini Jadi Penyedia Kerja

Kerja mapan di salah satu bank pemerintah tak menjadikan Dina Hestary merasa betah. Sebaliknya, dorongan ketertarikan di bidang fashion, khususnya hijab, dirasakan lebih kuat.

Alhasil, ia akhirnya memutuskan untuk keluar dan mencurahkan waktunya secara penuh untuk memproduksi hijab serta fashion design.    

DINA HESTARY masih ingat betul pilihan sulit yang terpaksa harus ia hadapi pada sekitar tahun 2016 silam. Disaat karirnya di salah satu bank pemerintah tengah merangkak naik, ia justru tak bisa lagi membendung hasrat untuk mengembangkan usaha hijab serta fashion design yang menjadi panggilan bakatnya.

Wanita 36 tahun ini merasa sebagian besar waktunya untuk mengembangkan bakatnya tersebut terhalang oleh kesibukannya dalam bekerja. Apalagi bank tempatnya bekerja kerap melakukan rolling tugas ke berbagai luar kota. ’’Akhirnya dengan berat hati saya terpaksa mengajukan resign,’’ tutur Dina.

Baca Juga :  Perkuat Literasi dan SDM

Waktu yang luang membuat Dina bisa jadi lebih fokus mengembangkan bakatnya. Bahkan, ia mulai berani melangkah lebih jauh dengan menjadikannya sebagai usaha dengan produksi berbagai produk hijab. Mulai dari sekadar hijab sampai busana hijab lengkap serta fashion design. Ia melabeli semua produknya dengan nama qiqo.id.

Bakatnya yang menonjol membuat produk kreasi Dina digemari banyak kalangan. Dengan piawai, Dina mengemas beragam produknya agar bisa menyasar berbagai segmen pasar. Mulai kalangan menengah kebawah hingga kalangan atas. Harganya pun juga bervariatif. Dari kisaran puluhan ribu sampai ratusan ribu rupiah.

’’Saya memang ingin produk saya bisa diterima di semua segmen pasar. Dari kalangan menengah ke bawah sampai mereka yang di kalangan atas. Karena itu saya membuat berbagai desain produk. Mulai hijab untuk santai, ke kantor, hang-out sampai hijab untuk pesta,’’ terang Dina.

Baca Juga :  Ya Olahraga, Ya Herbal

Seiring berjalannya waktu, nama qiqo.id kini makin mengemuka. Wilayah edar produknya tak hanya di Mojokerto dan sekitarnya. Namun, sudah menjelajah ke berbagai daerah di seluruh Indonesia. Tentu saja, dengan perputaran omzet yang juga lumayan besar.

Untuk mengatisipasi jumlah produksi yang kian banyak tersebut, Dina kini memperkerjakan sekitar 35 orang pekerja. Jumlah pekerja yang lumayan besar bagi sebuah usaha rumahan yang berawal dari panggilan bakat. ’’Ya inilah yang saya syukuri. Dari awalnya hanya pekerja, kini saya bisa buka lapangan kerja,’’ pungkas Dina sambil tersenyum. (nto/abi)                

 

 

 

 

 

 

Kerja mapan di salah satu bank pemerintah tak menjadikan Dina Hestary merasa betah. Sebaliknya, dorongan ketertarikan di bidang fashion, khususnya hijab, dirasakan lebih kuat.

Alhasil, ia akhirnya memutuskan untuk keluar dan mencurahkan waktunya secara penuh untuk memproduksi hijab serta fashion design.    

DINA HESTARY masih ingat betul pilihan sulit yang terpaksa harus ia hadapi pada sekitar tahun 2016 silam. Disaat karirnya di salah satu bank pemerintah tengah merangkak naik, ia justru tak bisa lagi membendung hasrat untuk mengembangkan usaha hijab serta fashion design yang menjadi panggilan bakatnya.

Wanita 36 tahun ini merasa sebagian besar waktunya untuk mengembangkan bakatnya tersebut terhalang oleh kesibukannya dalam bekerja. Apalagi bank tempatnya bekerja kerap melakukan rolling tugas ke berbagai luar kota. ’’Akhirnya dengan berat hati saya terpaksa mengajukan resign,’’ tutur Dina.

Baca Juga :  Dilarang Bermain, Asa Pemain Semipro Pupus

Waktu yang luang membuat Dina bisa jadi lebih fokus mengembangkan bakatnya. Bahkan, ia mulai berani melangkah lebih jauh dengan menjadikannya sebagai usaha dengan produksi berbagai produk hijab. Mulai dari sekadar hijab sampai busana hijab lengkap serta fashion design. Ia melabeli semua produknya dengan nama qiqo.id.

Bakatnya yang menonjol membuat produk kreasi Dina digemari banyak kalangan. Dengan piawai, Dina mengemas beragam produknya agar bisa menyasar berbagai segmen pasar. Mulai kalangan menengah kebawah hingga kalangan atas. Harganya pun juga bervariatif. Dari kisaran puluhan ribu sampai ratusan ribu rupiah.

- Advertisement -

’’Saya memang ingin produk saya bisa diterima di semua segmen pasar. Dari kalangan menengah ke bawah sampai mereka yang di kalangan atas. Karena itu saya membuat berbagai desain produk. Mulai hijab untuk santai, ke kantor, hang-out sampai hijab untuk pesta,’’ terang Dina.

Baca Juga :  Lima Handphone Rusak Dirakit Jadi Satu Unit

Seiring berjalannya waktu, nama qiqo.id kini makin mengemuka. Wilayah edar produknya tak hanya di Mojokerto dan sekitarnya. Namun, sudah menjelajah ke berbagai daerah di seluruh Indonesia. Tentu saja, dengan perputaran omzet yang juga lumayan besar.

Untuk mengatisipasi jumlah produksi yang kian banyak tersebut, Dina kini memperkerjakan sekitar 35 orang pekerja. Jumlah pekerja yang lumayan besar bagi sebuah usaha rumahan yang berawal dari panggilan bakat. ’’Ya inilah yang saya syukuri. Dari awalnya hanya pekerja, kini saya bisa buka lapangan kerja,’’ pungkas Dina sambil tersenyum. (nto/abi)                

 

 

 

 

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/