alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

Ukur Kekuatan 12 Pecatur

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sparing bersama tim Kabupaten Trenggalek pertengahan Januari nanti tak sekedar pertandingan persahabatan biasa antarpecatur dua daerah. Pengkab Percasi Mojokerto juga mengagendakan ajang tersebut untuk tolak ukur skill 12 pecatur sebelum dipasang target medali pada Porprov, Juli mendatang.

Tolak ukur tersebut tak lepas dari track record dan prestasi tim lawan yang kerap dominan di dua kali gelaran Porprov belakangan. Ketua Umum Pengkab Percasi Mojokerto, Winarno mengatakan, semua nomor kelas bakal ia turunkan dalam sparing nanti, mulai dari catur klasik, cepat, dan kilat. Kategorinya pun juga beragam, mulai dari perorangan putra, perorangan putri, beregu putra, beregu putri, serta beregu campuran.

Baca Juga :  Dikenal Unik dan Menarik

Lengkapnya nomor dan kategori pertandingan ini bukannya tanpa alasan. Di mana, 12 pecatur asuhannya diminta busa lebih efektif dalam bertanding. Sehingga ketika turun pada pertandingan yang atmosfernya ketat dan panas, anak asuhnya tidak lagi canggung.

Penerapan ini pun juga disesuaikan dengan regulasi resmi yang diterapkan dalam Porprov, Juli nanti. ’’Sesuai dengan aturan Porprov, kami mainkan semuanya saat sparing di Trenggalek besok. Kami diundang sama Trenggalek,’’ ungkapnya. Nah, efektifitas inilah yang diharapkan bisa dimanfaatkan Pengkab Percasi untuk mengukur kekuatan anak asuhnya di Porprov nanti. Apalagi, Trenggalek bukanlah tim biasa. Mereka adalah juara ketiga di Porprov tahun 2019 lalu.

Dengan track record tersebut, ke depan bisa dijadikan acuan untuk menentukan target perolehan medali yang akan dicanangkan. ’’Trenggalek saat Porprov tahun 2019 beregunya memperoleh perunggu. Jika kami bisa mengalahkannya, berarti permainan kami sudah layak bersaing dan bisa dipasang target,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Bebas Berimajinasi, Bangkitkan Aura Raja Majapahit

Training center (TC) cabor catur sendiri sudah berjalan sejak setahun kemarin. Di mulai dari seleksi bertahap lewat sirkuit internal, dilanjut dengan latihan regional, hingga mengerucut menjadi 12 pecatur atau 6 putra dan 6 putri yang siap diadu bersama pecatur se-Jawa Timur. (far/fen)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sparing bersama tim Kabupaten Trenggalek pertengahan Januari nanti tak sekedar pertandingan persahabatan biasa antarpecatur dua daerah. Pengkab Percasi Mojokerto juga mengagendakan ajang tersebut untuk tolak ukur skill 12 pecatur sebelum dipasang target medali pada Porprov, Juli mendatang.

Tolak ukur tersebut tak lepas dari track record dan prestasi tim lawan yang kerap dominan di dua kali gelaran Porprov belakangan. Ketua Umum Pengkab Percasi Mojokerto, Winarno mengatakan, semua nomor kelas bakal ia turunkan dalam sparing nanti, mulai dari catur klasik, cepat, dan kilat. Kategorinya pun juga beragam, mulai dari perorangan putra, perorangan putri, beregu putra, beregu putri, serta beregu campuran.

Baca Juga :  Pimpinan DPRD Baru, Mobi Dinas Tetap Lama

Lengkapnya nomor dan kategori pertandingan ini bukannya tanpa alasan. Di mana, 12 pecatur asuhannya diminta busa lebih efektif dalam bertanding. Sehingga ketika turun pada pertandingan yang atmosfernya ketat dan panas, anak asuhnya tidak lagi canggung.

Penerapan ini pun juga disesuaikan dengan regulasi resmi yang diterapkan dalam Porprov, Juli nanti. ’’Sesuai dengan aturan Porprov, kami mainkan semuanya saat sparing di Trenggalek besok. Kami diundang sama Trenggalek,’’ ungkapnya. Nah, efektifitas inilah yang diharapkan bisa dimanfaatkan Pengkab Percasi untuk mengukur kekuatan anak asuhnya di Porprov nanti. Apalagi, Trenggalek bukanlah tim biasa. Mereka adalah juara ketiga di Porprov tahun 2019 lalu.

Dengan track record tersebut, ke depan bisa dijadikan acuan untuk menentukan target perolehan medali yang akan dicanangkan. ’’Trenggalek saat Porprov tahun 2019 beregunya memperoleh perunggu. Jika kami bisa mengalahkannya, berarti permainan kami sudah layak bersaing dan bisa dipasang target,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Bebas Berimajinasi, Bangkitkan Aura Raja Majapahit

Training center (TC) cabor catur sendiri sudah berjalan sejak setahun kemarin. Di mulai dari seleksi bertahap lewat sirkuit internal, dilanjut dengan latihan regional, hingga mengerucut menjadi 12 pecatur atau 6 putra dan 6 putri yang siap diadu bersama pecatur se-Jawa Timur. (far/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/