alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Sedap Dipandang, Nikmat Dihidangkan

BROWNIES menjadi salah satu olahan makanan yang banyak disukai. Kue bertekstur lembut ini lebih sedap dipandang dengan sentuhan topping motif batik khas Majapahitan. Bahkan, kue yang identik dengan rasa cokelat ini juga makin nikmat dihidangkan dengan kombinasi berbahan daun kelor.

Olahan kue tersebut dinamakan Brownies Kelor Batik Majapahit. Varian kudapan itu berawal dari kreasi tangan peserta didik SMKN 1 Dlanggu, Kabupaten Mojokerto. Mereka berinovasi untuk membuat kue brownies yang berbeda dari yang sudah banyak beredar di pasaran. ’’Sebenarnya adonannya sama seperti membuat kue brownies pada umumnya. Tapi kita tambahkan bahan kelor dan topping batik di atasnya,’’ terang pembimbing ekstrakurikuler (ekskul) tata boga SMKN 1 Dlanggu Nelis Susanti.

Dijelaskannya, proses pembuatan Brownies Kelor Batik Majapahit terbilang cukup sederhana. Karena hanya menggunakan bahan tepung terigu, telur, mentega, gula pasir, dan cokelat. Semua bahan tersebut dicampur dengan menggunakan mixer.

Baca Juga :  Ada Uang Sedikit Saya Tabung, agar Bisa Naik Haji

Selain itu, disiapkan pula adonan khusus dengan tambahan bahan kelor yang sudah dalam bentuk serbuk. Kedua adonan kemudian dimasak dengan cara dikukus sampai matang merata. Hingga menghasilkan dua bahan brownies cokelat dan kelor. ’’Dua bahan itu lalu ditumpuk hingga menghasilkan dua layer. Pada bagian bawah memunculkan warna asli dari bahan cokelat, sedangkan bagian atas berwarna hijau orisinal dari daun kelor,’’ paparnya.

Agar penampilan brownies lebih menarik, kue diberi sentuhan topping motif batik. Nelis mengatakan, dalam tahap finishing inilah dibutuhkan keterampilan. Karena, prosesnya tak jauh berbeda dengan mencanting. Pembatikan dilakukan secara manual.

Dia menerangkan, proses membatik mulanya diterapkan di atas selembar mal berbahan mika atau plastik. Sementara, pembentukan pola batik dapat dilakukan dengan bahan full cokelat atau keju. Selain itu, keduanya juga bisa dilakukan mixing color yang menghasilkan perpaduan batik warna cokelat dan kuning.  ’’Proses topping diupayakan saat kue masih fresh setelah kukus. Karena kue masih dalam keadaan panas, sehingga batik bisa langsung menyatu sama brownies,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Petani Berharap Serapan Gabah Memuaskan

Topping batik, imbuh dia, juga bisa diaplikasikan pada olahan kue lainnya. Di antaranya, pada cupcake maupun pie susu. Dan, pemilihan motifnya pun sebenarnya tidak terbatas dengan berbagai motif batik khas nusantara. ’’Namun, sebagai bentuk edukasi dan mengenalkan batik kepada masyarakat, kita gunakan motif batik Majapahitan,’’ pungkas Nelis. (ram/ron)

 

 

 

BROWNIES menjadi salah satu olahan makanan yang banyak disukai. Kue bertekstur lembut ini lebih sedap dipandang dengan sentuhan topping motif batik khas Majapahitan. Bahkan, kue yang identik dengan rasa cokelat ini juga makin nikmat dihidangkan dengan kombinasi berbahan daun kelor.

Olahan kue tersebut dinamakan Brownies Kelor Batik Majapahit. Varian kudapan itu berawal dari kreasi tangan peserta didik SMKN 1 Dlanggu, Kabupaten Mojokerto. Mereka berinovasi untuk membuat kue brownies yang berbeda dari yang sudah banyak beredar di pasaran. ’’Sebenarnya adonannya sama seperti membuat kue brownies pada umumnya. Tapi kita tambahkan bahan kelor dan topping batik di atasnya,’’ terang pembimbing ekstrakurikuler (ekskul) tata boga SMKN 1 Dlanggu Nelis Susanti.

Dijelaskannya, proses pembuatan Brownies Kelor Batik Majapahit terbilang cukup sederhana. Karena hanya menggunakan bahan tepung terigu, telur, mentega, gula pasir, dan cokelat. Semua bahan tersebut dicampur dengan menggunakan mixer.

Baca Juga :  Petani Berharap Serapan Gabah Memuaskan

Selain itu, disiapkan pula adonan khusus dengan tambahan bahan kelor yang sudah dalam bentuk serbuk. Kedua adonan kemudian dimasak dengan cara dikukus sampai matang merata. Hingga menghasilkan dua bahan brownies cokelat dan kelor. ’’Dua bahan itu lalu ditumpuk hingga menghasilkan dua layer. Pada bagian bawah memunculkan warna asli dari bahan cokelat, sedangkan bagian atas berwarna hijau orisinal dari daun kelor,’’ paparnya.

Agar penampilan brownies lebih menarik, kue diberi sentuhan topping motif batik. Nelis mengatakan, dalam tahap finishing inilah dibutuhkan keterampilan. Karena, prosesnya tak jauh berbeda dengan mencanting. Pembatikan dilakukan secara manual.

Dia menerangkan, proses membatik mulanya diterapkan di atas selembar mal berbahan mika atau plastik. Sementara, pembentukan pola batik dapat dilakukan dengan bahan full cokelat atau keju. Selain itu, keduanya juga bisa dilakukan mixing color yang menghasilkan perpaduan batik warna cokelat dan kuning.  ’’Proses topping diupayakan saat kue masih fresh setelah kukus. Karena kue masih dalam keadaan panas, sehingga batik bisa langsung menyatu sama brownies,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Keseimbangan Baru
- Advertisement -

Topping batik, imbuh dia, juga bisa diaplikasikan pada olahan kue lainnya. Di antaranya, pada cupcake maupun pie susu. Dan, pemilihan motifnya pun sebenarnya tidak terbatas dengan berbagai motif batik khas nusantara. ’’Namun, sebagai bentuk edukasi dan mengenalkan batik kepada masyarakat, kita gunakan motif batik Majapahitan,’’ pungkas Nelis. (ram/ron)

 

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/