alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 18, 2022

Anggota DPRD Dari Nasdem Merana

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Satu anggota DPRD Kota Mojokerto dari Partai Nasdem Indro Tjahjono yang sebelumnya berpeluang tak kebagian fraksi akhirnya menemui titik terang. Wakil partai yang baru kali pertama masuk parlemen tersebut ditampung Fraksi Partai Demokrat.

’’Untuk Nasdem masuk ke Fraksi Partai Demokrat,’’ ujar Mokhamad Effendi, Sekretaris DPRD Kota.

Imbasnya, jumlah kursi dewan yang dikantongi Fraksi Partai Demokrat menjadi 4 kursi. Sedang, tiga kursi lainnnya merupakan anggota dewan yang memang berasal dari Partai Demokrat itu sendiri. Praktis, jumlah perolehan kursi fraksi tersebut menyejajarkan F-PD dengan fraksi jajaran pimpinan dewan. Yakni F-PKB dan F-PG yang sama-sama memiliki 4 kursi.

Ditampungnya Nasdem ke dalam F-PD sekaligus membuyarkan spekulasi munculnya dua fraksi gabungan di tubuh DPRD Kota. Karena, keberadaan parpol yang perolehan kursinya di bawah 3 kursi-sebagai syarat membentuk fraksi-terdapat 4 parpol yaitu, Gerindra (2 kursi), PKS (2 kursi), PPP (1 kursi), dan Nasdem (1 kursi).

Baca Juga :  Asuransi Jaminan Kesehatan dan Ketenagakerjaan Ketua RT/RW Disetujui

Gerindra, PKS, dan PPP telah membentuk fraksi gabungan sendiri. Disebut-sebut jalinan komunikasi pembentukan fraksi itu sudah dilakukan jauh-jauh hari. Sehingga, tiga parpol itu sepakat membentuk Fraksi Gerakan Keadilan Pembangunan (F-GKP).

Padahal, berkaca perolehan kursi dewan dari empat parpol tersebut sejatinya dapat dibentuk dua fraksi gabungan. Atau, empat parpol itu justru membentuk satu fraksi gabungan. Sehingga, mereka bisa jadi fraksi dengan kursi terbanyak yakni 6 kursi. Perolehan itu bisa melebihi F-PDIP dengan 5 kursi.

Salah satu anggota F-GKP, Mohamad Harun, mengatakan, pihaknya sudah intens komunikasi dengan PKS dan PPP terkait pembentukan fraksi. Bahkan itu dilakukan jauh hari sebelum penetapan caleg terpilih oleh KPU. Dari komunikasi yang dibangun itu menghasilkan sejumlah kesepakatan. ’’Dari anggota dewan jadi Nasdem sebenarnya sempat komunikasi dengan kami. Namun, untuk pengurusnya praktis tidak pernah komunikasi dengan kami (PKS dan PPP),’’ tukas dia. (fen)

Baca Juga :  Turunkan Pejudo Nasional

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Satu anggota DPRD Kota Mojokerto dari Partai Nasdem Indro Tjahjono yang sebelumnya berpeluang tak kebagian fraksi akhirnya menemui titik terang. Wakil partai yang baru kali pertama masuk parlemen tersebut ditampung Fraksi Partai Demokrat.

’’Untuk Nasdem masuk ke Fraksi Partai Demokrat,’’ ujar Mokhamad Effendi, Sekretaris DPRD Kota.

Imbasnya, jumlah kursi dewan yang dikantongi Fraksi Partai Demokrat menjadi 4 kursi. Sedang, tiga kursi lainnnya merupakan anggota dewan yang memang berasal dari Partai Demokrat itu sendiri. Praktis, jumlah perolehan kursi fraksi tersebut menyejajarkan F-PD dengan fraksi jajaran pimpinan dewan. Yakni F-PKB dan F-PG yang sama-sama memiliki 4 kursi.

Ditampungnya Nasdem ke dalam F-PD sekaligus membuyarkan spekulasi munculnya dua fraksi gabungan di tubuh DPRD Kota. Karena, keberadaan parpol yang perolehan kursinya di bawah 3 kursi-sebagai syarat membentuk fraksi-terdapat 4 parpol yaitu, Gerindra (2 kursi), PKS (2 kursi), PPP (1 kursi), dan Nasdem (1 kursi).

Baca Juga :  KONI Tantang Perbasi

Gerindra, PKS, dan PPP telah membentuk fraksi gabungan sendiri. Disebut-sebut jalinan komunikasi pembentukan fraksi itu sudah dilakukan jauh-jauh hari. Sehingga, tiga parpol itu sepakat membentuk Fraksi Gerakan Keadilan Pembangunan (F-GKP).

Padahal, berkaca perolehan kursi dewan dari empat parpol tersebut sejatinya dapat dibentuk dua fraksi gabungan. Atau, empat parpol itu justru membentuk satu fraksi gabungan. Sehingga, mereka bisa jadi fraksi dengan kursi terbanyak yakni 6 kursi. Perolehan itu bisa melebihi F-PDIP dengan 5 kursi.

- Advertisement -

Salah satu anggota F-GKP, Mohamad Harun, mengatakan, pihaknya sudah intens komunikasi dengan PKS dan PPP terkait pembentukan fraksi. Bahkan itu dilakukan jauh hari sebelum penetapan caleg terpilih oleh KPU. Dari komunikasi yang dibangun itu menghasilkan sejumlah kesepakatan. ’’Dari anggota dewan jadi Nasdem sebenarnya sempat komunikasi dengan kami. Namun, untuk pengurusnya praktis tidak pernah komunikasi dengan kami (PKS dan PPP),’’ tukas dia. (fen)

Baca Juga :  TPS Disapu Angin Puting Beliung, Petugas KPPS Tertimpa Genting

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/