alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Sunday, May 22, 2022

Turunkan Pejudo Nasional

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pengkot PJSI Mojokerto mendatangkan atlet nasional peraih medali emas Sea Games. Kedatangan mereka untuk menyuntikkan ilmu baru sekaligus pengalaman agar bisa dikembangkan 8 pejudo andalan kota onde-onde untuk modal turun di Porprov nanti.

Seperti Minggu (2/1) di dojo judo kawasan Meri, Kota Mojokerto. Toni Irawan, pejudo asal Jawa Barat yang sukses meraih empat kali medali emas PON dan lima kali emas Sea Games, menggembleng 8 pejudo putra dan putri asuhan Mochammad Syaiful Raharjo ini.

Track record dan jejaring Syaiful yang juga atlet nasional menjadi nilai plus hingga mampu mendatangkan sejumlah rekannya sesama atlet nasional. Bahkan, pekan depan tim judo kota juga bakal kedatangan pejudo juara Sea Games 2018, I Komang Adiarta. ’’Insya Allah setiap akhir atau awal bulan kami akan mengundang beberapa atlet nasional. Minggu depan juga ada juara Sea Games dari Bali ikut gabung latihan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Delapan Tim Berebut Tiket Semifinal

Kedatangan mereka, diakui Syaiful, untuk menambah wawasan baru dalam menjalani program latihan. Sehingga atlet tidak merasa bosan atau monoton dengan program yang sudah mereka lakoni. Termasuk juga untuk mendalami teknik-teknik permainan di level internasional yang bisa dipraktekkan di Porprov nanti. Dan yang terakhir juga untuk menguji kualitas skill mereka dalam bertanding.

Pengkot PJSI juga turut mendatangkan sejumlah pejudo dari beberapa daerah seperti Surabaya, Pasuruan dan tetangga Kabupaten Mojokerto. Sehingga, dalam latihannya, kualitasnya bisa dimaksimalkan. ’’Kami juga akan mengundang dari Surabaya, Pasuruan dan Kabupaten Mojokerto ikut latihan. Mereka bisa menjadi partner sparing,’’ tandasnya.

Delapan pejudo putra/putri terus digembleng dengan porsi latihan tinggi setiap minggu. Untuk mempertajam skill, mereka hanya diberi libur sehari dalam sepekan. Cara itu dinilai cukup ampuh untuk memperkuat daya juang di sisa waktu training center (TC) kurang dari enam bulan ke depan. ’’Jadwal latihan mulai dipadatkan lagi. Dengan tiga hari latihan pagi-sore, tiga hari hanya sore, dan sehari sisanya libur,’’ pungkasnya. (far/ron)

Baca Juga :  Kampanyekan Cara Menggendong Bayi yang Aman dan Nyaman

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pengkot PJSI Mojokerto mendatangkan atlet nasional peraih medali emas Sea Games. Kedatangan mereka untuk menyuntikkan ilmu baru sekaligus pengalaman agar bisa dikembangkan 8 pejudo andalan kota onde-onde untuk modal turun di Porprov nanti.

Seperti Minggu (2/1) di dojo judo kawasan Meri, Kota Mojokerto. Toni Irawan, pejudo asal Jawa Barat yang sukses meraih empat kali medali emas PON dan lima kali emas Sea Games, menggembleng 8 pejudo putra dan putri asuhan Mochammad Syaiful Raharjo ini.

Track record dan jejaring Syaiful yang juga atlet nasional menjadi nilai plus hingga mampu mendatangkan sejumlah rekannya sesama atlet nasional. Bahkan, pekan depan tim judo kota juga bakal kedatangan pejudo juara Sea Games 2018, I Komang Adiarta. ’’Insya Allah setiap akhir atau awal bulan kami akan mengundang beberapa atlet nasional. Minggu depan juga ada juara Sea Games dari Bali ikut gabung latihan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Mojokerto FC Sulit Geber Latihan

Kedatangan mereka, diakui Syaiful, untuk menambah wawasan baru dalam menjalani program latihan. Sehingga atlet tidak merasa bosan atau monoton dengan program yang sudah mereka lakoni. Termasuk juga untuk mendalami teknik-teknik permainan di level internasional yang bisa dipraktekkan di Porprov nanti. Dan yang terakhir juga untuk menguji kualitas skill mereka dalam bertanding.

Pengkot PJSI juga turut mendatangkan sejumlah pejudo dari beberapa daerah seperti Surabaya, Pasuruan dan tetangga Kabupaten Mojokerto. Sehingga, dalam latihannya, kualitasnya bisa dimaksimalkan. ’’Kami juga akan mengundang dari Surabaya, Pasuruan dan Kabupaten Mojokerto ikut latihan. Mereka bisa menjadi partner sparing,’’ tandasnya.

Delapan pejudo putra/putri terus digembleng dengan porsi latihan tinggi setiap minggu. Untuk mempertajam skill, mereka hanya diberi libur sehari dalam sepekan. Cara itu dinilai cukup ampuh untuk memperkuat daya juang di sisa waktu training center (TC) kurang dari enam bulan ke depan. ’’Jadwal latihan mulai dipadatkan lagi. Dengan tiga hari latihan pagi-sore, tiga hari hanya sore, dan sehari sisanya libur,’’ pungkasnya. (far/ron)

Baca Juga :  Bung Tomo Bermarkas di Rumah Sioe Toe Kong

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/