alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 18, 2022

Rekom PDIP Turun, Melda: Sabar, Belum Diambil

MOJOKERTO – Empat hari menjelang tahapan pendaftaran pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018 di Kota Mojokerto dibuka, kejutan-kejutan politik perlahan mulai nampak.

Hari ini, DPP PDIP dikabarkan sudah menerbitkan rekomendasi untuk pasangan calon (paslon) kepala daerah dan wakil kepala daerah di beberapa daerah di Indonesia yang menggelar pilkada serentak.

Di mana, salah satunya adalah bakal calon wali kota (bacawali) dan bacawawali Kota Mojokerto periode 2018-2023. Adanya kabar telah terbitnya rekomendasi ini bahkan sudah sampai di telinga para elite politik partai banteng di Kota Onde-Onde.

Ketua DPC PDIP Kota Mojokerto Febriana Meldyawati tidak membantah adanya informasi terbitnya rekomendasi dari PDIP dengan mengusung salah satu paslon. Ketua DPRD Kota Mojokerto ini juga memberikan sinyalemen terangnya dukungan dari partainya kepada salah satu paslon kontestan pilkada 2018.

Namun, Melda, begitu dia akrab disapa, untuk sementara waktu memilih merahasiakan nama-nama dari sosok paslon yang diusung PDIP tersebut. Menyusul, surat dukungan yang di dalamnya terdapat tandatangan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto belum tiba di Kota Mojokerto. ”Sabar, (rekomendasinya) belum diambil,” katanya kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, Kamis (4/1) pagi.

Seiring ramainya kabar anyar tersebut, di tingkat grass root (arus bawah) pun mulai bermunculan ragam spekulasi. Termasuk dari para kader partai. Setidaknya, ada beberapa nama kuat sebelumnya masih terus disorong ke meja DPP PDIP.

Baca Juga :  Disinyalir Langgar UU ASN, Bupati Ingatkan Yoko-Kusnan

Pertama, nama incumbent wali kota Mas’ud Yunus masih dianggap kokoh dicalonkan kembali memimpin kota dengan tiga kecamatan ini selama lima tahun ke depan. Selain elektabilitas dan popularitasnya masih tinggi, Kiai Ud, begitu Mas’ud Yunus biasa disapa, dianggap memiliki kans besar dalam mendongkrak nama besar PDIP di bursa pilkada. Karena dipandang memiliki banyak simpatisan dan basis pendukung militan.

Hanya saja, kali ini, potensi dia bakal disandingkan dengan Kepala Bappeko Kota Mojokerto, Harlistyati perlahan memudar. Banyak anggapan, orang nomor satu di Pemkot Mojokerto yang sedang terjerat kasus pengalihan anggaran PENS Rp 13 miliar tersebut akan sangat logis jika disandingkan dengan sosok Santoso alias Abah San.

Selain berlatar belakang sebagai pengusaha dan menjabat pengurus KONI Kota Mojokerto, Santoso memiliki posisi strategis di struktural PDIP. Yakni, sedang menduduki bendahara DPC PDIP Kota Mojokerto. Sehingga, dari bekal sebagai kader partai dan memiliki pengalaman di bidang pengelolaan organisasi pemerintahan ini, sangat mungkin Santoso mendapat amanah dari partainya mendampingi Mas’ud Yunus.

Baca Juga :  Pengangguran Tinggi, Penyebab Tenggelamnya Industri

Di tingkat kedua, nama Ika Puspitasari (Ning Ita) digadang-gadang turut meramaikan bursa rekomendasi bacawali dari partai yang sama. Itu tak lain, karena kakak kandung Ning Ita, bupati Mustofa Kamal Pasa belakangan dipandang mempunyai kedekatan dengan pengurus partai pendukung pemerintah tersebut. Salah satunya dengan orang nomor dua di DPP PDIP, Hasto Kristiyanto.

Dengan demikian, akan tidak sulit bagi Ning Ita yang saat ini menduduki kursi Ketua DPD Nasdem Kota Mojokerto ini, berpotensi mengantongi rekomendasi dari partai dengan nomor urut 4 (di Pemilu 2014) tersebut. Teka-teki siapa yang laik mendampinginya saat running di pilwali pun mulai ada titik terang.

Setidaknya, ada tiga nama masuk dalam kantung pembahasan tim pemenangan Ning Ita. Di antara figur itu ada sosok putra menantu mantan wali kota Abdul Gani Seohartono, Priyo Daryoko. Diurutan berikutnya, ada nama bendahara DPC PDIP Perjuangan Kota Mojokerto, Santoso. Serta, wakil ketua DPD PAN Kota Mojokerto, Ahmad Rizal Zakariyah.

Nah, disinggung soal kemungkinan beberapa nama tersebut memang yang termasuk mengantongi rekomendasi dari PDIP, Melda kembali menjawab diplomatis. ”Sabar ya,” pungkasnya. 

MOJOKERTO – Empat hari menjelang tahapan pendaftaran pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018 di Kota Mojokerto dibuka, kejutan-kejutan politik perlahan mulai nampak.

Hari ini, DPP PDIP dikabarkan sudah menerbitkan rekomendasi untuk pasangan calon (paslon) kepala daerah dan wakil kepala daerah di beberapa daerah di Indonesia yang menggelar pilkada serentak.

Di mana, salah satunya adalah bakal calon wali kota (bacawali) dan bacawawali Kota Mojokerto periode 2018-2023. Adanya kabar telah terbitnya rekomendasi ini bahkan sudah sampai di telinga para elite politik partai banteng di Kota Onde-Onde.

Ketua DPC PDIP Kota Mojokerto Febriana Meldyawati tidak membantah adanya informasi terbitnya rekomendasi dari PDIP dengan mengusung salah satu paslon. Ketua DPRD Kota Mojokerto ini juga memberikan sinyalemen terangnya dukungan dari partainya kepada salah satu paslon kontestan pilkada 2018.

Namun, Melda, begitu dia akrab disapa, untuk sementara waktu memilih merahasiakan nama-nama dari sosok paslon yang diusung PDIP tersebut. Menyusul, surat dukungan yang di dalamnya terdapat tandatangan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto belum tiba di Kota Mojokerto. ”Sabar, (rekomendasinya) belum diambil,” katanya kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, Kamis (4/1) pagi.

Seiring ramainya kabar anyar tersebut, di tingkat grass root (arus bawah) pun mulai bermunculan ragam spekulasi. Termasuk dari para kader partai. Setidaknya, ada beberapa nama kuat sebelumnya masih terus disorong ke meja DPP PDIP.

Baca Juga :  Disinyalir Langgar UU ASN, Bupati Ingatkan Yoko-Kusnan
- Advertisement -

Pertama, nama incumbent wali kota Mas’ud Yunus masih dianggap kokoh dicalonkan kembali memimpin kota dengan tiga kecamatan ini selama lima tahun ke depan. Selain elektabilitas dan popularitasnya masih tinggi, Kiai Ud, begitu Mas’ud Yunus biasa disapa, dianggap memiliki kans besar dalam mendongkrak nama besar PDIP di bursa pilkada. Karena dipandang memiliki banyak simpatisan dan basis pendukung militan.

Hanya saja, kali ini, potensi dia bakal disandingkan dengan Kepala Bappeko Kota Mojokerto, Harlistyati perlahan memudar. Banyak anggapan, orang nomor satu di Pemkot Mojokerto yang sedang terjerat kasus pengalihan anggaran PENS Rp 13 miliar tersebut akan sangat logis jika disandingkan dengan sosok Santoso alias Abah San.

Selain berlatar belakang sebagai pengusaha dan menjabat pengurus KONI Kota Mojokerto, Santoso memiliki posisi strategis di struktural PDIP. Yakni, sedang menduduki bendahara DPC PDIP Kota Mojokerto. Sehingga, dari bekal sebagai kader partai dan memiliki pengalaman di bidang pengelolaan organisasi pemerintahan ini, sangat mungkin Santoso mendapat amanah dari partainya mendampingi Mas’ud Yunus.

Baca Juga :  Sesepuh Ponpes Cipasung Doakan Airlangga Jadi Presiden

Di tingkat kedua, nama Ika Puspitasari (Ning Ita) digadang-gadang turut meramaikan bursa rekomendasi bacawali dari partai yang sama. Itu tak lain, karena kakak kandung Ning Ita, bupati Mustofa Kamal Pasa belakangan dipandang mempunyai kedekatan dengan pengurus partai pendukung pemerintah tersebut. Salah satunya dengan orang nomor dua di DPP PDIP, Hasto Kristiyanto.

Dengan demikian, akan tidak sulit bagi Ning Ita yang saat ini menduduki kursi Ketua DPD Nasdem Kota Mojokerto ini, berpotensi mengantongi rekomendasi dari partai dengan nomor urut 4 (di Pemilu 2014) tersebut. Teka-teki siapa yang laik mendampinginya saat running di pilwali pun mulai ada titik terang.

Setidaknya, ada tiga nama masuk dalam kantung pembahasan tim pemenangan Ning Ita. Di antara figur itu ada sosok putra menantu mantan wali kota Abdul Gani Seohartono, Priyo Daryoko. Diurutan berikutnya, ada nama bendahara DPC PDIP Perjuangan Kota Mojokerto, Santoso. Serta, wakil ketua DPD PAN Kota Mojokerto, Ahmad Rizal Zakariyah.

Nah, disinggung soal kemungkinan beberapa nama tersebut memang yang termasuk mengantongi rekomendasi dari PDIP, Melda kembali menjawab diplomatis. ”Sabar ya,” pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/