alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 17, 2022

Ikonik Dan Merakyat

ROLAK SONGO tak hanya berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir. Bangunan yang didirikan sejak zaman kolonial ini menjadi lokasi wisata masyarakat Mojokerto dan sekitarnya.

Rolak Songo berada di Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. Lokasinya berada di daerah perbatasan Kabupaten Mojokerto dengan Kabupaten Sidoarjo.

Selain berupa bangunan pengendali banjir untuk Sidoarjo dan Surabaya, Rolak Songo juga menjadi jalur alternatif dari dan ke Mojokerto. Fungsinya yang strategis dan gratis membuat kawasan tersebut ramai dilintasi orang.

Arsitektur bangunan dengan sembilan pintu air itu terbilang ikonik. Kawasan sekitarnya terdapat pepohonan besar nan rindang. Kondisi itu menjadi magnet tersendiri yang menyebabkan orang sengaja mengunjungi lokasi tersebut.

Suasana yang relatif sejuk dan suguhan pemandangan yang tak biasa, menjadi magnet tersendiri. Nuansa rileks dan menyegarkan mata membuat orang betah berlama-lama. Sekadar melepas lelah hingga menggajak keluarga jalan-jalan sore.

Baca Juga :  Eksistensi Tergantung Anggaran

Belum lagi, banyak tempat bersinggah. Mulai warung, taman, kolam renang, cafe, hingga penjual jajanan pinggir jalan yang memikat orang datang. Pemburu kuliner juga kerap menjadikan lokasi tersebut sasaran lokasi santap pagi dan siang. ’’Mulai pagi hingga malam, ramai terus,’’ ujar Rohman, pedagang kaki lima setempat.

Sejatinya, bangunan Rolak Songo dalam pengelolaan Perum Jasa Tirta I. Daya tarik wisata itu pun diterjemahkan dengan pendirian kolam renang hingga museum Rolak Songo. Sayangnya, sampai kini belum ada rencana pengembangan lebih lanjut.

Padahal, area tersebut memiliki potensi wisata yang tinggi. Mulai wisata kuliner, alam, perikanan, hingga edukasi. Maklum, bangunan arsitektur berukuran besar itu terbilang hanya di Rolak Songo. Belum lagi keberadaan Sungai Brantas yang luas dan alirannya tenang.

Baca Juga :  Ruwat Budaya dan Cermin Kebhinnekaan

Dari sisi histori, Rolak Songo juga memiliki sejarah tersendiri. Informasi yang dihimpun, bangunan itu awalnya didirikan pada zaman kolonial sekitar tahun 1857. Pemimpin proyeknya kala itu, kelak menjadi Bupati Pertama Mojokerto yakni Raden Ersadan, Kromojoyo Adi Negoro. ’’Untuk pengembangan (kawasan Rolak Songo) ke depan masih belum ada,’’ ujar Kepala Perum Jasa Tirta I, Raymond Valiant kepada Jawa Pos Radar Mojokerto. (fen/ron)

 

 

ROLAK SONGO tak hanya berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir. Bangunan yang didirikan sejak zaman kolonial ini menjadi lokasi wisata masyarakat Mojokerto dan sekitarnya.

Rolak Songo berada di Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. Lokasinya berada di daerah perbatasan Kabupaten Mojokerto dengan Kabupaten Sidoarjo.

Selain berupa bangunan pengendali banjir untuk Sidoarjo dan Surabaya, Rolak Songo juga menjadi jalur alternatif dari dan ke Mojokerto. Fungsinya yang strategis dan gratis membuat kawasan tersebut ramai dilintasi orang.

Arsitektur bangunan dengan sembilan pintu air itu terbilang ikonik. Kawasan sekitarnya terdapat pepohonan besar nan rindang. Kondisi itu menjadi magnet tersendiri yang menyebabkan orang sengaja mengunjungi lokasi tersebut.

Suasana yang relatif sejuk dan suguhan pemandangan yang tak biasa, menjadi magnet tersendiri. Nuansa rileks dan menyegarkan mata membuat orang betah berlama-lama. Sekadar melepas lelah hingga menggajak keluarga jalan-jalan sore.

Baca Juga :  Nikmatnya Menyatu dengan Alam

Belum lagi, banyak tempat bersinggah. Mulai warung, taman, kolam renang, cafe, hingga penjual jajanan pinggir jalan yang memikat orang datang. Pemburu kuliner juga kerap menjadikan lokasi tersebut sasaran lokasi santap pagi dan siang. ’’Mulai pagi hingga malam, ramai terus,’’ ujar Rohman, pedagang kaki lima setempat.

- Advertisement -

Sejatinya, bangunan Rolak Songo dalam pengelolaan Perum Jasa Tirta I. Daya tarik wisata itu pun diterjemahkan dengan pendirian kolam renang hingga museum Rolak Songo. Sayangnya, sampai kini belum ada rencana pengembangan lebih lanjut.

Padahal, area tersebut memiliki potensi wisata yang tinggi. Mulai wisata kuliner, alam, perikanan, hingga edukasi. Maklum, bangunan arsitektur berukuran besar itu terbilang hanya di Rolak Songo. Belum lagi keberadaan Sungai Brantas yang luas dan alirannya tenang.

Baca Juga :  Candi Bajang Ratu Tak Dilirik Wisatawan

Dari sisi histori, Rolak Songo juga memiliki sejarah tersendiri. Informasi yang dihimpun, bangunan itu awalnya didirikan pada zaman kolonial sekitar tahun 1857. Pemimpin proyeknya kala itu, kelak menjadi Bupati Pertama Mojokerto yakni Raden Ersadan, Kromojoyo Adi Negoro. ’’Untuk pengembangan (kawasan Rolak Songo) ke depan masih belum ada,’’ ujar Kepala Perum Jasa Tirta I, Raymond Valiant kepada Jawa Pos Radar Mojokerto. (fen/ron)

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/