alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Selamatkan Generasi Muda, Tak Kendor Perangi Narkoba

Di masa pendemi Covid-19, ancaman narkoba justru mengalami tren peningkatan. Peredaran barang haram tersebut menjadi ancaman serius bagi generasi muda yang notabene mendominasi sebagai penyalahguna.

KARENA itu, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Mojokerto getol memerangi narkoba dengan upaya pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN). Kepala BNN Kota Mojokerto AKBP Suharsi mengatakan, terjadinya wabah virus korona tak menyurutkan niat para bandar untuk mengedarkan narkoba.

Bahkan, kata dia, angka penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika pandemi ini cenderung mengalami peningkatan. ”Pandemi justru mengalami peningkatan yang luar biasa,” urainya.

Peredarannya tidak hanya menyasar wilayah perkotaan. Kali ini juga semakin meluas hingga wilayah perkampungan. Untuk itu, upaya dalam memerangi peredaran narkoba juga semakin digencarkan oleh BNNK Mojokerto.

Baca Juga :  Pasang Wifi di 30 Rumah, Rela Talangi Tagihan dan Biaya Perawatan

Sehingga, lanjut Suharsi, selama setahun lebih masa pandemi ini tak menyurutkan kagiatan pemberantasan narkoba. Baik memburu dan menangkap pengedar, penyelidikan, sosialisasi, hingga pelaksanaan rehabilitasi tetap dijalankan sebagaimana biasanya.

”Saat ini kita juga turun sampai ke level kampung-kampung untuk melakukan pemberantasan maupun upaya rehabilitasi,” bebernya. Perempuan kelahiran Kediri 3 Maret 1969 ini menyatakan, upaya pencegahan akan semakin masif dilakukan berkat adanya dukungan peraturan daerah (perda) P4GN.

Regulasi tersebut saat ini telah terbentuk di Kota Mojokerto dan segera menyusul akan ditetapkan di Kabupaten Mojokerto. ”Peran perda P4GN ini akan sangat efektif sebagai payung hukum dan dukungan pemerintah daerah dalam upaya P4GN,” ulasnya.

Dia menambahkan, berbagai upaya P4GN tak lain adalah untuk menyelamatkan generasi penerus bangsa. Terlebih, kelompok yang paling banyak menjadi korban penyalahgunaan narkoba adalah rentang usia produktif antara umur 17-50 tahun.

Baca Juga :  Didominasi Kalangan Pengusaha, Istri Muda Lebih Berbeda

”Bahkan di luar range usia produktif juga ada, karena sudah menyerang para pelajar,” beber alumnus Fakultas Hukum Universitas Jember (Unej) ini.

Untuk itu, Suharsi berpesan bagi yang belum pernah mengenal narkoba, jangan pernah memutuskan untuk coba-coba. Sebab, jika sudah sekali mencoba, pasti akan berdampak buruk, baik secara fisik maupun dampak hukum lainnya.

”Bagi yang sudah telanjur menyalahgunakan, sebaiknya jangan takut untuk datang ke kantor BNNK Mojokerto. Kaena kita akan lakukan upaya-upaya rehabilitasi dan juga untuk mencegah dampak yang lebih buruk lagi,” pungkasnya. (ram)

 

 

Di masa pendemi Covid-19, ancaman narkoba justru mengalami tren peningkatan. Peredaran barang haram tersebut menjadi ancaman serius bagi generasi muda yang notabene mendominasi sebagai penyalahguna.

KARENA itu, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Mojokerto getol memerangi narkoba dengan upaya pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN). Kepala BNN Kota Mojokerto AKBP Suharsi mengatakan, terjadinya wabah virus korona tak menyurutkan niat para bandar untuk mengedarkan narkoba.

Bahkan, kata dia, angka penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika pandemi ini cenderung mengalami peningkatan. ”Pandemi justru mengalami peningkatan yang luar biasa,” urainya.

Peredarannya tidak hanya menyasar wilayah perkotaan. Kali ini juga semakin meluas hingga wilayah perkampungan. Untuk itu, upaya dalam memerangi peredaran narkoba juga semakin digencarkan oleh BNNK Mojokerto.

Baca Juga :  Wahyu Agong Gabung Timnas U-16

Sehingga, lanjut Suharsi, selama setahun lebih masa pandemi ini tak menyurutkan kagiatan pemberantasan narkoba. Baik memburu dan menangkap pengedar, penyelidikan, sosialisasi, hingga pelaksanaan rehabilitasi tetap dijalankan sebagaimana biasanya.

”Saat ini kita juga turun sampai ke level kampung-kampung untuk melakukan pemberantasan maupun upaya rehabilitasi,” bebernya. Perempuan kelahiran Kediri 3 Maret 1969 ini menyatakan, upaya pencegahan akan semakin masif dilakukan berkat adanya dukungan peraturan daerah (perda) P4GN.

- Advertisement -

Regulasi tersebut saat ini telah terbentuk di Kota Mojokerto dan segera menyusul akan ditetapkan di Kabupaten Mojokerto. ”Peran perda P4GN ini akan sangat efektif sebagai payung hukum dan dukungan pemerintah daerah dalam upaya P4GN,” ulasnya.

Dia menambahkan, berbagai upaya P4GN tak lain adalah untuk menyelamatkan generasi penerus bangsa. Terlebih, kelompok yang paling banyak menjadi korban penyalahgunaan narkoba adalah rentang usia produktif antara umur 17-50 tahun.

Baca Juga :  Usir Kejenuhan dengan Sparing

”Bahkan di luar range usia produktif juga ada, karena sudah menyerang para pelajar,” beber alumnus Fakultas Hukum Universitas Jember (Unej) ini.

Untuk itu, Suharsi berpesan bagi yang belum pernah mengenal narkoba, jangan pernah memutuskan untuk coba-coba. Sebab, jika sudah sekali mencoba, pasti akan berdampak buruk, baik secara fisik maupun dampak hukum lainnya.

”Bagi yang sudah telanjur menyalahgunakan, sebaiknya jangan takut untuk datang ke kantor BNNK Mojokerto. Kaena kita akan lakukan upaya-upaya rehabilitasi dan juga untuk mencegah dampak yang lebih buruk lagi,” pungkasnya. (ram)

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/