alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Hanya Enam Cabor yang Memanfaatkan

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Lima bulan jelang Porprov, KONI Kabupaten Mojokerto terus memaksimalkan potensi atlet yang akan diturunkan. Tidak hanya kebutuhan anggaran, KONI juga memfasilitasi atlet dengan sarana atau tempat latihan gratis. Namun dari 19 cabor yang sudah memulai training center (TC), hanya enam cabor yang sudah memanfaatkan sarana gratis tersebut. Padahal, KONI sudah mengupayakan penggratisan sarana latihan ke Pemkab Mojokerto sebagai upaya mengoptimalkan peningkatan prestasi.

Enam cabor tersebut adalah sepak bola, atletik, bulutangkis, karate, bola tangan, dan silat. Masing-masing telah menggunakan tiga sarana plat merah tersebut selama sebulan terakhir, yakni GOR dan stadion Gajah Mada Mojosari serta kolam renang Wisata Ubalan Pacet. ’’Sepak bola dan atletik di stadion dengan durasi tiga kali sepekan, sementara bulutangkis, bola tangan, dan karate juga tiga kali sepekan di GOR, sedangkan silat di kolam renang Ubalan setiap akhir pekan,’’ ujar Ketua Umum KONI Kabupaten Mojokerto, Suher Didieanto kemarin.

Baca Juga :  Anggap ’’Keputusan Langit’’, Jamaah Mengaku Bersyukur

Suher mengakui, minimnya cabor yang memanfaatkan sarana gratis tersebut tak lepas dari beberapa kendala. Yang paling utama adalah soal domisili atlet yang dirasa terlalu jauh dari lokasi TC gratis. Seperti yang dialami cabor gulat yang kebanyakan didominasi atlet asal Trowulan, Sooko, dan Jatirejo. Sehingga Pengkab PGSI Mojokerto terpaksa tetap menggunakan Dojo SMPN 2 Trowulan sebagai lokasi TC.

Disusul ketidakcocokan kualitas lapangan atau gedung yang disediakan. Seperti cabor hoki yang memilih sewa lapangan futsal yang berlantai keras ketimbang GOR Gajah Mada yang berlantai matras. ’’Ada juga cabor futsal dan basket yang lebih nyaman di Castle Arena SMAN 1 Puri karena basis pembinaan mereka sejak awal ada disitu,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Belajar Menembak, sempat Dicurigai Aliran Teroris

Pihaknya pun mengimbau kepada cabor untuk bisa memaksimalkan sarana gratis tersebut. Sebab, pihaknya sudah melobi pihak pemkab melalui Disbudporapar agar memberikan relaksasi biaya sarana untuk latihan TC. Sehingga cabor tidak lagi terbebani dengan tingginya kebutuhan anggaran operasional yang dikeluarkan.

Namun demikian, Suher juga meminta cabor yang sudah memanfaatkan sarana agar menjaga betul kualitasnya. Khususnya soal jadwal latihan yang harus disesuaikan dengan cabor dan pihak lain yang turut menggunakan. ’’Karena sarana yang kami usahakan ini kan juga ditarget PAD (pendapatan asli daerah), jadi ya harus bisa menjaga sesuai kapasitasnya,’’ pungkas Suher. (far/fen)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Lima bulan jelang Porprov, KONI Kabupaten Mojokerto terus memaksimalkan potensi atlet yang akan diturunkan. Tidak hanya kebutuhan anggaran, KONI juga memfasilitasi atlet dengan sarana atau tempat latihan gratis. Namun dari 19 cabor yang sudah memulai training center (TC), hanya enam cabor yang sudah memanfaatkan sarana gratis tersebut. Padahal, KONI sudah mengupayakan penggratisan sarana latihan ke Pemkab Mojokerto sebagai upaya mengoptimalkan peningkatan prestasi.

Enam cabor tersebut adalah sepak bola, atletik, bulutangkis, karate, bola tangan, dan silat. Masing-masing telah menggunakan tiga sarana plat merah tersebut selama sebulan terakhir, yakni GOR dan stadion Gajah Mada Mojosari serta kolam renang Wisata Ubalan Pacet. ’’Sepak bola dan atletik di stadion dengan durasi tiga kali sepekan, sementara bulutangkis, bola tangan, dan karate juga tiga kali sepekan di GOR, sedangkan silat di kolam renang Ubalan setiap akhir pekan,’’ ujar Ketua Umum KONI Kabupaten Mojokerto, Suher Didieanto kemarin.

Baca Juga :  Tahun Depan Cukai Rokok Naik, Tembakau Kami Tak Ada Harganya

Suher mengakui, minimnya cabor yang memanfaatkan sarana gratis tersebut tak lepas dari beberapa kendala. Yang paling utama adalah soal domisili atlet yang dirasa terlalu jauh dari lokasi TC gratis. Seperti yang dialami cabor gulat yang kebanyakan didominasi atlet asal Trowulan, Sooko, dan Jatirejo. Sehingga Pengkab PGSI Mojokerto terpaksa tetap menggunakan Dojo SMPN 2 Trowulan sebagai lokasi TC.

Disusul ketidakcocokan kualitas lapangan atau gedung yang disediakan. Seperti cabor hoki yang memilih sewa lapangan futsal yang berlantai keras ketimbang GOR Gajah Mada yang berlantai matras. ’’Ada juga cabor futsal dan basket yang lebih nyaman di Castle Arena SMAN 1 Puri karena basis pembinaan mereka sejak awal ada disitu,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Dari Rujakan Muncul Pasukan Hizbullah

Pihaknya pun mengimbau kepada cabor untuk bisa memaksimalkan sarana gratis tersebut. Sebab, pihaknya sudah melobi pihak pemkab melalui Disbudporapar agar memberikan relaksasi biaya sarana untuk latihan TC. Sehingga cabor tidak lagi terbebani dengan tingginya kebutuhan anggaran operasional yang dikeluarkan.

Namun demikian, Suher juga meminta cabor yang sudah memanfaatkan sarana agar menjaga betul kualitasnya. Khususnya soal jadwal latihan yang harus disesuaikan dengan cabor dan pihak lain yang turut menggunakan. ’’Karena sarana yang kami usahakan ini kan juga ditarget PAD (pendapatan asli daerah), jadi ya harus bisa menjaga sesuai kapasitasnya,’’ pungkas Suher. (far/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/