alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Sunday, May 22, 2022

Pengawal Bakal Paslon Kontestan Pilwali Dibekali Senjata

MOJOKERTO – Penjagaan ketat dalam pengamanan proses Pilwali Kota Mojokerto terus diupayakan Polresta Mojokerto. Salah satunya adalah pengawalan melekat personel terhadap pasangan calon (paslon) selama proses tahapan pilwali bergulir.

Kali ini, polresta kembali memilih personelnya yang terbaik dari 69 orang yang telah dinyatakan lulus dari pendidikan pengawal pribadi (walpri). Tak tanggung-tanggung, korps berseragam cokelat ini bakal memberikan jatah kepada masing-masing paslon yang ditetapkan sebanyak delapan walpri.

Meski dinilai terlalu banyak, namun jumlah tersebut diakui polresta untuk memberikan jaminan keamanan agar proses pilwali berjalan lancar dan damai. Sebelumnya, 69 personel dari satuan intelkam, reskrim, sabhara yang terpilih telah melakoni proses pendidikan khusus walpri sejak 10 Januari lalu.

Pendidikan mereka jalani di dua tempat, yakni SPN (Sekolah Polisi Negara) Bangsal Mojokerto serta Pusdik Gasum Porong Sidoarjo. Dalam proses pendidikan itu, 69 personel dibekali sejumlah materi penting tentang pengawalan, meliputi psikologi, komunikasi, bela diri, serta menembak.

Baca Juga :  Prambanan, Jadi Candi Hindu Termegah dan Terindah di Asia Tenggara

Dari 69 personel itu, semuanya telah dinyatakan lulus dan siap mengawal setiap paslon yang ditetapkan. Hanya saja, tidak semua dari jumlah itu diminta menjaga ketat paslon. Polresta ternyata masih akan memilih kembali dari 69 personel yang memiliki nilai terbaik.

Dari perkiraan sementara, kebutuhan walpri setiap paslon nanti sebanyak delapan orang. Dengan asumsi masing-masing empat personel untuk bakal paslon wali kota dan wakil walikota. ’’Masih kita perhitungkan untuk jumlah pastinya. Namun, kemungkinan satu orang baik sebagai wali kota maupun wakilnya bisa dikawal empat anggota kita,’’ ungkap AKBP Puji Hendro Wibowo, Kapolresta Mojokerto.

Dalam pengawalan nanti, personel walpri ini bakal bertugas mengawal dan bertanggung jawab terhadap keamanan setiap calon. Pengawalan berlaku sampai 24 jam penuh, bahkan sampai ke rumah paslon. Penjagaan dilakukan secara bergiliran hingga nanti berakhir di proses pelantikan.

Baca Juga :  Berawal dari Kedatangan Ki Gede Padusan ke Tamiajeng

’’Mereka nanti akan pegang senjata dan mengawal seharian penuh. Pengawalan nanti akan berlangsung setelah penetapan dan pengundian nomor urut sampai pelantikan,’’ imbuhnya.

Untuk diketahui, terdapat empat bakal pasangan calon yang mendaftar Pilwali Kota Mojokerto. Keempatnya adalah Warsito-Moeljadi (didukung koalisi PAN dan PKS), Akmal Budianto-Rambo Garudo (PDIP), Andi Soebjakto-Ade Ria Suryani (Demokrat,  PKB, PPP) dan Ika Puspitasari-Ahmad Rizal Zakaria (Golkar-Gerindra). 

MOJOKERTO – Penjagaan ketat dalam pengamanan proses Pilwali Kota Mojokerto terus diupayakan Polresta Mojokerto. Salah satunya adalah pengawalan melekat personel terhadap pasangan calon (paslon) selama proses tahapan pilwali bergulir.

Kali ini, polresta kembali memilih personelnya yang terbaik dari 69 orang yang telah dinyatakan lulus dari pendidikan pengawal pribadi (walpri). Tak tanggung-tanggung, korps berseragam cokelat ini bakal memberikan jatah kepada masing-masing paslon yang ditetapkan sebanyak delapan walpri.

Meski dinilai terlalu banyak, namun jumlah tersebut diakui polresta untuk memberikan jaminan keamanan agar proses pilwali berjalan lancar dan damai. Sebelumnya, 69 personel dari satuan intelkam, reskrim, sabhara yang terpilih telah melakoni proses pendidikan khusus walpri sejak 10 Januari lalu.

Pendidikan mereka jalani di dua tempat, yakni SPN (Sekolah Polisi Negara) Bangsal Mojokerto serta Pusdik Gasum Porong Sidoarjo. Dalam proses pendidikan itu, 69 personel dibekali sejumlah materi penting tentang pengawalan, meliputi psikologi, komunikasi, bela diri, serta menembak.

Baca Juga :  Berawal dari Kedatangan Ki Gede Padusan ke Tamiajeng

Dari 69 personel itu, semuanya telah dinyatakan lulus dan siap mengawal setiap paslon yang ditetapkan. Hanya saja, tidak semua dari jumlah itu diminta menjaga ketat paslon. Polresta ternyata masih akan memilih kembali dari 69 personel yang memiliki nilai terbaik.

Dari perkiraan sementara, kebutuhan walpri setiap paslon nanti sebanyak delapan orang. Dengan asumsi masing-masing empat personel untuk bakal paslon wali kota dan wakil walikota. ’’Masih kita perhitungkan untuk jumlah pastinya. Namun, kemungkinan satu orang baik sebagai wali kota maupun wakilnya bisa dikawal empat anggota kita,’’ ungkap AKBP Puji Hendro Wibowo, Kapolresta Mojokerto.

- Advertisement -

Dalam pengawalan nanti, personel walpri ini bakal bertugas mengawal dan bertanggung jawab terhadap keamanan setiap calon. Pengawalan berlaku sampai 24 jam penuh, bahkan sampai ke rumah paslon. Penjagaan dilakukan secara bergiliran hingga nanti berakhir di proses pelantikan.

Baca Juga :  Riwayat Museum OVM Trowulan Jadi Cikal Bakal PIM

’’Mereka nanti akan pegang senjata dan mengawal seharian penuh. Pengawalan nanti akan berlangsung setelah penetapan dan pengundian nomor urut sampai pelantikan,’’ imbuhnya.

Untuk diketahui, terdapat empat bakal pasangan calon yang mendaftar Pilwali Kota Mojokerto. Keempatnya adalah Warsito-Moeljadi (didukung koalisi PAN dan PKS), Akmal Budianto-Rambo Garudo (PDIP), Andi Soebjakto-Ade Ria Suryani (Demokrat,  PKB, PPP) dan Ika Puspitasari-Ahmad Rizal Zakaria (Golkar-Gerindra). 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/