25.8 C
Mojokerto
Thursday, February 2, 2023

Geliat Budi Daya Ikan Air Tawar Desa Ngingasrembyong Mojokerto

Manfaatkan Lahan Terbengkalai, Rintis Desa Wisata Perikanan

Inovasi Pemdes Ngingasremboyong, Kecamatan Sooko ini tidak bisa dibilang sederhana. Tak hanya memanfaatkan lahan nonproduktif untuk budi daya ikan, pemdes juga berencana menjadikan lahan sekitarnya menjadi wisata kolam pancing dan kuliner berbasis ikan.

INDAH OCEANANDA, Sooko, Jawa Pos Radar Mojokerto

PEMDES Ngingasrembyong tengah semangat-semangatnya menggarap lahan tidak produktif yang berstatus Tanah Kas Desa (TKD). Pasalnya, tanah itu selama ini bisa dibilang tak ada manfaatnya. Hingga kemudian, dua tahun lalu, muncul ide Kepala Desa Ngingasrembyong, Kusdianto yang memilih untuk memanfaatkan lahan pertanian TKD terbengkalai untuk kolam ikan.

Apalagi, kondisi geografis Desa Ngingasrembyong yang dikepung sungai. Yakni, Sungai Avour Kotok dan Sungai Avour Balongkrai. Sehingga, menyebabkan beberapa lahan pertanian tidak bisa ditanami karena selalu tergenang air selama 20 tahun. ’’Lahan itu sudah berpuluh-puluh tahun tidak bisa ditanami petani dan tanah TKD. Karena selalu tergenang air yang letaknya persis di selatan sungai,’’ ucap Kades Ngingasrembyong, Kusdianto.

Awalnya, Kusdianto memulai membudidayakan ikan itu menggunakan uang pribadi. Bermodalkan sekitar Rp 9 juta, ia membeli 10.000 bibit ikan mujair beserta pakan dan perawatan di Kediri. Itu untuk memulai tekadnya dalam merintis budi daya ikan tawar.

Baca Juga :  KPU Mojokerto Siapkan Dana Kematian

Diakuinya, usaha itu pun tak lepas dari sejumlah rintangan. Beberapa kendala dihadapinya, mulai dari banyak ikan mati akibat racun potas hingga ikan lepas tersapu banjir akibat luapan sungai saat hujan deras. ’’Bukannya kita tidak bisa. Tapi kendala saat itu, diracun sama orang tidak bertanggung jawab, sehingga banyak yang mati. Lalu, ikan-ikan lepas terkena banjir padahal mendekati masa panen,’’ ungkapnya.

Namun, ia tak pantang menyerah terus berupaya mewujudkan mimpinya untuk mengangkat perekonomian masyarakat setempat. Sebab, ia berkeinginan Desa Ngingasrembyong bisa dikenal sebagai desa wisata sentra perikanan. Usaha kerasnya berbuah manis. Budi daya ikan air tawar itu sudah berhasil hingga beberapa kali panen.

Masyarakat pun turut kebagian berkah mendapat ikan gratis saat panen raya, Agustus lalu. ’’Saya tidak masalah kalau terkait itu (modal budi daya ikan). Pokoknya warga senang, dan yang penting bisa mengangkat perekonomian masyarakat serta memajukan desa,’’ ujar Kusdianto. Selain itu, ikan ini bisa diambil secara gratis untuk masyarakat yang membutuhkan dalam upaya pencegahan stunting.

Baca Juga :  Pemkab Mojokerto Ikuti Program DLA dari China

Saat ini, tercatat ada tujuh kolam yang tersedia di lahan TKD seluas 10 hektare itu. Masing-masing, memiliki luas 10 meter x 40 meter dengan kedalaman 170 meter. ’’Semua ikan yang sedang dibudi dayakan ini fokus ke patin. Di masing-masing kolam, ada sekitar 6.000 ekor ikan,’’ paparnya.

Masih kata Kusdianto, kedepannya, budi daya ikan tawar ini akan dikembangkan menjadi kolam pancing keluarga. Itu sebagai upaya merintis desa wisata berbasis sentra perikanan di Ngingasrembyong. Selain itu, juga akan dikembangkan menjadi food court yang diharapkan dapat mendongkrak perekonomian masyarakat setempat. ’’Kita masih merintis desa wisata menyiapkan konsep dengan daya tarik memanfaatkan hasil dari budi daya ikan ini. Ya, nantinya akan ada kolam pancing dan lainnya, mohon doanya,’’ tandasnya. (fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/