alexametrics
31.1 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Identitas Bebas Berekspresi Yang Masih Ngetren

TINDIK bagi pria semakin ngetren belakangan ini. Bergeser mengikuti pergaulan yang sedang berlangsung. Kenyataan itu berbeda dengan zaman dulu.

Dimana pria bertindik lebih ditujukan untuk kepercayaan atau keyakinan. Bukan hanya di telinga, sejumlah bagian tubuh pria lain nyatanya juga mulai banyak mendapat tusukan piercing.

Seperti lidah, alis hingga bibir. Bahkan sampai ke organ genitalnya. Namun tidak banyak yang tahu, bahwa tusukan tindik bakal membawa bekas di dalam tubuh selama hidup.

Sehingga tindik tidak bisa dianggap sebagai bahan uji coba. Pernyataan itu yang diakui Yogi Yanuarko, pria asal kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan Kota Mojokerto.

Baca Juga :  Airlangga Instruksikan Golkar Sumbar Kembalikan Kejayaan Partai

Dirinya tertarik terhadap tindik bukan lantaran untuk gaya-gayaan. Melainkan sebagai simbol identitas dirinya sebagai seseorang yang bebas berekspresi.

Sehingga apa yang dilakukan, ia siap menerima segala konsekuensinya. Termasuk tindik yang bakal membawa bekas di sekujur tubuh.

’’Sekali dagingmu ditusuk, saat itu juga meninggalkan bekasnya. Jaringan parut (keloid), benjolan, rasa sakit terhadap pembuatan lubang tindik itu tetap akan membekas, bahkan ketika sudah melepaskan tindik. Jadi perlu pertimbangan matang,’’ ungkapnya.

Yogi menjelaskan, bagi penikmat seni piercing, tusukan tindik dinilai mengandung unsur nikmat. Sehingga sekali merasakannya, bisa jadi akan ketagihan.

Namun sekali lagi, dirinya mewanti-wanti agar mempertimbangkan masa depan bagian tubuh yang ditindik.

Baca Juga :  Taklukkan Penat dan Kebosanan

’’Kalau saya menyarankan tidak lebih dari tiga lubang saja. Karena kan tiga lubang sudah menunjukkan identitas kita,’’ pungkasnya.

 

TINDIK bagi pria semakin ngetren belakangan ini. Bergeser mengikuti pergaulan yang sedang berlangsung. Kenyataan itu berbeda dengan zaman dulu.

Dimana pria bertindik lebih ditujukan untuk kepercayaan atau keyakinan. Bukan hanya di telinga, sejumlah bagian tubuh pria lain nyatanya juga mulai banyak mendapat tusukan piercing.

Seperti lidah, alis hingga bibir. Bahkan sampai ke organ genitalnya. Namun tidak banyak yang tahu, bahwa tusukan tindik bakal membawa bekas di dalam tubuh selama hidup.

Sehingga tindik tidak bisa dianggap sebagai bahan uji coba. Pernyataan itu yang diakui Yogi Yanuarko, pria asal kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan Kota Mojokerto.

Baca Juga :  Taklukkan Penat dan Kebosanan
- Advertisement -

Dirinya tertarik terhadap tindik bukan lantaran untuk gaya-gayaan. Melainkan sebagai simbol identitas dirinya sebagai seseorang yang bebas berekspresi.

Sehingga apa yang dilakukan, ia siap menerima segala konsekuensinya. Termasuk tindik yang bakal membawa bekas di sekujur tubuh.

’’Sekali dagingmu ditusuk, saat itu juga meninggalkan bekasnya. Jaringan parut (keloid), benjolan, rasa sakit terhadap pembuatan lubang tindik itu tetap akan membekas, bahkan ketika sudah melepaskan tindik. Jadi perlu pertimbangan matang,’’ ungkapnya.

Yogi menjelaskan, bagi penikmat seni piercing, tusukan tindik dinilai mengandung unsur nikmat. Sehingga sekali merasakannya, bisa jadi akan ketagihan.

Namun sekali lagi, dirinya mewanti-wanti agar mempertimbangkan masa depan bagian tubuh yang ditindik.

Baca Juga :  Tumbuhkan Jiwa Nasionalis Religius dengan Kegiatan Keagamaan

’’Kalau saya menyarankan tidak lebih dari tiga lubang saja. Karena kan tiga lubang sudah menunjukkan identitas kita,’’ pungkasnya.

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/