alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

3D dan Tema Majapahitan Semakin Diburu

TINGGINYA permintaan pasar terhadap cutting sticker menjadi peluang bisnis tersendiri. Seperti yang dilakukan Agus Sira Vitrianto, warga Keradenan I, Kelurahan Kauman, Kota Mojokerto. Bahkan, seiring perkembangan zaman, permintaan pelanggannya pun semakin bergengsi. Seperti cutting 3D hingga yang bertemakan Mojopahitan.

Siang itu, tepat di Jalan Yos Sudarso, Kota Mojokerto,  nampak sesorang bergelut dengan cutting sticker. Tatapan mata dan tangannya fokus dan penuh kehati-hatian. ’’Kalau tidak pelan-pelan khawatir hasilnya malah tidak memuaskan,’’ ungkap Ucan, teman Agus Sira sekaligus desainer cutting sticker, di sela menempelkan stiker di motor pelanggan.

Mengerjakan cutting stiker layaknya seorang seniman. Selain membutuhkan keahlian khusus, juga ketenangan serta harus fokus. ’’Kalau salah sedikit saja harus ganti total. Kalau tidak gitu ya jelek. Malah membuat penikmat kecewa,’’ tutur remaja kelahiran 1995 itu.

Karena itu,  dalam mengerjakan tidak bisa tergesa-gesa. Apalagi sampai ditarget pelanggannya dan harus selesai hari itu juga. Sebab, hal itu cukup memengaruhi hasilnya. ’’Makanya, tidak salah kalau proses tidak pernah mengkhianati hasil,’’ cetusnya sambil menyelesaikan karyanya. Sebelum dikerjakan, pemesan harus mempunyai gambaran. Yakni, dibuat seperti apa desainnya.’’Pokoknya, kerangka awal, hingga finishing kita sudah harus punya gambaran,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Sering Merasa Tertipu, Baru Sadar setelah Punya Ratusan Koleksi

Ya saat itulah, akan menuntut otak berpikir keras dan diperas agar karya yang dihasilkan bisa maksimal. Sehingga, tidak terkesan asal-asalan. Apalagi, jika pemilik kendaraan tidak menyodorkan konsep. ’’Kalau pemilik kendaraan sudah bawah konsep sih aman-aman saja. Tapi saat konsep desainnya diserahkan ke kami, mau tidak mau,  kami harus putar otak lagi. Karena hasil bagus dan tidaknya semuanya diserahkan kita,’’ imbuhnya.

Belakangan, menurut Ucan, dengan perkembangan zaman,  permintaan masyarakat terhadap cutting sticker juga bermacam-macam dan bergengsi. Mulai dari printing sampai bentuk 3D. Dalam bentuk tulisan, gambar, hingga gaya Mojopahitan. ’’Sekarang trennya memang beralih ke jenis 3D. Secara otomatis kesulitannya pun bertambah,’’ katanya.

Selain itu, dikatakan Ucan, selama mengerjakan pemesanan, dia dituntut detail. Terlebih, prosesnya sangat panjang. Mulai dari desain, mecah desain,  mecah karikatur,  ngeprin,  menyortir,  dan menumpuk warna. Belum lagi proses finishing-nya yang terkadang harus dilapisi laminasi biar awet dan terlihat elegan. ’’Pokoknya, untuk yang cutting stiker 3D satu motor penuh, paling cepat satu minggu. Itu pun ngebut,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Bawaslu Kirim Hasil Pemeriksaan ke KASN

Berbeda dengan pemasangan stiker biasa jenis printing. Sehari satu motor pun bisa diselesaikan dengan cepat. ’’Yang jelas, semakin banyak kombinasi warna, dipastikan kerumitan dan waktu kerja juga bertambah,’’ imbuhnya. Kendati demikian, hingga detik ini, kualitas menjadi prioritas hasil karya seni cutting-nya. Harganya pun juga bervariasi disesuaikan dengan rumit dan jenisnya. Untuk 3D, paling murah Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta lebih.

Pelanggannya pun tidak hanya di area Mojokerto. Namun, lebih banyak dari luar daerah. Seperti,  Bali,  Banyuwangi, Gresik, Blitar. ’’Bahkan dua bulan lalu, selama dua hari kami dimintai desain cutting untuk kapal speed bood milik orang Kalimantan,’’ pungkasnya.

TINGGINYA permintaan pasar terhadap cutting sticker menjadi peluang bisnis tersendiri. Seperti yang dilakukan Agus Sira Vitrianto, warga Keradenan I, Kelurahan Kauman, Kota Mojokerto. Bahkan, seiring perkembangan zaman, permintaan pelanggannya pun semakin bergengsi. Seperti cutting 3D hingga yang bertemakan Mojopahitan.

Siang itu, tepat di Jalan Yos Sudarso, Kota Mojokerto,  nampak sesorang bergelut dengan cutting sticker. Tatapan mata dan tangannya fokus dan penuh kehati-hatian. ’’Kalau tidak pelan-pelan khawatir hasilnya malah tidak memuaskan,’’ ungkap Ucan, teman Agus Sira sekaligus desainer cutting sticker, di sela menempelkan stiker di motor pelanggan.

Mengerjakan cutting stiker layaknya seorang seniman. Selain membutuhkan keahlian khusus, juga ketenangan serta harus fokus. ’’Kalau salah sedikit saja harus ganti total. Kalau tidak gitu ya jelek. Malah membuat penikmat kecewa,’’ tutur remaja kelahiran 1995 itu.

Karena itu,  dalam mengerjakan tidak bisa tergesa-gesa. Apalagi sampai ditarget pelanggannya dan harus selesai hari itu juga. Sebab, hal itu cukup memengaruhi hasilnya. ’’Makanya, tidak salah kalau proses tidak pernah mengkhianati hasil,’’ cetusnya sambil menyelesaikan karyanya. Sebelum dikerjakan, pemesan harus mempunyai gambaran. Yakni, dibuat seperti apa desainnya.’’Pokoknya, kerangka awal, hingga finishing kita sudah harus punya gambaran,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Bawaslu Kirim Hasil Pemeriksaan ke KASN
- Advertisement -

Ya saat itulah, akan menuntut otak berpikir keras dan diperas agar karya yang dihasilkan bisa maksimal. Sehingga, tidak terkesan asal-asalan. Apalagi, jika pemilik kendaraan tidak menyodorkan konsep. ’’Kalau pemilik kendaraan sudah bawah konsep sih aman-aman saja. Tapi saat konsep desainnya diserahkan ke kami, mau tidak mau,  kami harus putar otak lagi. Karena hasil bagus dan tidaknya semuanya diserahkan kita,’’ imbuhnya.

Belakangan, menurut Ucan, dengan perkembangan zaman,  permintaan masyarakat terhadap cutting sticker juga bermacam-macam dan bergengsi. Mulai dari printing sampai bentuk 3D. Dalam bentuk tulisan, gambar, hingga gaya Mojopahitan. ’’Sekarang trennya memang beralih ke jenis 3D. Secara otomatis kesulitannya pun bertambah,’’ katanya.

Selain itu, dikatakan Ucan, selama mengerjakan pemesanan, dia dituntut detail. Terlebih, prosesnya sangat panjang. Mulai dari desain, mecah desain,  mecah karikatur,  ngeprin,  menyortir,  dan menumpuk warna. Belum lagi proses finishing-nya yang terkadang harus dilapisi laminasi biar awet dan terlihat elegan. ’’Pokoknya, untuk yang cutting stiker 3D satu motor penuh, paling cepat satu minggu. Itu pun ngebut,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Usung Aplikasi Data Digital, Rebut Jawara Nasional

Berbeda dengan pemasangan stiker biasa jenis printing. Sehari satu motor pun bisa diselesaikan dengan cepat. ’’Yang jelas, semakin banyak kombinasi warna, dipastikan kerumitan dan waktu kerja juga bertambah,’’ imbuhnya. Kendati demikian, hingga detik ini, kualitas menjadi prioritas hasil karya seni cutting-nya. Harganya pun juga bervariasi disesuaikan dengan rumit dan jenisnya. Untuk 3D, paling murah Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta lebih.

Pelanggannya pun tidak hanya di area Mojokerto. Namun, lebih banyak dari luar daerah. Seperti,  Bali,  Banyuwangi, Gresik, Blitar. ’’Bahkan dua bulan lalu, selama dua hari kami dimintai desain cutting untuk kapal speed bood milik orang Kalimantan,’’ pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/